icon-category Gadget

Review Huawei P50 Pro: Worth It Jadi Dewanya Kamera?

  • 25 Feb 2022 WIB
  • Bagikan :
    Foto: Huawei P50 Pro (dok. Vina, Uzone.id)

    Uzone.id - Indonesia kedatangan smartphone flagship terbaru nih dari brand Huawei. Huawei meluncurkan seri terbaru dari smartphone P series mereka. Sebenarnya, Huawei P50 Pro ini sudah lebih dulu dirilis di negara asalnya di tahun 2021 lalu, sekitar bulan Juli dan Agustus namun baru hadir ke pasar global di bulan Januari dan di Indonesia di Februari ini.

    Daftar Isi:
    1. Desain
    2. Layar
    3. Baterai
    4. AppGallery dan HarmonyOS
    5. Performa
    6. Kamera
    7. Kesimpulan

    Nah, kali ini Uzone.id dapat kesempatan untuk mencicipi smartphone yang katanya punya kamera terbaik saat ini. Huawei P50 Pro ini diklaim jadi ‘rajanya kamera’ alias Camera King. Hmmm kira-kira dengan harga Rp15 jutaan, kamera ini layak gak ya disebut Camera King?

    1. Desain

    Gak diragukan lagi kalau desain Huawei P50 Pro ini terlihat bagai smartphone mahal alias elegan, sepadan dengan harganya. Huawei P50 Pro memiliki bobot lebih ringan dari generasi sebelumnya (P40 Pro berbobot 209 gram), yaitu 195 gram dengan dimensi 158.8mm x 72.8mm x 8.5mm. Bodinya yang ramping dan ringan jadi kelebihan dari smartphone ini ditambah lagi dengan desain layar melengkungnya. Saat digenggam, P50 Pro gak bikin tangan saya kewalahan.

    Baca juga: Resmi Meluncur! Ini Spesifikasi Lengkap Huawei P50 Pro

    Kesan mewahnya juga terlihat dari dua kamera di bagian belakang, kamera belakang Huawei P50 dikemas dalam dua lingkaran besar yang mirip dengan sebuah kacamata, desain ini disebut huawei sebagai Dual-Matrix Design. Lalu, bahan materialnya yang glossy ditambah dengan varian warna Cocoa Gold membuat kamera ini makin cantik.

    P1400552

    (Foto: Huawei P50 Pro varian Cocoa Gold/Yudi, Uzone.id)

    Kemudian, untuk layar bagian depannya, Huawei P50 Pro hadir dengan kamera punch-hole di tengah-tengah. Sebenarnya punch-hole ini tidak terlalu mengganggu tapi just in case kalian ingin melihat layar tanpa punch-hole, kalian bisa loh ‘menghilangkannya’ di menu pengaturan.

    Yang disayangkan adalah tidak adanya audio jack, yang mana buat pendengar musik, ini jadi kehilangan tersendiri khususnya buat saya yang lebih nyaman pakai earphone dibanding earbuds. Huawei mendorong penggunanya untuk se-‘wireless’ mungkin nih sepertinya, tapi tenang saja kalian masih bisa mendengarkan lagu dan musik pakai earbuds, kok.

    Oh iya, Huawei sudah memasukkan softcase bawaan di box-nya sebagai pelindung tambahan, sepaket dengan pengisi daya 66W, kabel USB-C, dan alat pelepas.

    Huawei P50 Pro ini memiliki tombol volume dan power di bagian kanan, bagian kirinya dibiarkan polos. Lalu, ada double speaker stereo yang bikin suara terdengar dari berbagai arah smartphone. Puas banget buat mendengarkan musik atau nonton video dengan suara nyaring.

    2. Layar

    P1400545

    (Foto: Huawei P50 Pro varian Cocoa Gold/Yudi, Uzone.id)

    Seperti yang disebutkan sebelumnya, layarnya yang melengkung membuat layar Huawei P50 Pro terlihat makin luas. Memiliki ukuran layar 6,6 inci dengan jenis OLED, P50 Pro memiliki resolusi tinggi 1228x2700 piksel dan refresh rate 120Hz.

    Tak ada masalah kalau soal layar, karena Huawei P50 Pro hadir dengan kualitas layar yang gak diragukan lagi, dengan panel OLED dan resolusi yang cukup besar dan memiliki 1 miliar warna, tampilan layar Huawei P50 Pro mampu menghadirkan konsistensi warna yang sinematis. 

    Tak hanya itu, refresh rate tinggi 120Hz bikin layar mulus saat digulir ke sana-sini. Untuk daya yang lebih tahan lama, P50 Pro menghadirkan 2 pilihan untuk mengatur kecepatan refreshnya, yang pertama adalah dengan kecepatan maksimum 120Hz dan kecepatan standar dengan membatasi kecepatan rate menjadi 60Hz.

    Begitupun untuk resolusi layar, pengguna bisa mengaturnya menjadi full resolusi tinggi sebesar 1228x2700 piksel dan resolusi rendah sebesar 921x2025 piksel untuk menghemat daya.

    3. Baterai

    Huawei P50 Pro hadir dengan baterai sebesar 4360mAh dan pengisian cepat 66W. Smartphone ini bisa mengisi dari 0 hingga 100 persen dalam waktu kurang lebih 1 jam, dan penggunaannya bisa sampai 24 jam bahkan lebih loh untuk penggunaan full ya.

    Saya menggunakan smartphone ini dari jam 11 siang untuk berbagai aktivitas seperti membuka internet, menonton, main game ringan seperti Wormzone, game berat seperti Mobile Legend dan foto-foto hingga jam 8 malam, baterai yang terpakai hanya sekitar setengahnya alias 53 persen. 

    4. AppGallery dan HarmonyOS

    Ketidakhadiran Google Mobile Services (GMS) gak lagi jadi masalah karena HarmonyOS menggantikan posisi tersebut dengan baik dan matang.

    AppGallery atau pengganti Google Play Store sudah memiliki aplikasi yang lebih lengkap, seperti e-commerce, media sosial, aplikasi PeduliLindungi, game-game beken seperti Free-Fire, Mobile Legend dll.

    P1400548

    (Foto: Huawei P50 Pro varian Cocoa Gold/Yudi, Uzone.id)

    Untuk aplikasi yang belum ada, Huawei masih mempermudah pengguna dengan mengarahkan pengguna untuk menginstalnya dari pihak ketiga yang aman. Lalu, jika kalian ingin menggunakan aplikasi-aplikasi Android dan Google, ada aplikasi Gspace yang bisa kalian unduh terlebih dahulu. Di sana kalian akan menemukan aplikasi seperti Google Meet, Facebook dkk. 

    Namun, aplikasi Google yang ada di Gspace ini hanya bisa dijalankan dari dalam aplikasi Gspace itu sendiri. Selain itu, setiap membuka Gspace, selalu ada iklan yang muncul.

    Kemudian, untuk fitur pencarian dan maps dll, Huawei memperkenalkan Petal Search, Petal Peta dan ada aplikasi Document yang berisi spreadsheet, presentation, memo dan scanner. Untuk menggunakan Zoom, kalian bisa mengunduhnya dari website yang diarahkan oleh aplikasi AppGallery.

    Selanjutnya, antarmuka EMUI 12 ini gampang dan ringan saat digunakan, ikon dan warna yang lebih berwarna membuat pengguna mudah untuk menggunakannya. Untuk notifikasi dan control barnya, kalian bisa menyapu jari dari atas ke bawah di bagian kiri untuk melihat notifikasi, dan bagian kanan untuk melihat control dan pintasan ke bluetooth, wifi, kecerahan, koneksi data dan lainnya.

    5. Performa

    Huawei P50 Pro dibekali chipset Snapdragon 888 4G yang kabarnya khusus hadir dengan jaringan 4G hanya untuk Huawei. 

    Prosesor ini membuat kinerja Huawei P50 Pro maksimal dan gak bikin ngelag. Untuk aktivitas multitasking pun tak ada masalah. Ketika saya membuka beberapa aplikasi sekaligus, performa P50 Pro tidak mengalami kendala dan cenderung lancar-lancar saja.

    Dipadukan dengan RAM sebesar 8GB dan penyimpanan luas hingga 256GB, kinerjanya gak perlu diragukan lagi.

    Sayangnya, saya merasa smartphone ini agak cepat ‘menghangat’ ketika menggunakan beberapa aplikasi seperti main game sambil mendengarkan musik selama kurang dari 1 jam dipakai. Begitupun ketika digunakan untuk kegiatan foto-foto.

    Selebihnya, kinerja dari smartphone ini tidak ada masalah dan hambatan apapun alias mulus no nge-lag.

    6. Kamera

    Dengan harga 15 juta, Huawei P50 Pro worth it untuk disebut sebagai Rajanya Kamera. Dengan berbagai inovasi dan teknologi yang dihadirkan, saya merasa menjadi fotografer karena outcome yang dihasilkan terlihat nyata dengan warna yang terlihat mirip dengan aslinya. 

    Huawei P50 Pro memiliki kemampuan kamera canggih dengan jumlah 4 buah kamera belakang yang terdiri dari lensa True Colour 50MP, lensa True Colour (Monocrom) 40MP, lensa Ultra-Wide Angle 13MP dan lensa SuperZoom 64MP.

    P1400554

    (Foto: Huawei P50 Pro varian Cocoa Gold/Yudi, Uzone.id)

    Huawei P50 Pro juga dibekali dengan berbagai inovasi dan teknologi seperti True Colour Dual Matrix Camera, True-Chroma Shot, Teknologi Gambar XD Optik dan Huawei XD Fusion Pro.

    Yang saya suka adalah warna yang ditampilkan saat memotret di waktu malam, setiap warna dan detailnya ditangkap dengan baik oleh teknologi dari Huawei P50 Pro. Hal ini berkat teknologi True-Chroma Shot yang memungkinkan pengguna untuk menangkap beragam warna akurat secara mudah hanya dengan satu sentuhan. 

    Tak hanya itu, sesuai dengan klaimnya, warna yang dihasilkan di kamera ini memiliki hasil yang hampir mirip dengan aslinya. Contohnya, saya pakai untuk memotret lipstik dan hasilnya? Surprisingly, mirip sekali.

    IMG_20220224_1020092

    Kalau soal membidik foto dari dekat maupun jauh, Huawei P50 Pro punya rentang Zoom hingga 200x.

    Kamera dari Huawei ini memproses foto dalam beberapa tahapan, maka dari itu saat proses membidik foto, kita harus menunggu sekitar 1 atau 3 detik sebelum hasil yang sebenarnya keluar, dan hasilnya ini akan menampilkan warna yang akurat, detail yang jernih dan pencahayaan yang sangat memuaskan.

    7. Kesimpulan

    Disebut sebagai smartphone kamera terbaik dengan harga Rp15 jutaan, Huawei P50 Pro ini worth it banget apalagi jika dilihat dari kualitas kamera, desain dan layar yang ditawarkan. Kamera Huawei P50 Pro ini no doubt memiliki kualitas kamera yang super apik, sesuai dengan klaim mereka yang menyebutnya sebagai ‘King of Camera’.

    Berikut beberapa hasil foto yang saya ambil menggunakan kamera Huawei P50 Pro:

    IMG_20220121_154453

     

    IMG_20220121_170644

    IMG_20220121_171055

    IMG_20220221_182654

    IMG_20220223_182441

    Kemampuan Zoom dari kamera Huawei P50 Pro:

    IMG_20220223_175410

    IMG_20220223_175214

    IMG_20220223_175224

    IMG_20220223_175237

    IMG_20220121_173814

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini