.jpeg&w=3840&q=75)
Uzone.id - Royal Enfield Goan Classic 350 menjadi pilihan baru dari versi Classic saja. Model ini lebih mengusung gaya Bobber yang santai untuk digunakan akhir pekan, bukan kenceng-kencengan.
Royal Enfield Goan Classic 350 memang kembaran dari Classic 350 yang lebih dahulu meluncur beberapa tahun lalu. Namun versi ini mendapatkan beberapa ubahan yang membuat posisi berkendaranya berbeda.Royal Enfield Indonesia meminjamkan Goan Classic 350 selama beberapa hari kepada Uzone.id untuk merasakan motor yang hampir masuk ke kategori moge ini dalam penggunaan sehari-hari.
Desain Bobber yang Santai
Seperti yang disebutkan tadi, Royal Enfield Goan Classic 350 merupakan versi Bobber dari Classic 350. Artinya beberapa komponen masih sama yang membuatnya tampil klasik.
Seperti pada lampu utama yang bulat dilengkapi dengan topi seperti pada motor-motor keluaran 1970-an. Kemudian beberapa komponen tampilan juga dibuat bulat agar mencirikan motor klasik, seperti tangki, panelmeter, spion, hingga ke tombol-tombol.
Karena gayanya sebuah Bobber, maka Royal Enfield Goan Classic 350 punya pijakan kaki yang posisinya agak maju ke depan. Tapi tidak terlalu ke depan seperti sebuah motor cruiser.
Bagian setang juga dibuat sedikit tinggi, sehingga pengendara punya riding style yang cukup berbeda dari motor pada umumnya.
Di bagian kaki-kakinya, Royal Enfield Goan Classic 350 punya suspensi teleskopik di depan dan dual shockbreaker di belakang.
Kaki-kaki ini dipadukan dengan pelek jari-jari tubeless dengan ukuran 19 inci di depan dan 17 inci di belakang, konfigurasi ini mencirikan sebuah motor Bobber.
Meskipun gayanya klasik, tapi Royal Enfield Goan Classic 350 punya beberapa teknologi modern seperti lampunya yang sudah LED di semua sisi, panelmeter analog dengan digital, layar TFT mungil untuk penunjuk jam dan navigasi, hingga stater elektrik dan sistem pengabutan yang sudah injeksi.
Performa Santai bukan untuk Kebut-Kebutan
Sebelum bicara soal performa, perlu membahas soal spesifikasi mesinnya terlebih dahulu. Royal Enfield Goan Classic 350 punya mesin 350 cc, 1-silinder, SOHC, 2-katup, berpendingin udara.
Dengan konfigurasi mesin yang masih menggunakan pendingin udara, alias belum radiator, tentu kompresi mesinnya tidak bisa terlalu tinggi yakni hanya di angka 9,5:1 saja.
Dengan demikian, meskipun mesinnya cukup besar, tetapi tenaganya bisa dibilang tidak terlalu istimewa karena hanya menghasilkan 20,2 hp saja di 6.100 rpm. Sementara torsinya cukup besar di putaran mesin rendah yakni 27 Nm di 4.000 rpm.
Oleh karenanya, performa yang dihasilkan dari Royal Enfield Goan Classic 350 memang tidak istimewa. Bahkan motor ini sulit untuk mencapai kecepatan 120 km/jam.
Tapi memang bukan itu yang dijual oleh Royal Enfield pada Goan Classic 350. Pada kenyataannya, motor ini punya raungan mesin, getaran, dan rasa berkendara yang bisa dinikmati.
Raungan mesin J-Series dari Royal Enfield ini terasa cukup padat yang mana menjadi ciri sebuah motor klasik. Getarannya juga masih cukup terasa, meskipun tidak seperti motor Royal Enfield terdahulu yang belum dipegang oleh India.
Royal Enfield Goan Classic 350 akan lebih nikmat digunakan jika berkendara yang santai tanpa terburu-buru. Cukup cruising santai tanpa harus mengejar kecepatan tinggi.
Tak heran, torsi diberikan di putaran mesin yang cukup rendah karena selain untuk menopang bobot motor, kondisi ini juga membuat pengendara menjadi lebih santai.
Ditambah lagi, Royal Enfield Goan Classic 350 punya jok dan bantingan suspensi yang empuk. Membuat pengendara merasakan ciri khas premium dari merek motor asal Inggris tersebut.
Meskipun empuk, kaki-kakinya terbilang cukup antengn untuk bermanuver belok. Meskipun belok menggunakan motor ini tidak bisa terlalu miring karena ground clearance yang rendah.
Kesimpulan
Royan Enfield Goan Classic 350 sebenarnya menjadi motor yang cocok untuk dipakai di akhir pekan atau perjalanan jarak jauh.
Motor bergaya Bobber ini sebenarnya masih worth it untuk digunakan sebagai motor harian. Namun mengingat kota-kota besar yang punya kepadatan lalu lintas tinggi, tentu menjadi tidak relevan ketika harus bermacet-macetan dan selap-selip di antara mobil.
Apalagi dengan harganya antara Rp127-Rp129 jutaan, membuat motor ini lebih cocok untuk dijadikan kendaraan hobi saja daripada untuk harian.