
Oppo Reno14 Pro dibanderol dengan harga Rp10.999.000. Harga yang mahal untuk sebuah smartphone menengah ke atas, dimana harganya setara iQOO 13 dengan Snapdragon 8 Elite, sedikit lagi menyamai Xiaomi 15 dengan kamera Leica-nya, beda Rp2 juta dengan Vivo X200 dengan lensa Zeiss, dan lebih murah Rp3 juta dari Oppo Find X8 dengan kamera Hasselblad-nya.
Kami pun sempat mikir, “Ini Oppo salah kasih harga atau gimana sih?”
Menjadikannya sebagai daily driver, berikut kesan-kesan kami pakai smartphone ini dalam review Oppo Reno14 Pro.
Desain ‘ekor mermaid’ yang cantik
Oppo Reno14 Pro hadir dalam dua warna, Opal White dan Titanium Grey. Unit yang kami review berkelir Opal White yang memang jadi hero color dari Oppo Reno14 Pro.
Warna ini cantik, terlebih saat berpadu dengan softcase bening yang kualitasnya premium. Sebab, warna putihnya punya corak ekor putri duyung dengan efek gradasi warna. Kadang warnanya keemasan, kadang juga berubah menjadi biru muda saat terkena paparan lampu.
Buat sebagian besar pengguna, desain ini gimmick. Memang sih, tapi satu hal yang bisa dipastikan, Oppo selalu berhasil membuat desain Reno Series mereka berbeda dari smartphone lain di kelasnya.
Dan sekali lagi, seperti yang kami bilang, tersedia softcase bening yang kualitasnya tinggi. Bukan casing murahan, tapi softcase dengan bagian belakang keras dan tepian yang lentur.
Bukan saja cantik, Oppo Reno14 Pro juga bisa dipakai di segala kondisi berkat sertifikasi IP68/69. Itu artinya, smartphone ini bukan sekadar tahan cipratan air saja, tapi juga mampu bertahan dalam tekanan air tinggi, suhu panas, bahkan terendam hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.
Sisanya sebenarnya masih serupa seperti sebelumnya. Oppo masih mempertahankan identitas dari Reno Series sebelumnya dengan menyertakan modul kamera yang dibuat persegi berukuran lumayan besar. Modul ini memuat dua lensa gede dan satu lingkaran kamera lain di sebelahnya, plus LED Flash di bawahnya.
Beralih ke depan, Oppo Reno14 Pro juga berhasil bikin kagum. Layarnya luas, datar, dan dibuat bezel-less.
Layar AMOLED-nya dikelilingi bingkai yang ramping nan simetris, sehingga menciptakan visual yang terasa luas. Panel AMOLED seluas 6,83 inci ini beresolusi 1.272 x 2.800 piksel, serta mendukung refresh rate 120Hz dan HDR10+.
Sekali-kali, cari deh konten HDR di YouTube dan putar pada resolusi tertinggi, dijamin bikin eyegasm. Apalagi, layar smartphone ini memiliki kedalaman warna mencapai 1 miliar warna atau 10-bit, dan tingkat kecerahan layarnya tembus 1.200 nits pada high brightness mode (HBM).
Itu belum cukup. Layarnya sudah disematkan in-display fingerprint yang responsif dan diberikan lapisan Corning Gorilla Glass 7i biar gak mudah tergores.
ColorOS 15 bikin nyaman
Salah satu kejutan, sekaligus komitmen Oppo untuk memastikan perangkatnya bisa dipakai selama bertahun-tahun ke depan adalah jaminan update OS super panjang. Berjalan di ColorOS 15 berbasis Android 15, Oppo Reno14 Pro akan mendapatkan 5 kali major update, atau setidaknya mendapatkan update sampai Android 20!
Ada beberapa poin penting dari ColorOS 15 yang kami suka. Personalisasi adalah hal pertama yang jadi kelebihan ColorOS 15 di Oppo Reno14 Pro. Kami bebas mengatur wallpaper, bentuk dan ukuran ikon, jenis font, tema, dan apapun yang terkait tampilan layar, pada satu pengaturan.
Kalian tinggal masuk ke Settings dan pilih Wallpaper & Style, langsung terpampang pengaturan Flux Themes, dimana kalian sebagai pengguna bebas otak-atik tema sesuai keinginan. Malah, ada opsi Depth yang membuat tulisan seolah ditaruh pada objek utama dari wallpaper.
Opsi warna tampilan juga dapat kalian atur, entah secara manual atau secara otomatis mengikuti warna dari wallpaper yang diset sebelumnya.
Hal kedua yang kami suka adalah enaknya OS ini saat digunakan. Mulus, bersih, dan tanpa iklan. Meski, ada beberapa aplikasi bloatware yang otomatis terpasang, namun kalian bisa dengan mudah menghapusnya semua dengan cara masuk App Drawer, tekan tiga titik vertikal di kanan atas layar, tekan Select dan pilih aplikasi yang mau dihapus sekaligus, kemudian tekan Uninstall.
Ketiga, kebebasan transfer file dari dan ke ekosistem Apple, mulai dari iOS, iPadOS, hingga macOS. Tinggal pastikan perangkat Apple terpasang O+ Connect dan sudah login ke akun Oppo yang sama, kemudian kalian bebas memindahkan file antar kedua ekosistem tersebut.
Dan keempat, banyaknya fitur AI yang dibenamkan Oppo untuk memudahkan pengguna. Mulai dari AI Flash Photography, AI Flash Livephoto, AI Livephoto Export, AI Editor 2.0, AI Recompose, AI Perfect Shot, AI Translate, AI VoiceScribe, hingga AI Call Translator.
Fitur yang sering kami gunakan adalah AI Recompose untuk memperbaiki komposisi gambar yang kami ambil, dan AI VoiceScribe yang bisa transkrip rekaman ke banyak bahasa.
Performa MediaTek Dimensity 8450, sayang masih UFS 3.1
Oppo Reno14 Pro jadi yang ponsel pertama yang ditenagai prosesor Dimensity 8450. Pertama dan juga spesial bisa dibilang, lantaran prosesor ini memang disesuaikan untuk Reno14 Pro.
Bahkan menurut Thomas Ho selaku Senior Product Marketing Director MediaTek, prosesor ini adalah hasil kolaborasi khusus antara MediaTek dan Oppo, membuat performa smartphone ini bakalan optimal untuk berbagai macam hal, termasuk untuk urusan AI dan gaming.
Membedah sedikit spesifikasinya, Dimensity 8450 dibuat pada arsitektur 4nm dan menyuguhkan kekuatan hingga 3,25 GHz.
Chipset ini disandingkan dengan RAM LPDDR5X 12 GB dan ruang penyimpanan 512 GB yang sayangnya masih UFS 3.1. Bahkan smartphone dengan banderol harga di bawahnya pun, sudah gunakan UFS 4.0 lho, Oppo!
Kami melakukan serangkaian tes, berikut detailnya:
Kombinasi MediaTek Dimensity 8450 yang dipadukan dengan RAM LPDDR5X sebesar 12 GB menjanjikan performa kelas atas. Jelas terbukti lewat serangkaian pengujian benchmark sintetis yang kami lakukan.
Seperti di AnTuTu Benchmark v10, dimana ponsel ini berhasil menembus angka impresif 1,6 juta poin. Ini menjadi indikasi awal bahwa Oppo Reno14 Pro memiliki tenaga yang buas, menempatkannya di jajaran perangkat berkemampuan tinggi yang siap melahap berbagai tugas berat tanpa kesulitan.
Kematangan performanya juga terlihat dari skor Geekbench 6 yang mencatatkan 1.608 untuk single-core dan 6.428 untuk multi-core.
Dalam penggunaan sehari-hari, skor single-core yang tinggi menjamin responsivitas saat membuka aplikasi, bernavigasi di antarmuka, dan menjalankan tugas-tugas ringan. Sementara itu, skor multi-core yang kuat memastikan kelancaran saat melakukan multitasking berat atau menjalankan aplikasi yang menuntut sumber daya besar.
Hal ini diperkuat lagi oleh skor PCMark Work 3.0 sebesar 18.276, yang mensimulasikan penggunaan produktivitas harian dan membuktikan bahwa Reno14 Pro sudah andal untuk menemani aktivitas kerja maupun hiburan.
Keunggulan paling menonjol dari perangkat ini terletak pada performa grafis dan stabilitasnya. Skor GPU OpenCL dari Geekbench yang mencapai 11.724 sudah memberi sinyal kekuatan olah grafisnya.
Pembuktian sesungguhnya datang dari hasil 3DMark Wild Life Stress Test. Oppo Reno14 Pro tidak hanya mampu mencetak skor putaran terbaik di angka 10.974, tetapi yang lebih krusial adalah tingkat stabilitasnya yang nyaris sempurna, yaitu 98,9%. Itu artinya, Reno14 Pro mampu mempertahankan performa puncaknya dalam sesi bermain game yang panjang tanpa mengalami penurunan kinerja (throttling) yang signifikan akibat panas.
Secara keseluruhan, Oppo Reno14 Pro memiliki performa yang mumpuni untuk segala skenario, dan performa grafisnya yang stabil juga pas untuk dipakai bermain game secara intens.
Tapi, catatan kecil dari kami khususkan pada penggunaan memori internal UFS 3.1. Meskipun masih sangat cepat dibanding UFS 2.2, di tengah gempuran smartphone lain yang sudah mengadopsi UFS 4.0, pilihan ini terasa sedikit tertinggal.
Kameranya cakep!
Oppo Reno14 Pro dilengkapi tiga kamera bersensor 50 MP dengan masing-masing lensa wide (kamera utama) yang mendukung OIS, lensa ultrawide yang sudah autofokus dan memungkinkan kalian motret makro, serta telephoto dengan OIS yang dukung 3,5x optical-zoom.
Sementara di depan, ada kamera 50 MP lainnya dengan sudut pandang 90°, serta sudah mendukung autofokus.
Kami memotret berbagai momen pakai kamera Oppo Reno14 Pro. Seperti saat pertandingan final sepak bola U23 antara timnas Indonesia vs Vietnam di Gelora Bung Karno, beberapa waktu lalu.
Sebagai awalan, kami coba selfie ala-ala Gen Z menggunakan kamera utama 50 MP. Walau tak ditangkap pakai kamera selfie, kamera utama Oppo Reno14 Pro mampu menghasilkan gambar dengan dynamic range yang sangat baik.
Lihat saja latar belakang yang terang dengan lampu sorot stadion, tidak membuat wajah subjek menjadi gelap atau kehilangan detailnya. Warna jersey yang dikenakan juga ditampilkan dengan cerah dan warna yang akurat, sementara detail logo Garuda di dada dan tekstur kainnya, tetap terjaga ketajamannya.
Peran OIS pada kamera utama terasa perannya di sini. Sistem stabilisasi ini dapat meminimalisir guncangan tangan saat mengambil gambar, sehingga hasilnya tetap fokus dan tajam.
Kamera ultrawide 50 MP juga tetap impresif. Kamera ini dapat menangkap skala dan kemegahan stadion di malam hari dengan baik.
Foto yang menangkap lautan manusia dan arsitektur atap stadion yang rumit menunjukkan distorsi di bagian tepi yang minim. Konsistensi warnanya juga bagus, dimana tidak ada perubahan warna drastis saat beralih lensa. Dan berkat sensor 50 MP dengan resolusi yang tinggi, detail penonton di tribun yang jauh pun masih dapat direpresentasikan dengan cukup baik.
Kemampuan kamera telephoto 50 MP juga patut diapresiasi. Dalam kondisi cahaya stadion yang menantang, kamera mampu mengisolasi subjek dari jarak jauh dengan hasil yang mengagumkan.
Foto para pemain di lapangan menunjukkan ketajaman yang baik, bahkan detail seperti nomor punggung dan bola masih terlihat jelas. OIS juga berhasil meredam getaran sehingga gambar tidak mudah goyang atau buram.
Noise memang terlihat jika diperbesar, hal yang wajar untuk pembesaran di kondisi minim cahaya, namun tingkatannya masih sangat terkontrol dan tidak merusak esensi foto.
Sementara itu, menggunakan kamera telephoto juga bisa pada mode Portrait. Dengan kondisi pencahayaan yang ideal, kualitas warna dan detailnya sangat bagus. Warnanya pas dan natural, berpadu dengan efek separasi antara subjek dan latar belakang yang terlihat sangat rapi dan alami.
Berikut ini beberapa foto lain yang kami ambil pakai kamera Oppo Reno14 Pro:
Kesimpulan
Oppo Reno14 Pro adalah paket komplet yang nyaris tanpa cela, sebenarnya. Mulai dari desain 'ekor putri duyung' yang cantik dan premium dengan sertifikasi IP68/69, layar AMOLED yang memanjakan mata, hingga ColorOS 15 yang mulus dengan jaminan update jangka panjang.
Sektor performa pun tak main-main, chipset MediaTek Dimensity 8450 hasil kolaborasi khusus terbukti sangat bertenaga sekaligus stabil untuk sesi gaming intens.
Ditambah lagi, sistem tiga kamera 50 MP di belakang dan kamera selfie 50 MP di depan mampu menghasilkan foto dan video yang konsisten dan berkualitas tinggi di berbagai kondisi, menjadikannya salah satu seri Reno terbaik yang pernah ada.
Sayang, semua keunggulan tersebut harus disandingkan dengan harga yang terasa overpriced, yaitu Rp10.999.000.
Di angka ini, Reno14 Pro dipaksa bertarung di kelas yang bukan seharusnya, dimana konsumen seharusnya sudah bisa mendapatkan ponsel kelas flagship dengan prosesor yang jauh lebih cepat seperti iQOO 13 yang ditenagai Snapdragon 8 Elite. Terlebih lagi, dengan menambah sedikit budget, pilihan yang lebih superior seperti Vivo X200 atau bahkan Oppo Find X8 sudah di depan mata.
Pada akhirnya, meskipun Oppo Reno14 Pro adalah ponsel yang bagus, strategi Oppo dalam menentukan harga membuatnya menjadi pilihan yang sulit untuk direkomendasikan di tengah kepungan rival yang lebih perkasa.