
Uzone.id - QJMotor Viento AX180 menjadi salah satu skutik sporty yang dimiliki pabrikan asal China itu di Indonesia. Kira-kira gimana rasa berkendara skutik yang ingin menyaingi Yamaha Aerox ini?
QJMotor Viento AX180 masuk ke Indonesia pada pertengahan tahun 2025 kemarin untuk varian ABS, kemudian di akhir tahun pabrikan China itu juga meluncurkan varian baru yakni CBS kepada konsumen.Dengan adanya varian CBS, membuat banderol harga dari skutik sporty tersebut menjadi lebih murah dibandingkan sebelumnya.
Pihak pabrikan pun memberikan kesempatan kepada Uzone.id, untuk merasakan skutik sporty mereka selama beberapa hari. Kira-kira gimana impresinya menggunakan skutik sporty dari China?
Tampilan gabungan Vario dan Aerox
Kalau bicara skutik sporty di Indonesia, Honda Vario dan Yamaha Aerox bisa menjadi salah dua yang paling banyak diincar oleh konsumen yang suka tampilan agresif.
Nah sepertinya QJMotor memadukan kedua motor tersebut untuk menghadirkan skutik sporty Viento AX180, karena desain motor ini seperti paduan dari keduanya.
Di bagian depan, QJMotor Viento AX180 punya bodi yang cukup mengembung seperti layaknya sebuah skutik Maxi. Namun saat dilihat ke lampunya punya bentuk yang agak kotak dan bentuk yang lancip di bawah mengingatkan seperti Honda Vario, meskipun tidak benar-benar sama.
Kemudian tarikan garis bodi belakang yang meninggi dengan ujung yang runcing pada QJMotor Viento AX180, sekilas mengingatkan kita dengan Yamaha Aerox.
Bahkan jika bagian jok hingga buritan belakang dilihat dari atas, sekilas memang mirip dengan skutik sporty keluaran pabrikan garpu tala tersebut.
Termasuk di bagian pelek yang menggunakan 'Y' spoke, ini justru sangat mirip dengan Yamaha Aerox. Mungkin perbedaan ada di lebar pelek, mengingat QJMotor Viento AX180 memiliki ban yang lebih kecil yakni 100/80-R14 dan 120/70-R14.
Sedangkan Yamaha Aerox menggunakan ukuran ban yang lebih besar yakni 110/80-R14 dan 140/70-R14.
Uniknya, QJMotor Viento AX180 seperti memiliki engine mounting yang cukup panjang. Sehingga suspensi belakangnya terlihat sedikit agak miring dibandingkan Aerox yang lebih tegak.
Jarak ban belakang dengan spatbor juga terasa cukup dekat, bahkan jika dihitung menggunakan tangan jaraknya hanya sebanyak 3 jari saja.
Untungnya desain lampu belakang benar-benar berbeda dengan skutik sporty yang pernah ada di Indonesia. QJMotor Viento AX180 punya desain lampu belakang yang cukup besar dan lebar dengan siluet huruf T.
Tarikan responsif handlingnya lincah
Bicara performa dari QJMotor Viento AX180, tentu harus mengetahui dahulu dapur pacu yang digendong oleh skutik sporty asal China ini.
Mesinnya memiliki kapasitas yang cukup besar yakni 175 cc, 1-silinder, 4-katup, SOHC, berpendingin cairan. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 13,5 kW atau setara 18 PS pada 8.500 rpm dan torsi 15 Nm di 6.500 rpm.
Menariknya mesin itu dipadukan dengan tekologi hybrid yang mirip digunakan oleh Yamaha, sehingga membantu akselerasi pada 3 detik pertama.
Alhasil, QJMotor Viento AX180 punya tarikan bawah yang sangat responsif, bahkan terlalu responsif bagi yang tidak terbiasa menggunakannya.
Saat digunakan untuk berakselerasi pun, QJMotor Viento AX180 dengan mudah mencapai kecepatan 50 km/jam dalam satu kali putaran gas saja.
Artinya perlu pembiasaan terlebih dahulu sebelum bisa leluasa mengendalikan skutik sporty yang satu ini.
Karena tarikan gasnya terlalu sensitif, membuat pengendara sedikit kesulitan ketika mengendalikan motor di kemacetan yang membutuhkan stop and go.
Namun hal ini menjadi menyenangkan ketika jalan kosong atau penggunanya sedang mengejar waktu atau menyalip kendaraan lain yang ada di depan.
Ternyata ketika QJMotor Viento AX180 digunakan berboncengan, tenaganya tidak se-responsif saat digunakan sendirian. Sehingga tidak membuat pembonceng kaget dan terjungkal ke belakang.
Tenaga yang terasa besar tidak hanya terasa di putaran mesin bawah saja, tetapi QJMotor Viento AX180 mampu mengisi tenaga yang juga masih besar di putaran menengah dan sedikit di putaran atas.
Tenaga yang besar tadi, beruntungnya diimbangi dengan pengereman yang memadai. Terutama di varian CBS ini punya sistem pengereman yang bersamaan antara ban depan dan belakang.
Sehingga memberikan pengereman yang lebih pakem dibandingkan menggunakan satu sistem pengereman saja.
Handling dari QJMotor Viento AX180 juga dirasa sangat lincah, berkat penggunaan ban yang tidak terlalu besar membuatnya mudah untuk bermanuver kiri dan kanan, terutama saat dikemacetan.
Sayangnya di bagian kaki-kaki dari QJMotor Viento AX180 terasa cukup empuk, memang memberikan kenyamanan yang lebih saat melintasi jalan rusak atau berlubang. Hanya saja saat digunakan bermanuver belok alias cornering, tidak memberikan kestabilan yang diperlukan.
Soal konsumsi bahan bakarnya, QJMotor Viento AX180 mampu mencapai jarak 35 km dalam satu liter konsumsi bensin. Bahasa mudah konsumsi bensinnya adalah 1:35 km/liter.
Ya angka ini tidak bisa dibilang terlalu boros ataupun irit, karena mesin yang digunakan lebih besar yakni 175 cc dibandingkan skutik 150 cc lainnya.
Angka ini juga diraih lewat gaya berkendara yang tidak sepenuhnya irit, artinya ada kalanya pengetesan membutuhkan kecepatan atau bertemu kemacetan hingga jalan menanjak dan berboncengan.
Dengan kapasitas tangki yang besar yakni mencapai 10 liter, maka pemiliknya bisa mencapai jarak 350 km dalam satu kali pengisian bensin penuh.
Kesimpulan
QJMotor Viento AX180 menjadi motor yang cocok digunakan bagi mereka yang ingin tampil sebagai skutik sporty namun juga kencang dari produk keluaran Jepang.
Mengingat kapasitas mesin dan performanya, seharusnya pengguna QJMotor Viento AX180 juga tidak perlu melakukan modifikasi pada mesin untuk meningkatkan tenaga.
Menariknya dengan harga banderol di angka Rp34,6 jutaan untuk CBS dan Rp35,9 jutaan untuk ABS membuat motor ini punya banderol yang lebih murah dari kompetitornya asal Jepang.