icon-category Gadget

Review Samsung Galaxy M54: Baterai Badak, Kameranya Mantap!

Bagikan :

Uzone.id - Galaxy M Series terbaru dari Samsung gak kayak seri tahun lalu yang terlihat kurang memikat daripada Galaxy A Series yang dirilis di periode yang sama. Di tahun ini, identitas asli dari Galaxy M Series kembali lagi lewat Samsung Galaxy M54 yang ditopang baterai dengan kapasitas badak.

Tahun lalu, Samsung Galaxy M33 atau Samsung Galaxy M53 hanya ditopang baterai 5.000 mAh, jadi gak ada pembeda dengan pesaing lain di rentang harga yang serupa. Alasannya, Samsung harus mematuhi aturan di dunia penerbangan yang membatasi kapasitas baterai portable device maksimal 5.000 mAh.

Setidaknya ‘alasan’ tersebut disampaikan MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, Taufiq Furqan beberapa waktu lalu.

Kini, Samsung Galaxy M54 yang kami gunakan dan review ditunjang baterai dengan kapasitas 6.000 mAh. Tapi, bukan cuma baterai besar saja yang jadi kelebihan Samsung Galaxy M54, ada beberapa hal yang kami notice menjadi keunggulan ponsel ini. Berikut ulasan lengkapnya.

Bodinya plastik, minus IP67

alt-img

Sangat disayangkan, ponsel harga Rp6,4 jutaan masih menggunakan sasis dan bodi dari plastik dan tak menawarkan ketahanan terhadap air sama sekali. Oke lah kalau dirancangnya glass-like seperti beberapa ponsel lainnya (sebut saja Samsung Galaxy A54).

Tapi untuk kasus Galaxy M54, mau dilapisi warna apapun, feel dan look-nya plastik banget. Kelihatan tipis dan tak solid bodi belakangnya. Mengecewakan sih.

Apalagi soal build quality, misal IP rating, Samsung tak memberikan jaminan ketahanan air dan debu pada Galaxy M54. Untungnya, bagian depan Samsung Galaxy M54 sudah dilapisi Gorilla Glass 5, ya masih mending daripada tidak sama sekali.

alt-img

Kalau dari kosmetik alias tampilan luar, kami tak ada keluhan. Desain ‘Galaxy Identity’ diaplikasikan dengan cukup baik pada Galaxy M54, plus warnanya pun eye-catching

Ada dua opsi warna, Silver dengan pantulan warna mejikuhibiniu saat terkena papara cahaya dan Black yang menunjukkan kelir elegan dan enak dipandang.

alt-img

Saat digenggam pun ponsel ini masih nyaman. Ditopang baterai dengan kapasitas jumbo, Samsung Galaxy M54 punya dimensi 164,9 x 77,3 x 8,4 mm dengan berat 199 gram atau 3 gram lebih ringan dari Samsung Galaxy A54.

Layar Super AMOLED Plus memukau, tapi minim fitur 

alt-img

Desain Samsung Galaxy M54 boleh lah bikin agak kecewa. Tapi kesampingkan keluh kesah kalian kalau melihat kualitas layar Super AMOLED Plus di ponsel ini.

Super AMOLED Plus, apa bedanya dengan Super AMOLED biasa? Secara visual memang sulit membedakan mana yang Plus dan mana yang reguler. Tapi teknisnya, Super AMOLED Plus lebih tipis dan ringan ketimbang Super AMOLED biasa.

Panel yang disematkan pada Galaxy M54 seluas 6,7 inci dan sudah beresolusi Full HD+. Buat gaming atau sekadar buka medsos, terasa lebih smooth lantaran mendukung refresh rate 120Hz.

alt-img

Gak ada keluhan soal kualitas warna, Super AMOLED Plus buatan Samsung memang lebih gonjreng dan detail. Dipadukan dengan layar yang lebih luas, rasanya puas saja menyaksikan konten-konten beresolusi tinggi di layar ponsel ini.

Tapi ada yang kurang. Samsung justru tak memaksimalkan potensi dari Super AMOLED Plus di ponsel ini, seperti tak menghadirkan sertifikasi HDR10+, minus Dolby Vision, gak ada sertifikasi Widevine L1, bahkan dukungan in-display fingerprint juga luput dihadirkan.

Exynos 1380 yang efisien, One UI 5.1 enak banget!

alt-img

One UI itu jadi salah satu OS berbasis Android yang enak buat digunakan. Ringan, tampilannya enak dipandang, minim bloatware, gak ada iklan pula, dan fitur-fiturnya fungsional.

Fiturnya memang tak selengkap Galaxy S Series yang punya Samsung DeX hingga Game Booster dengan mode-mode tambahan lain untuk mengatur performa ponsel secara signifikan. Tapi, user experience yang disuguhkan OS ini sungguh bikin nyaman.

OS ini tidak terasa ngelag saat beralih dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya. Buka dua aplikasi secara bersamaan juga lancar jaya tanpa kendala. 

Belum lagi, Samsung memberikan jaminan bahwa Galaxy M54 mendapatkan upgrade sistem operasi Android sampai 4 kali atau sampai Android 17 dan patch keamanan rutin sampai 5 tahun ke depan.

Apalagi dipadukan dengan chip menengah yang andal, Exynos 1380. Chipset ini dibuat dengan fabrikasi 5nm EUV dan membawa konfigurasi CPU dua cluster, terdiri dari 4-core Cortex A78 dengan clock-speed 2,4 GHz dan 4-core Cortex A55 dengan clock-speed 2 GHz.

Exynos 1280 sebenarnya punya jumlah core dan kecepatan yang sama. Namun, konfigurasinya 2-core untuk performa dan 6-core buat efisiensi, sehingga di atas kertas kinerja Exynos 1380 pun lebih cepat karena punya jumlah core performance yang lebih banyak.

alt-img

Klaimnya Samsung, kinerja CPU pada prosesor ini lebih ngebut 20 persen ketimbang Exynos 1280. Chipset ini dilengkapi GPU atau kartu grafis Mali G68 yang kinerjanya meningkat 26 persen dari sebelumnya.

Kemudian, Samsung Galaxy M54 sudah memiliki RAM 8 GB dengan ruang penyimpanan 256 GB yang bisa ditambah dengan microSD asalkan slot SIM 2 dikorbankan.

Serangkaian pengujian kami lakukan, mulai dari AnTuTu Benchmark, tes baterai, sampai 3DMark untuk menguji stabilitas performa grafisnya. 

Di AnTuTu Benchmark, Samsung Galaxy M54 mencatatkan skor 572 ribuan poin. Skor yang standar, dibandingkan dengan ponsel di bawahnya dengan prosesor Dimensity 1080 dari MediaTek misalnya, unggul jauh. Kalau disandingkan dengan Snapdragon 778G, terbilang sudah setara.

alt-img

Tapi kalau di-compare dengan chip terbaru seperti MediaTek Dimensity 8050 apalagi Snapdragon 7+ Gen 2, tentu Exynos 1380 jauh tertinggal. 

Di 3DMark, kami ingin mengetahui seberapa stabil performa grafis dari ponsel ini. Simulasi Wild Life pun kami jalankan, ada yang standar dan Stress Test. 

Wild Life biasa, Samsung Galaxy M54 mencatatkan rerata frame rate 16,67 FPS dengan frekuensi frame rate tertinggi menyentuh 21 FPS. 

Kalau di Wild Life Stress test, Samsung Galaxy M54 meraih stabilitas yang sangat baik, yakni 97,3 persen dengan skor tertinggi 2.815 poin. Rata-rata FPS-nya pun kurang lebih sama, berkisar 11 sampai 21 FPS.

alt-img

Samsung Galaxy M54 ditopang baterai dengan kapasitas 6.000 mAh yang didukung fast charging 25W. Dari pengujian kami dengan menjalankan simulasi di PCMark, baterai ponsel ini bisa bertahan lebih dari 13 jam.

PCMark sendiri menjalankan berbagai simulasi multi-tasking, seperti presentasi, video call, editing foto, scrolling dan browsing, serta kegiatan lain yang sering dilakukan pengguna. Simulasi ini dijalankan secara non-stop, sehingga catatan waktu tersebut sudah bagus. 

alt-img

Samsung Galaxy M54 5G sudah didukung fast charging 25W. Agak imba dan mengecewakan, baterai semasif ini cuma didukung fast charging 25W doang. Belum lagi, Samsung jual ponsel ini bak ‘ponsel batangan’, gak ada adaptor charger sama sekali!

Ketika ponsel di rentang harganya sudah cepet-cepetan fast charging, Samsung masih mentok kasih teknologi pengecasan yang terbilang standar.

Kecepatannya biasa saja, dari pengujian kami, butuh hampir 90 menit untuk mengisi baterai sampai penuh. Kalau buru-buru, ngecas 30 menit memungkinkan baterai ponsel mencapai sekitar 40 persen berdasarkan pengujian kami.

Kamera detail dan tajam

alt-img

Kamera jadi kelebihan lain yang ditawarkan Samsung Galaxy M54. Ponsel ini punya kamera utama dengan sensor 108 MP yang didukung optical image stabilization (OIS), memungkinkan pengguna mendapatkan gambar dengan detail yang tajam, warna yang lebih baik, dan bebas efek guncangan.

Selain OIS, kamera utama ini didukung juga dengan video digital image stabilization (VDIS). Sesuai namanya, video yang diambil dengan kamera ini akan terhindar dari efek blurry atau distorsi yang mungkin disebabkan oleh gerakan yang tidak stabil, sehingga pengguna dapat menciptakan video kualitas sinematik.

Karena resolusinya tinggi, maka Samsung pun membenamkan fitur hybrid optic zoom sampai 3 kali perbesaran. Tujuannya, biar pengguna dapat merekam objek dari jauh. Namun karena perbesarannya hybrid, maka kualitas detailnya akan sedikit menurun ketimbang optical.

Kamera utama ini disandingkan dengan lensa ultrawide bersensor 8 MP dan makro dengan sensor 2 MP. Sementara di depan, disematkan sensor 32 MP pada lubang kamera di tengah atas layar.

Kalau bicara kualitas layarnya, sensor dengan resolusi tinggi dipadukan dengan pencitraan khas Samsung di One UI 5.1, menghasilkan gambar yang memukau. Warnanya bagus, HDR-nya juga dapat, terutama saat memotret di kondisi matahari cukup terik.

Birunya langit bisa ditangkap dengan bagus, detail-detail pada atap bangunan juga kelihatan dengan sangat baik. Akurasi white balance-nya juga oke, semuanya terlihat natural, tinggal edit sedikit di Google Photos atau opsi remastered di Gallery, tinggal upload deh ke medsos.

Demikian juga saat memotret di indoor, apalagi ngambil foto-foto makanan, dijamin siapapun yang melihatnya langsung ngiler!

Yang kurang justru saat memotret di kondisi malam hari atau temaram. Mau memotret pakai Night Mode atau Auto, fokus kamera kadang kabur-kaburan. Belum lagi beberapa spot noise pada sudut-sudut gambar yang kelihatan cukup jelas, membuat kualitas foto secara keseluruhan menurun.

Bila bicara soal video, Samsung Galaxy M54 bisa merekam video Full HD di 60 FPS. Kualitasnya agak beda nih dengan Samsung Galaxy A54 yang juga pernah kami review.

Stabil, memang jauh lebih proper Galaxy A54 karena mendukung teknologi Wider OIS. Di Samsung Galaxy M54 memang stabil, tapi terdapat efek seperti gambar ditarik-tarik pada sudut-sudut gambar.

Efek ini sebenarnya lumrah terjadi pada kamera yang hanya mendukung EIS. Namun, efek tersebut tak berlaku saat kami merekam di indoor, videonya beneran stabil dengan OIS yang langsung aktif.

Hasil kamera:

Samsung Galaxy M54

Kesimpulan

alt-img

Bila kalian mencari ponsel bandel yang bisa menemani keseharian, Samsung Galaxy M54 memang cocok jadi pilihan. Asalkan, kalian harus memenuhi satu syarat ini, yakni jangan pedulikan harganya.

Agak overprice memang Samsung Galaxy M54 ini. Kalau boleh memilih di rentang harga segini, mending Samsung Galaxy A54 gak sih?

Tapi seperti yang kami bilang, Galaxy M Series merupakan ponsel bagi pengguna yang ingin perangkat dengan daya tahan baterai lebih lama. Dan gak cuma ngandelin baterai saja seperti selling point-nya.

Layar yang besar, memberikan keleluasaan buat pengguna untuk menikmati berbagai konten favorit dalam genggaman.

Kemudian kamera yang menyuguhkan resolusi tinggi dan cukup proper buat motret sana-sini dengan kualitas yang bagus.

Meski ada beberapa catatan yang harusnya bisa ditebus Samsung pada generasi berikutnya, terutama soal build quality dan fitur pada layar ponsel. 

Biar gak ketinggalan informasi menarik lainnya, ikuti kami di channel Google News dan Whatsapp berikut ini.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini