Home
/
Automotive

Review Maka Cavalry: Motor Listrik Nyaman atau Cuma Gimmick?

Review Maka Cavalry: Motor Listrik Nyaman atau Cuma  Gimmick?

Brian Priambudi24 March 2025
Bagikan :

Uzone.id - Motor listrik Maka Cavalry menjadi penantang baru di industri otomotif saat ini. Dengan tagline yang mengklaim sebagai motor paling enak, seberapa benar klaim tersebut? Atau cuma gimmick semata?

Maka Cavalry dijual di Indonesia dengan harga Rp35,8 jutaan untuk on the road Jakarta. Dengan banderol tersebut, motor ini diklaim mampu lari hingga 105 km/jam dan jarak tempuhnya mampu mencapai 160 kilometer.

Itu di atas kertas, kalau dites secara riil, bagaimana kenyataannya?

Preview

Desain skuter maxi

Kita bahas dulu dari segi desainnya, Maka Cavalry memiliki desain layaknya sebuah skuter maxi. Bahkan jika dilihat sekilas mirip dengan Honda ADV 160 yang memiliki gaya sebuah motor petualang.

Namun sebenarnya detail dari Maka Cavalry benar-benar berbeda dari produk yang diusung Honda. Terutama dari segi fascia depannya, Cavalry tampil cukup agresif dengan dua buah lampu utama yang sudah menggunakan projektor.



Di bagian atas lampu Maka Cavalry terdapat windshield yang cukup panjang. Sayangnya windshield ini belum dapat diubah posisinya, alias fiks.

Di bagian tengah, terdapat body yang cukup besar di antara dua pijakan kaki pengendara. Jok Maka Cavalry juga cukup lebar yang cocok untuk digunakan pengendara dengan badan yang besar.

Sementara untuk di bagian belakangnya, Maka Cavalry tampil cukup sederhana namun tetap memperlihatkan kegarangannya. Sayangnya motor ini tidak dilengkapi dengan spatbor, melainkan menggunakan mud guard sebagai pelindung dari cipratan ban belakang.

Soal kaki-kaki, Maka Cavalry punya ukuran yang cukup gambot karena menggunakan tapak yang lebar yakni 110/70 di depan dan 130/70 di belakang. Ditambah lagi kedua ban tersebut menggunakan diameter 14 inci, sehingga cukup besar untuk sebuah skuter maxi.


Preview


Performa bisa fun to drive

Seperti yang disebutkan di atas, Maka Cavalry punya spesifikasi yang cukup mumpuni. Meskipun tenaganya terbilang kecil yakni hanya 12 hp, tetapi angka ini cukup besar sebagai motor listrik. Ditambah lagi torsinya bisa mencapai 251 Nm, gede banget kan?

Nah tenaga dan torsi Maka Cavalry diatur lewat dua mode berkendara yakni Hi-Regen dan Hi-Torque, keduanya memberikan keunggulan tersendiri. Hi-Regen berfungsi layaknya eco mode yang membatasi keluaran tenaga, kecepatan, dan mampu melakukan regenerasi daya. Sedangkan Hi-Torque memiliki kemampuan untuk memberikan performa sepenuhnya.

Saat mencoba mode Hi-Regen, Maka Cavalry memang perlu usaha lebih untuk meraih tenaga yang diinginkan. Pasalnya tuas throttle harus diputar lebih dalam hanya untuk mencapai kecepatan di atas 30 km/jam. Menariknya, meskipun ini mode yang hemat daya, motor listriknya tetap bisa memberikan kecepatan yang lumayan hingga 68 km/jam.



Ketika menggunakan mode Hi-Regen ini, Maka Cavalry seperti memberikan jarak tempuh yang sebenarnya. Karena mode ini didukung dengan teknologi regenerasi daya dan regenerasi braking. Regenerasi daya terjadi pada saat pengendara menutup tuas throttle, sementara regenerasi braking terjadi pada saat tuas rem ditarik.

Dengan dua regenerasi ini, membuat Maka Cavalry menjadi lebih irit secara daya. Ditambah lagi teknologi ini mampu memberikan rasa seperti engine brake yang membuat pengendara tidak terlalu usaha lebih untuk menekan tuas rem.

Kalau di mode Hi-Torque, Maka Cavalry seperti ingin memberikan rasa berkendara yang menyenangkan bagi pecinta kecepatan. Pasalnya, akselerasi di mode berkendara ini cukup ngejambak yang membuat kecepatan meningkat dengan instan.

Meskipun memberikan akselerasi yang menyenangkan, mode Hi-Torque ini cukup halus di putaran awal. Sehingga bagi pemula, saat mulai membuka throttle tidak terlalu mengejutkan karena masih linear.

Sementara akselerasi yang cepat terjadi saat Maka Cavalry sudah mencapai kecepatan di atas 30 km/jam. Di atas kecepatan tersebut, kecepatan dengan mudah meningkat hingga mencapai 70-80 km/jam. Sayangnya di atas 90 km/jam, akselerasinya cukup menurun karena hampir mendekati kecepatan tertinggi.



Nah di mode Hi-Torque ini, Maka Cavalry tidak memiliki regenerasi daya. Artinya pada saat tuas throttle ditutup, tidak ada sensasi seperti engine brake. Namun pabrikan tetap memberikan regenerative braking walaupun sedikit ketika tuas rem ditarik.

Nah soal konsumsi listriknya, kami mencoba dalam beberapa mode berkendara untuk digunakan rumah ke kantor dengan jarak sejauh 15 km. Hasilnya mode Hi-Regen menghabiskan daya sebesar 12 persen untuk menempuh jarak tersebut. Sedangkan di mode Hi-Torque menghabiskan daya hingga 23 persen untuk menempuh jarak tersebut.


Preview


Kesimpulan

Jadi klaim Maka Motors yang menyebutkan produk motor listriknya yang paling enak, benar adanya. Secara performa motor ini sangat menyenangkan, namun jika membutuhkan daya yang lebih irit juga bisa diandalkan.

Dari segi harga, motor listrik ini juga cukup selaras dengan kualitas dan spesifikasi yang ditawarkan. Bahkan dibandingkan kompetitornya, Maka Cavalry justru lebih murah.

populerRelated Article