icon-category Gadget

Review Acer Aspire Vero 14: Peduli Lingkungan, Ramah Buat Harian

Acer Aspire Vero 14 (Foto: Muhammad Faisal/Uzone.id)

Uzone.id - Konsep produk ramah lingkungan sudah diterapkan oleh banyak perusahaan teknologi, tak terkecuali Acer. Perusahaan asal Taiwan itu sedang semangat-semangatnya untuk merilis produk go green, bukan cuma kemasannya saja, tapi beneran mencakup produk itu sendiri, seperti Acer Aspire Vero 14 terbaru (AV14-51) yang sudah saya review ini.

Acer Aspire Vero 14 ini terbuat dari sampah, dalam arti yang baik pastinya. Kasarnya, sebagian chassis luar dari laptop terbaru Acer tersebut dibuat menggunakan material plastik daur ulang yang ramah lingkungan, termasuk pada kemasannya.

Seperti seri pendahulunya, Acer Aspire Vero 14 dibanderol dengan harga yang bersahabat, cuma Rp10 jutaan saja. Kendati dibuat dari ‘sampah’ dan harganya murah, spesifikasi dari Acer Aspire Vero 14 tak bisa dipandang sebelah mata, apalagi fiturnya yang beragam.

Biar kalian gak penasaran, berikut review lengkap Acer Aspire Vero 14 (AV14-51) yang sudah saya gunakan sebagai laptop sehari-hari kurang lebih semingguan.

Baca juga: Review iQOO 11: Gak Cuma Ngandelin Prosesor Doang

Desain go green

Kesan saya terhadap laptop ini masih sama seperti saat mengulas Acer Aspire Vero National Geographic Edition, yaitu takjub. Saat laptop lainnya berlomba-lomba bikin perangkat yang premium, Acer malah bikin laptop yang terbuat dari material ramah lingkungan.

Material ramah lingkungan yang digunakan Acer berjenis post consumer recycled atau PCR yang diklaim dapat mengurangi sekitar 21 persen emisi karbon. Bukan sekadar gimmick belaka, plastik PCR ini digunakan pada bagian sasis dan bezel layar (sekitar 30 persen) sampai ke bagian keyboard (sekitar 50 persen). 

“Apa itu warna metalik atau mewah?” mungkin itulah yang dipikirkan oleh para desainer Acer saat merancang Aspire Vero 14. Gimana nggak, laptop ini sama sekali tidak dilapisi oleh cat, warnanya memang berasal dari pemilahan plastik dengan warna yang sama, dan teksturnya pun unik.

Malahan, ada banyak bintik-bintik berwarna biru muda dan gelap di sekujur bodi laptop ini, membuatnya semakin terlihat unik dari laptop lain di kelasnya. Tiap unit laptopnya memiliki pattern bintik biru berbeda yang membuatnya unik.

Sama seperti sebelumnya, pada bagian keyboard, Acer sengaja membuat tombol E dan R dibuat terbalik. Ada makna di balik kesengajaan tersebut, yang merujuk pada program ‘R-E’ yang digaungkan Acer.

“Tombol R dan E mewakili arti Reduce, Reuse dan Recycle,” demikian makna dari tombol tersebut, seperti dikutip dari situs resmi Acer.

Ukuran keyboard-nya sendiri semi full-size, dan sekali lagi, ini benar-benar dibuat dari sampah plastik daur ulang, Acer turut membubuhi bagian kanan bawah laptop dengan tulisan ‘Post Consumer Recycled’.

Beda dengan touchpad-nya, Acer menggunakan teknologi OceanGlass yang dibuat dari material plastik daur ulang. Cuma, material yang digunakannya merupakan sampah plastik yang tersebar di lautan.

Baca juga: Review Huawei MatePad Pro 11 2022: Ekspektasi Tinggi Dibayar Lunas!

Layar sudah lebih baik

Di generasi sebelumnya, bagian layar menjadi salah satu kekurangan dari Aspire Vero. Namun untuk Acer Aspire Vero 14 (AV14-51) yang saya review, layar menjadi salah satu fitur terfavorit.

Panel berjenis IPS berukuran 14 inci dari laptop ini beneran enak dipandang, apalagi resolusinya yang sudah Full HD. Gak seperti sebelumnya yang serasa menggunakan laptop dengan panel TN, layar Aspire Vero nyaman buat digunakan di indoor maupun outdoor.

Layar ini memiliki color gamut 100% sRGB yang menjamin warna yang ditampilkannya terasa lebih vivid dan akurat. Namun catatan minus yang sama masih ada di Acer Aspire Vero 14 ini, yakni bezel yang terlampau tebal, terutama pada bagian atas dan bawahnya. 

Mungkin ke depannya, Acer bersedia untuk membuat seri Aspire Vero lebih bezel-less. Bukan cuma enak dipandang, tapi menjadi bakal jadi nilai lebih dari laptop ini.

Baca juga: Review Acer Swift 5 Aerospace: Enteng dan Tahan Banting, Kinerja Sip!

Keyboard sampah’ yang enak buat kerja

Seperti yang sudah dikatakan di awal, keyboard laptop ini terbuat dari 50 persen material sampah plastik rumah tangga atau PCR. Walau dibuat dari sampah, tapi pengalaman mengetiknya begitu mewah.

Keycaps atau tombol dari laptop ini nyaman dan empuk banget. Permukaannya juga halus, ditambah jarak antar tombol yang tak terlalu berdekatan, sehingga meminimalisir kesalahan pengetikan atau typo.

Keyboard-nya juga dilengkapi oleh LED backlight yang pintar, karena bakal nonaktif ketika keyboard tak digunakan. 

Area trackpad atau touchpad dari Acer Aspire Vero 14 juga terasa smooth dan mudah digunakan. Memang sih, areanya terasa lebih kecil, tapi masih nyaman buat mengontrol kursor atau mengaktifkan fungsi mouse pada umumnya.

Tepat di atas kiri touchpad, ada sensor sidik jari yang responsif. Terhubung ke Windows Hello, gak perlu lagi tuh login pakai PIN atau password.

Baca juga: Review Huawei MateBook X Pro: Berasa Pakai MacBook Pro

Audio ajib!

Apresiasi tinggi deh buat desainer Acer Aspire Vero 14. Posisi sepasang speaker di laptop ini memang ada di bawah penampang bodi, tapi berkat desain engsel dimana bagian bawah layar menjadi penopangnya, membuat posisi penampang keyboard bakal terangkat.

Alhasil, posisi speaker tidak ketutupan yang membuatnya mengeluarkan suara yang mendem. Sepasang speaker di laptop ini punya kualitas yang bagus, jernih, dan nendang saat volume dimaksimalkan.

Buat sekadar dengerin musik atau nonton film tanpa speaker tambahan sih masih sah-sah saja. Suara low-mid dan mid-high, terdengar dengan baik, jadi dengerin lagu genre apapun cocok banget dengan laptop ini.

Sektor mikrofon juga patut diacungi jempol. Acer membekali mikrofon Aspire Vero 14 dengan fitur Acer PurifiedVoice yang didukung AI atau kecerdasan buatan. Dengan teknologi ini, suara bising di latar belakang dapat direduksi, sehingga suara yang diterima lawan bicara saat meeting online bakal terdengar dengan jelas meskipun di tengah keramaian.

Baca juga: Review Realme Pad Mini: Tablet Pertama Realme yang Mengesankan

Sudah dukung Thunderbolt 4

Upgrade signifikan dibanding Acer Aspire Vero National Geographic Edition yang sempat saya review adalah, kehadiran port USB-C yang didukung Thunderbolt 4 dan bisa dipakai buat ngecas.

Ketersediaan port di Acer Aspire Vero 14 memang masih belum memuaskan, lantaran tak ada slot microSD atau SD Card. Port USB-C juga hanya 1 buah saja, meski sudah berjenis USB 3.2, fast charging dan berteknologi Thunderbolt 4.

Ada sepasang USB 3.2 lainnya berjenis USB-A, kemudian jack audio 3,5mm, HDMI 2.1 dengan dukungan HDCP dan port buat ngecas dengan charger bawaan Acer.

Ya, kalau malas bawa charger segede gaban, kalian bisa ngecas menggunakan adaptor dan kabel USB-C dari smartphone, asalkan sudah mendukung power delivery. Hidup mah dibikin simple saja, ya gak?

Baca juga: Review: Acer Aspire Vero NatGeo, Laptop Daur Ulang yang Pas Buat Kerja

Performa stabil, baterai awet dengan VeroSense

Acer Aspire Vero 14 yang saya review ditenagai oleh prosesor Intel Core 12th Gen, tepatnya Intel Core i5-1235U. U Series besutan Intel merupakan tipe prosesor dengan power yang amat rendah dengan Thermal Design Power atau TDP maksimal 15 watt. 

Dengan power yang rendah, maka laptop dengan Intel Core U-Series biasanya punya baterai yang lebih tahan lama, dan inilah yang terjadi pada Acer Aspire Vero 14 yang saya review.

Baterai dengan kapasitas 56 Whr ini dapat bertahan hingga 7  jam penggunaan normal, seperti browsing, mengetik, live streaming hingga nonton film, dan juga memutar lagu. 

Perolehan tersebut didapat ketika saya mengaktifkan Balanced Mode. Ya, seperti seri Aspire Vero lainnya, laptop ini mempunyai software manajemen daya bernama VeroSense.

Dengan aplikasi ini, pengguna bisa mengontrol kinerja laptop sesuai keinginan. Ada empat mode yang tersedia, Eco+ Mode, Eco Mode, Balanced Mode dan Performance Mode. 

Eco+ Mode adalah opsi hemat daya yang ekstrem yang memungkinkan pengguna mendapatkan daya tahan baterai hingga 16,5 jam. Hal ini dapat tercapai dengan mematikan beberapa fitur utama, termasuk fitur untuk ngecas perangkat lain melalui USB-A. Sedangkan Eco Mode juga melakukan hal yang sama. Cuma, fitur ngecas smartphone maupun perangkat lain masih berfungsi seperti normal.

Balanced Mode mungkin jadi salah satu mode terbaik. Kinerjanya pas, daya tahan baterainya juga cukup panjang. Kalau mau lebih ngegas, Performance Mode bisa dipilih. Lebih gesit, iya. Tapi kipas pada laptop ini juga jadi lebih berisik dan cenderung mengganggu. 

VeroSense juga membawa fitur ala smartphone Android, yakni Optimized Battery Charging. Fitur ini membatasi pengisian baterai sampai 80 persen saja untuk memperpanjang masa pakai baterai. 

Lantaran baterainya yang awet, tak heran kalau Acer Aspire Vero 14 pun mengantongi sertifikat Intel Evo. Sertifikat ini lumayan sulit untuk didapatkan, karena laptop wajib memenuhi beberapa persyaratan, seperti jaminan responsivitas, daya tahan baterai, konektivitas, kualitas audio dan layar, serta desainnya yang ringan dan enteng dibawa kemana-mana.

Soal performanya, Acer Aspire Vero 14 menyuguhkan kinerja yang stabil. RAM 8 GB LPDDR4X dual-channel, memori penyimpanan SSD NVMe 512 GB yang bisa di-upgrade dengan mudah, serta kartu grafis terintegrasi Intel Iris X yang sudah optimal.

Laptop ini tak mengalami lagging sama sekali saat membuka banyak browser sekaligus dan menjalankan beberapa aplikasi dalam satu waktu. Kalaupun kinerjanya terasa kurang kencang, aktifkan saja Performance Mode di VeroSense, dijamin laptop bakal lebih ngebut dari biasanya, meski daya tahan baterai benar-benar dikorbankan.

Baca juga: Review Asus Vivobook S14 OLED, Laptop Bertenaga Paket Lengkap

Ramah lingkungan, ramah di kantong, ramah buat kerja

Jujur, Aspire Vero 14 besutan Acer ini memang unik. Konsep yang diusungnya sederhana, tapi berdampak luas buat keberlangsungan Bumi ke depannya. 

Menggunakan material PCR alias sampah plastik daur ulang pada sasis, bezel dan keyboard, malah menggunakan sampah plastik di laut untuk touchpad, seakan membuat siapapun penggunanya sadar betapa pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.

Bukan cuma laptopnya saja yang dibuat dari sampah, kotak kemasannya pun menggunakan material daur ulang. Paket pembelian dari Acer Aspire Vero 14 menggunakan kertas daur ulang dengan persentase 90 persen. 

Acer juga menghilangkan kemasan busa yang mencemari lingkungan dan juga susah buat diurai. Kemasan plastik pun dihindari, terasa jadi ‘teguran’ buat brand lainnya yang masih menggunakan plastik untuk membungkus adaptor charger.

Di samping materialnya yang ramah lingkungan, Acer Aspire Vero 14 juga ramah di kantong konsumen, karena dijual dengan harga Rp10 jutaan saja. Meski murah, spesifikasi dan fitur yang ditawarkannya pun ramah buat pengguna kantoran maupun kreator konten pemula yang memerlukan aplikasi editing ringan.

Cek informasi menarik lainnya di Google News

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini