Technology

Review Asus Zenfone 5Z: Kenceng Enggak Harus Mahal

  • 27 November 2018
  • Bagikan :
    Review Asus Zenfone 5Z: Kenceng Enggak Harus Mahal

    Hal pertama yang menarik dari memang bukan 'poninya', atau fiturnya, tapi spesikasinya yang setara dengan ponsel dengan harga dua kali lipatnya.

    Asus Zenfone 5Z ZS620KL dibekali chipset Snapdragon 845 dengan memori RAM 8GB. Coba bayangkan, dengan memori RAM sebesar itu kamu bisa ngapain aja, multitasking, ngedit video, main game kelas berat, dan lainnya.

    Asus Zenfone 5Z ZS620KL sebenarnya sudah diperkenalkan di Indonesia pada Mei 2018 lalu, tapi ponsel ini baru ada di pasar beberapa bulan setelahnya. Dan sampai sekarang, sepertinya ini masih ponsel yang bisa menandingi Pocophone dari harga dan performa.

    Desain Seragam

    Kalau ngomongin desain, sebenarnya enggak ada yang istimewat dari Asus Zenfone 5Z ZS620KL ini. Layarnya berponi, sama dengan kebanyakan ponsel Android kekinian.

    Sebagian besar bodinya menggunakan bahan Special Thermoplastic Polyurethane (TPU), tapi beberapa kerangka pokok menggunakan alumunium. Ini yang membuatnya ringan, tapi sekaligus terasa kuat.

    Bagian belakangnya juga dibuat menarik, dilapisi kaca dengan warna siluet yang berpusat dipemindai sidik jari. Jadi sayang mau memakaikannya casing.

    Tapi kalau memang tidak mau pakai casing, berhati-hatilah. Karena ponsel ini tergolong licin. Saya saja sudah menjatuhkannya sesaat setelah mengangkatnya dari boks yang masih tersegel. Duh!

    Letak tombolnya enggak jauh berbeda dengan ponsel Android lain. Tombol volume dan daya ada di sebelah kanan, sementara akses pemindai sidik jadi ada di belakang.

    Kemudian kameranya ada dua, satu wide angle dan satunya yang biasa. Tata letaknya mirip kayak iPhone X, tapi fungsinya saja yang berbeda. Karena kedua lensa Asus Zenfone 5Z tidak bisa dipakai bersamaan.

    Untuk speaker diletakan di bawah dan di atas. Ya, Asus Zenfone 5Z punya dua speaker dengan keluaran stereo. Tapi sayangnya speaker atas dan bawah punya power yang berbeda, jadi masih kurang nendang kalau dipakai agak keras.

    Jadi soal desain, ya sudahlah ya, karena meski menarik tapi Asus Zenfone 5Z tidak istimewa.

    Performa: Murah Bertenaga

    Murah itu relatif. Memang. Tapi sebenarnya kita juga bisa menilainya dari perbandingan dari harga dengan rupa yang kita dapat. Contoh ponsel yang murah ya Asus Zenfone 5Z ini.

    Ponsel ini diperkenalkan dengan harga Rp 6,6 juta beberapa bulan lalu. Artinya, secara spesifikasi ponsel ini mungkin bisa diadu dengan Galaxy S9 atau bahkan Galaxy Note 9. Tapi harganya bisa separuhnya. Masih bilang mahal?

    Saya memakai ponsel ini sebagai ponsel kedua, jadi intensitasnya memang tak terlalu padat. Paling-paling cuma untuk nonton Netflix, bermain game, dan sesekali mengedit video dengan Power Director. Semuanya lancar.

    Pengujian dengan aplikasi benchmark seperti 3DMark, PC Mark dan Antutu juga berakhir baik. Berikut adalah skor dari masing-masing aplikasi.

     

    Gimana? Lumayan tinggi kan skornya?

    Ponsel yang punya spesifikasi tinggi biasanya juga boros baterai, tapi itu enggak saya temui di Asus Zenfone 5Z ini.

    Memang, ponsel ini enggak dipakai buat chating atau menelpon, tapi cukup sering dipakai streaming video dan main game. Itu saja sudah bertahan sampai dua hari.

    Kemudian enggak cukup sampai di situ. Karena penasaran, saya mengujinya pakai aplikasi PC Mark. Khusus untuk yang ngukur berapa lama daya tahan baterainya.

    Hasilnya? Menurut aplikasi tersebut Asus Zenfone 5Z mampu bertahan 11 jam lebih. Bener kan? Irit baterai.

    Kamera Oke Punya

    Selain kencang, yang banyak dinilai pengguna saat mau beli smartphone ya kameranya. Itu juga yang coba ditawarkan Asus melalui Zenfone 5Z ini.

    Dengan dua lensa, yang utama 12MP aperture f/1.8 dengan sensor Sony IMX363 berukuran 1/2.55. Satunya wide angle 120 derajat 8MP aperture f/2.2 sensor 1/4″.

    Pengalamana saya selama beberapa pekan memakai ponsel ini, kamera Asus Zenfone 5Z memang baik. Tapi hanya sebatas untuk pemkaian di sosial media saja.

    Untuk foto landscape bagus, portrait juga oke, dan malam hari yang biasanya sulit Asus Zenfone 5Z bisa dipakai dengan kualitas yang masih cukup layak.

    Berikut adalah beberapa foto yang sama ambil menggunakan Asus Zenfone 5Z. Semuanya mode otomatis dan tanpa proses editing sedikit pun.

    Sekali lagi Asus berhasil menghadirkan ponsel yang diimpikan banyak orang. Spesikasi kencang, kamera bagus, tapi dengan harga terjangkau.

     

    Spesifikasi Asus Zenfone 5Z

    • Sistem Operasi: Android 8.0 (Oreo)
    • Dimensi: 153 x 75.7 x 7.9 mm
    • Bobot: 155 gram
    • Layar: 6.2 inches, 1080 x 2246 pixels dengan Corning Gorilla Glass
    • Chipset: Qualcomm SDM845 Snapdragon 845
    • Prosesor: Octa-core (4x2.7 GHz Kryo 385 Gold & 4x1.7 GHz Kryo 385 Silver
    • Memori: RAM 8GB dan ROM 256 GB
    • Kamera: 12 MP, f/1.8 IOS 4 Axis dan 8 MP, f/2.0
    • Baterai: Li-Ion 3300 mAh

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini