Home
/
Gadget

Review Samsung Galaxy S26 FE: Rasa S26+, Harga Lebih Murah


Samsung Galaxy S26 FE hadir sebagai alternatif seri flagship yang lebih terjangkau dengan spesifikasi mumpuni, Exynos 2500, One UI 9, dan Galaxy AI penuh.

Review Samsung Galaxy S26 FE: Rasa S26+, Harga Lebih Murah


Bagikan :

Highlight Artikel

  • Samsung Galaxy S26 FE menjadi alternatif tangguh dan lebih terjangkau dari Galaxy S26 Series dengan harga mulai Rp10.999.000.
  • Menjadi seri Galaxy S pertama yang langsung dibekali sistem operasi terbaru One UI 9 berbasis Android 17 sejak perilisannya.
  • Ditenagai chipset Exynos 2500 fabrikasi 3nm dengan fitur Galaxy AI versi lengkap dan jaminan pembaruan hingga 7 tahun.
  • Mengusung baterai berkapasitas 4.900 mAh dengan daya tahan mumpuni serta dukungan pengisian cepat fast charging 45W.
Uzone.id - Fan Edition (FE) dari Samsung selalu menjadi alternatif yang worth it buat orang-orang yang ingin beli Galaxy S Series, tapi dengan dana yang agak terbatas. Seperti Samsung Galaxy S26 FE, jadi ‘opsi harga murah’ buat mereka yang mau Samsung Galaxy S26 atau Galaxy S26+. 

Samsung Galaxy S26 FE dijual dengan harga yang lebih murah, mulai dari Rp10.999.000 untuk model 8/128 GB dan Rp12.999.000 untuk 8/256 GB. 

Meski lebih terjangkau, spesifikasi yang ditawarkan Samsung Galaxy S26 FE tetap menarik. Smartphone ini sudah ditenagai chipset Exynos 2500, layar AMOLED 120Hz, tiga kamera belakang, serta One UI 9—bahkan saat rilisnya waktu itu, jadi Galaxy S pertama dengan sistem operasi tersebut.

Kami sudah menggunakan Samsung Galaxy S26 FE sebagai daily driver selama pengujian. Lantas, apakah smartphone ini memang layak disebut sebagai Samsung Galaxy S26 versi lebih murah? Berikut review lengkap Samsung Galaxy S26 FE.

Serasa pegang Samsung Galaxy S26+


Soal desain, Samsung membuatnya mirip dengan Galaxy S26 dan Galaxy S26+. Ya, desain Samsung Galaxy S26 FE dibuat berubah—kini tiga kamera di belakang ditempatkan dalam modul berbentuk oval, tidak lagi dibuat frame-less seperti Galaxy S25 FE. 

Modul kameranya memang cukup menonjol, sehingga bodinya akan sedikit bergoyang ketika diletakkan di atas meja kalau tidak memakai case. 

Kesan saat menggenggamnya juga mirip Samsung Galaxy S26+. Bingkai aluminiumnya dibuat datar, tapi keempat sudutnya dibuat agak membulat. Form factor-nya juga agak tipis dengan ketebalan 7,4 mm dan bobot 193 gram, selisih 0,1 mm dan 3 gram dari Galaxy S26+. 


Kombinasi desain bodi dan dimensinya, membuat smartphone ini tidak terlalu ‘menusuk’ telapak tangan saat digenggam tanpa casing. Ya kalaupun mau pakai casing, harus ‘ngemodal’ lagi memang, karena Samsung tidak menyertakan casing dalam paket pembelian—seperti brand China lainnya. 


Satu sih kurangnya, smartphone ini cukup licin. Selain gampang kotor karena jejak sidik jari, perlu hati-hati juga memegang smartphone ini kalau tanpa casing. 

Oh ya, Samsung Galaxy S26 FE juga sudah mengantongi sertifikasi IP68 yang berarti tahan air dan terpaan debu. 

Beralih ke depan, Samsung memasang layar Dynamic AMOLED 2X seluas 6,7 inci dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate hingga 120Hz. 


Ukurannya pas untuk menonton film, bermain game, sampai membuka dua aplikasi sekaligus. Kualitasnya juga jangan ditanya, bagus banget. 

Karakter warnanya khas layar Samsung dengan warna yang pekat, kontras tinggi, dan warna hitam yang dalam. Pergerakan animasi maupun saat scrolling layar juga terlihat mulus berkat dukungan refresh rate 120Hz.


Samsung turut mengklaim tingkat kecerahan puncaknya mencapai 1.900 nits, yang berarti masih sama seperti sebelumnya. Di sektor layar, satu kurangnya sih, bezel bagian bawahnya masih sedikit lebih tebal dibanding Galaxy S26 Series lainnya.

Galaxy AI-nya full version


Ini yang spesial dari Samsung Galaxy S26 FE. Smartphone ini langsung berjalan di One UI 9 berbasis Android 17, sekaligus menjadi Galaxy S pertama yang menggunakan OS tersebut. Bahkan Samsung Galaxy S26 Ultra saja tak mendapatkan ‘perlakuan khusus’ ini dari Samsung. 

Bicara soal One UI 9, tampilannya memang tidak berubah total dari versi sebelumnya. Tapi, ada sejumlah peningkatan fitur yang diberikan, seperti pada Now Brief yang menampilkan rangkuman informasi penting dalam bentuk kartu, mulai dari cuaca, jadwal, waktu perjalanan, sampai aktivitas kesehatan.

Konten yang muncul di Now Brief juga dapat disesuaikan—menentukan informasi apa saja yang ingin ditampilkan atau tidak. 


Upgrade lainnya ada pada Now Nudge yang memberikan saran berdasarkan konteks atau aktivitas yang sedang dilakukan pengguna.

Galaxy AI juga ditingkatkan, seperti Photo Assist. Selain menghapus, memindahkan, maupun mengubah ukuran objek, bisa juga edit foto hanya dengan menuliskan perintah pakai bahasa sehari-hari. Fitur Galaxy AI lainnya juga lengkap alias full version seperti Galaxy S26 Series lainnya.

Plus-nya lagi, Samsung kasih jaminan update sampai 7 kali untuk OS dan 7 tahun untuk patch keamanan rutin buat Galaxy S26 FE. Kalau sekarang sudah Android 17, maka smartphone ini kemungkinan akan terus mendapatkan update OS sampai Android 24!

Exynos 2500 bertenaga, baterai bisa 15 jam


Samsung Galaxy S26 FE ditenagai Exynos 2500. Prosesor ini sebelumnya disematkan pada Samsung Galaxy Z Flip7. 

Exynos 2500 merupakan prosesor dengan fabrikasi 3nm dan mengusung CPU 10-core yang terdiri dari 1x prime-core Cortex X925 pada kecepatan 3,3 GHz, 2x performance-core Cortex A725 pada kecepatan 2,74 GHz, 5x performance-core Cortex A725 dengan clock-speed 2,36 GHz, dan 2x efficiency-core Cortex A520 di kecepatan 1,8 GHz.

Prosesor ini disandingkan dengan RAM 8 GB dan penyimpanan internal 128 GB atau 256 GB. Sebenarnya ada varian 512 GB, namun Samsung belum mengumumkan kehadirannya di pasar Indonesia. 

Nah, chip Exynos sering kali dipandang sebelah mata, terutama soal suhu dan stabilitas performanya. Namun, selama menggunakan Samsung Galaxy S26 FE, performa smartphone ini tetap kencang dan responsif kok.


Berpindah aplikasi, membuka media sosial, merekam video, sampai mengedit foto menggunakan Galaxy AI terasa sat set saja. RAM 8 GB yang diberikan juga masih cukup untuk menjalankan beberapa aplikasi secara bergantian tanpa lag.

Kami turut menjalankan beberapa aplikasi benchmark untuk mengukur performanya. Melalui AnTuTu Benchmark v11.1.5, Samsung Galaxy S26 FE berhasil meraih skor 2.486.848 poin.

Kemudian pada Geekbench 7, Samsung Galaxy S26 FE mencatat skor 1.959 poin untuk pengujian single-core dan 7.415 poin pada multi-core. Sementara pengujian PCMark Work 3.1 yang menyimulasikan berbagai pekerjaan harian, menghasilkan skor 17.204 poin.


Skornya memang tinggi, tapi bagaimana dengan stabilitasnya waktu digeber dalam waktu lama? Untuk mengetahuinya, kami menjalankan 3DMark Wild Life Stress Test yang memutar 20 kali benchmark dalam satu sesi pengujian.

Samsung Galaxy S26 FE mencatat skor tertinggi 15.778 poin dan skor terendah 11.167 poin, sedangkan stabilitas performanya berada di angka 70,8 persen.

Artinya, terjadi penurunan performa sekitar 29 persen dari putaran terbaik ke titik terendah. Penurunan paling terasa terjadi pada beberapa putaran awal, kemudian skornya cenderung bertahan di kisaran 11 ribu sampai 12 ribuan poin. Suhu perangkat selama pengujian meningkat dari 34°C menjadi 45°C. 


Hasil tersebut menunjukkan performa awal Exynos 2500 memang tinggi, meski performanya akan diturunkan saat menerima beban berat dalam waktu lama untuk menjaga suhu perangkat. Penurunan ini tidak terlalu terasa pada pemakaian normal, tetapi bisa menjadi catatan saat smartphone digunakan bermain game berat dalam durasi panjang.

Di sektor daya, Samsung Galaxy S26 FE punya baterai dengan kapasitas 4.900 mAh, sama seperti Galaxy S26+. 

Memang, kapasitasnya jauh tertinggal kalau dibandingkan dengan smartphone lain keluaran merek China seperti Oppo Reno16 Pro, Xiaomi 17T Pro, atau Vivo V70 Series. Namun kalau soal daya tahan, tetap jempolan kok. 

Buktinya, dari pengujian kami menggunakan PCMark Work 3.1 Battery Life, Samsung Galaxy S26 FE mampu bertahan selama 15 jam 10 menit dengan baterai tersisa 20 persen. 


Hasil PCMark memang tidak bisa diterjemahkan langsung sebagai durasi pemakaian sehari-hari. Namun, angka tersebut setidaknya memberikan gambaran kalau smartphone ini mampu bertahan cukup lama untuk aktivitas seperti membuka media sosial, menonton video, memotret, dan berkomunikasi.

Konsumsi daya yang lebih besar terlihat ketika ponsel diberi beban berat. Selama menjalankan 3DMark Wild Life Stress Test sebanyak 20 putaran, baterainya berkurang 12 persen, dari 52 persen menjadi 40 persen.

Untuk pengisian dayanya, Samsung Galaxy S26 FE mendukung fast charging 45W melalui kabel. Teknologi tersebut memang bukan peningkatan dari Galaxy S25 FE, tetapi sudah cukup kencang untuk mengisi baterai 4.900 mAh yang dibawanya. Samsung Galaxy S26 FE juga mendukung wireless charging 15W. 

Kamera oke asal cahayanya proper


Samsung Galaxy S26 FE punya tiga kamera belakang, terdiri dari kamera utama 50 MP dengan OIS, kamera ultrawide 12 MP dengan sudut pandang 123 derajat, dan kamera telephoto 8 MP dengan OIS serta kemampuan 3x optical-zoom. 

Sementara di depan ada kamera selfie 12 MP yang sudut pandangnya lebih wide dari sebelumnya, yakni 85 derajat. Lantaran ditenagai Exynos 2500, kamera belakangnya juga mampu merekam video hingga resolusi 8K pada 30 FPS.

Samsung Galaxy S26 FE juga kebagian fitur My FanCam, fitur kamera yang diperkenalkan di Samsung Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Fold8 Ultra, dan Galaxy Z Flip8. 


Setelah video direkam, pengguna dapat memilih satu orang sebagai subjek utama, kemudian sistem akan melacak pergerakannya dan menjaga posisinya tetap berada di tengah frame. Hasil videonya juga dapat dipotong ke rasio yang diinginkan, cocok untuk merekam konser atau momen ramai tanpa perlu banyak mengedit secara manual.

Untuk kamera utamanya, hasil foto pada kondisi cahaya yang cukup terlihat tajam dengan detail yang terjaga. Tekstur dedaunan, permukaan kayu, makanan, hingga objek reflektif bisa ditampilkan dengan baik. Karakter warnanya masih khas Samsung, dibuat agak pekat agar langsung menarik saat dilihat, terutama pada warna yang terang seperti hijau.

Kemampuan HDR-nya juga cukup baik ketika memotret area dengan perbedaan cahaya yang tinggi. Detail pada area bayangan masih terlihat tanpa membuat langit kehilangan seluruh warnanya. Namun, saat kamera diarahkan langsung ke matahari, bagian di sekitar sumber cahaya masih terlihat terlalu terang dan muncul sedikit lens flare.

Untuk memotret objek dari jarak dekat maupun manusia, fokusnya bekerja dengan cepat dan akurat. Warna kulit masih terlihat cukup natural, sedangkan detail pada wajah, pakaian, dan makanan tidak dipertajam secara berlebihan. 

Untuk motret malam, kamera utama Samsung Galaxy S26 FE mampu menghasilkan foto yang terang dengan detail yang terjaga. Lihat saja foto-foto gedungnya, warna lampu tidak dibuat terlalu pucat, sementara area bayangan masih terlihat dengan baik.

Cuma, ketika memotret momen dengan sumber cahaya yang terlalu terang, hasil akhirnya menimbulkan flare dan pantulan cahaya yang cukup jelas. Beberapa lampu juga terlihat sedikit over-exposed, sedangkan pada area langit mulai tampak noise dan efek penghalusan. 

Hasil kamera utama

Kamera telephoto-nya juga memberikan hasil yang oke selama cahayanya proper. Detail pada makanan, bunga, permukaan benda reflektif, hingga garis bangunan masih terlihat jelas. 

Fokusnya pun akurat, sementara warna yang dihasilkan relatif konsisten dengan kamera utama. Jarak fokalnya juga lebih pas untuk memotret objek dekat tanpa harus terlalu mendekat.

Pada malam hari, detail gedung dan jendela masih dapat dipertahankan pada pembesaran 3x. Namun, kualitasnya mulai menurun ketika diperbesar lebih jauh secara digital. 

Detail terlihat lebih halus, noise mulai muncul di langit, dan sumber cahaya seperti lampu atau papan nama cenderung melebar. Hasilnya masih layak dibagikan ke media sosial, tapi sebaiknya tetap menggunakan rentang perbesaran sampai 3 kali saja untuk kualitas paling optimal.

Hasil kamera telephoto

Kamera ultrawide Samsung, apalagi yang seri flagship, masih jadi salah satu yang kami favoritkan. Kamera ini mampu menangkap bidang pandang yang luas, cocok untuk memotret bangunan, interior, atau foto beramai-ramai. 

Dalam kondisi cahaya cukup, warna dan detailnya tergolong baik dengan rentang dinamis yang cukup terjaga. Distorsi di tepi foto masih terlihat, terutama ketika ada objek terlalu dekat dengan kamera, tapi masih dalam batas wajar untuk kamera ultrawide.

Pada malam hari, hasilnya masih cukup terang dan detail garis bangunan tetap terlihat. Namun, kualitas di bagian tepi mulai menurun, tekstur tampak lebih halus, serta muncul noise dan pantulan cahaya pada area gelap. 

Hasil kamera ultrawide


Beralih ke kamera depan, kamera selfie-nya mampu menghasilkan detail wajah yang cukup tajam dengan warna kulit yang terlihat natural. Bidang pandangnya juga lumayan luas, wefie empat orang juga masih masuk ke dalam satu frame.

Saat malam hari, wajah masih terlihat cukup terang dan warna kulitnya tidak banyak berubah. Hanya saja, detail wajah mulai dihaluskan, sementara objek di latar belakang terlihat lebih lembut dan agak kabur. 

Hasil kamera selfie


Jadi, Samsung Galaxy S26 FE jadi opsi murah buat Galaxy S26?


Menurut kami, cukup layak. Desainnya tipis dan terasa premium, layarnya memanjakan mata, performanya kencang, baterainya awet, serta kemampuan kameranya dapat diandalkan dalam banyak kondisi. 

Galaxy AI yang diberikan juga versi lengkap seperti pada Galaxy S26 Series, bukan versi yang dipangkas hanya karena embel-embel FE—tidak seperti Galaxy A Series.

Tetap ada beberapa kompromi yang harus diterima, mulai dari bodi yang licin, penurunan performa ketika menerima beban berat dalam waktu lama, hingga kualitas kamera pendamping yang menurun pada kondisi minim cahaya. 

Namun, dengan harga mulai Rp10.999.000 serta jaminan pembaruan OS dan keamanan selama tujuh tahun, Galaxy S26 FE tetap menarik bagi pengguna yang menginginkan pengalaman Galaxy S Series dengan harga lebih terjangkau.

FAQ Artikel

Berapa harga Samsung Galaxy S26 FE di Indonesia?

Samsung Galaxy S26 FE dijual mulai dari Rp10.999.000 untuk varian 8/128 GB dan Rp12.999.000 untuk varian 8/256 GB.

Chipset apa yang digunakan pada Samsung Galaxy S26 FE?

Smartphone ini ditenagai oleh chipset Exynos 2500 dengan fabrikasi 3nm yang mengusung CPU 10-core.

Apakah Samsung Galaxy S26 FE mendukung fitur kecerdasan buatan?

Ya, ponsel ini mendukung fitur Galaxy AI versi lengkap (full version) seperti yang tersedia pada lini Galaxy S26 Series lainnya.

Berapa kapasitas baterai dan dukungan pengisian dayanya?

Samsung Galaxy S26 FE dibekali baterai berkapasitas 4.900 mAh yang mendukung fast charging 45W dengan kabel serta wireless charging 15W.

Berapa tahun jaminan pembaruan sistem operasi pada ponsel ini?

Samsung memberikan jaminan pembaruan sistem operasi (OS) hingga 7 kali dan pembaruan patch keamanan rutin selama 7 tahun.

Muhammad Faisal Hadi Putra

Muhammad Faisal Hadi Putra

Jurnalis

Suka ngulik teknologi, gadget, dan game. Buat saya, yang menarik bukan cuma spesifikasi dan fitur, tapi juga pengalaman saat mencobanya langsung.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article