
Uzone.id - Di dunia tablet Android, hanya sedikit yang bisa membuat kita berpikir, “Kayaknya ini bisa gantiin laptop gue,”. Apakah Samsung Galaxy Tab S11 Ultra salah satunya?
Tablet ini bukan sekadar perangkat buat nonton Netflix atau baca dokumen, tapi benar-benar menunjukkan ambisi Samsung untuk menciptakan tablet Android yang paling bisa memenuhi berbagai macam kebutuhan penggunanya, dari sekadar alat hiburan sampai penunjang produktivitas.Dari desainnya yang ultra tipis, layar Super AMOLED yang luar biasa, performa tinggi dengan chipset baru, hingga integrasi Galaxy AI yang makin pintar, semua terasa seperti upgrade besar dari seri sebelumnya.
Desain & Layar: Ultra Tipis, Ultra Lapang
Samsung memang berkali-kali mengklaim bahwa ketipisan adalah prioritas desain tahun ini. Galaxy Tab S11 Ultra hadir dengan ketebalan hanya 5,1 mm, sedikit lebih tipis dari pendahulunya, dan bezel yang makin menyempit.
Meskipun memiliki layar raksasa 14,6 inci, desain bingkai dan pemilihan material yang menggunakan Armor Alumunium dan kaca depan, memberi kesan bahwa tablet ini bukan sekadar layar besar yang dibuat asal, tapi penuh perlindungan dan perhitungan.Layar tablet ini menggunakan Dynamic AMOLED 2X dengan refresh rate 120Hz dan peak brightness hingga 1.600 nits bikin tampilannya memanjakan mata, terutama untuk konten multimedia.
Hal ini terbukti saat kami gunakan tablet ini untuk nonton film di Netflix. Nonton film dalam format HDR 10 dan 4K benar-benar nikmat di tablet ini. Layar besar, tajam, pokoknya benar-benar puas.
Berkat lapisan anti-reflective, pengalaman penggunaan di luar ruangan pun lebih nyaman dibanding banyak tablet besar lain. Jadi minim distraksi dari berbagai pantulan objek yang mengganggu.
Namun, ukuran layar besar ini punya konsekuensi. Beberapa pengguna menyebut tablet terasa agak canggung jika dipakai rebahan atau genggaman tangan panjang menjadi kurang nyaman. Bezel yang sangat tipis juga membuat area pegang perangkat bisa lebih rawan menyentuh layar secara tidak sengaja.
Secara keseluruhan, desain dan layar Galaxy Tab S11 Ultra adalah kombinasi dari ambisi estetika dan kebutuhan praktis. Hasilnya, sukses memancarkan kesan premium yang kuat, meski bukan tanpa kompromi.
Ditenagai oleh MediaTek Dimensity 9400+ melalui proses fabrikasi 3 nm, Galaxy Tab S11 Ultra mengklaim peningkatan performa signifikan dibanding generasi sebelumnya, naik sekitar 33% untuk pemrosesan NPU, 48% di CPU dan 69% di GPU.
Penasaran dengan klaim tersebut, kami pun menguji Samsung Galaxy Tab S11 Ultra dengan aplikasi Geekbench. Berikut hasilnya:
Dalam penggunaan sehari-hari, pengalaman pastinya terasa mulus membuka banyak aplikasi, multitasking, sepertinya tidak ada aplikasi biasa yang bisa membebani kemampuan Samsung Galaxy Tab S11 Ultra ini.
Untuk memainkan game berat seperti Genshin atau PUBG di pengaturan mentok pun bisa dijalankan tanpa gejala shutter. Namun, seperti kebanyakan perangkat flagship, ketika beban sangat tinggi dan lama, throttling temperatur bisa muncul, terutama di bagian GPU.
Untungnya, untuk menyeimbangi panas tersebut Samsung meningkatkan kualitas pendingin di Galaxy Tab S11 Ultra ini. Meski panas, tapi performa bisa terus terjaga di frame rate yang stabil.
Hal berat lain yang enak dikerjakan pada perangkat ini adalah mengedit video. Ya, layar besar dan S-pen pada Samsung Galaxy Tab S11 Ultra memang membuatnya enak dipakai untuk editing video.
Mulai dari video pendek, hingga video panjang untuk YouTube bisa diselesaikan dengan mudah di tablet ini. Ditambah lagi, Samsung sudah bekerjasama dengan Luma Fusion untuk memberikan harga khusus untuk para pemilik tablet ini.
Tapi untuk kalian yang masih pengen coba-coba, Samsung juga menyediakan aplikasi edit video bernama Galaxy Studio yang bisa dipakai secara gratis. Walau cuma-cuma, tapi aplikasi ini punya fitur dasar yang lengkap untuk proses editing sederhana.
Namun tampaknya kurang afdol kalau belum menguji performa Samsung Galaxy Tab S11 Ultra pada aplikasi benchmark. Berikut adalah data hasil pengujian kami:
Galaxy AI untuk Produktivitas
Hal yang selalu diunggulkan Samsung di semua lini produknya adalah, Galaxy AI. Tak terkecuali di produk ini. Apalagi Samsung Galaxy Tab S11 Ultra memang diciptakan sebagai perangkat produktivitas.
Fitur seperti Circle to Search, Solve Math, Handwriting Help, Object Eraser, Best Face, dan Auto Trim yang kini menjadi lebih intuitif, ditambah bisa dirasakan di layar yang sangat besar.
Hal paling terasa untuk jurnalis atau profesional yang perlu menganalisis artikel panjang, Galaxy AI bisa melakukan ringkasan otomatis tanpa menghilangkan pokok tulisan. Untuk penulis atau mahasiswa, Note Assist bakal membantu kalian memperbaiki grammar atau menyusun teks. Fitur yang benar-benar memberi nilai tambah nyata, bukan sekadar gimmick.
Sistem operasi One UI 8 yang berbasis Android 16 juga mempermudah pengalaman produktivitas ala desktop, semua ini berkat penyempurnaan fitur Samsung Dex. Fitur seperti Extended Mode memungkinkan tablet menjadi layar tambahan untuk laptop, sementara multitasking dan jendela ‘mengambang’ sangat membantu bagi pengguna yang ingin menjalankan berbagai jenis aplikasi seperti layaknya di PC.
Tapi jangan berharap lebih. Karena walau tampilannya dibuat seperti PC, semua aplikasi akan tetap berjalan dalam versi mobile.
Kamera dan Audio yang Layak untuk Meeting
Samsung kini menghapus satu kamera depan pada Galaxy Tab S11 Ultra. Kalau Tab S10 Ultra dulu punya dua kamera (wide dan ultrawide), generasi terbaru ini hanya menyisakan satukamera depan 12 MP ultrawide. Keputusan ini membuat tampilan notch lebih kecil dan desain layar lebih bersih, tapi juga mengurangi fleksibilitas framing saat video call.
Meski begitu, kualitas kameranya masih terbilang baik untuk kebutuhan virtual meeting. Sensor ultrawide mampu menangkap area yang luas dengan detail lumayan, dan sistem AI membantu menyesuaikan eksposur wajah serta framing otomatis selama panggilan video. Dalam kondisi cahaya baik, hasil gambar terlihat natural tanpa overexposure, cocok untuk Zoom, Google Meet, atau Microsoft Teams.
Keterbatasannya baru terasa kalau kalian butuh framing rapat atau close-up, kamera tunggal ultrawide cenderung sedikit mendistorsi wajah di jarak dekat. Namun fitur auto-framing berbasis Galaxy AI cukup menolong karena mampu menjaga posisi wajah tetap di tengah meski pengguna sedikit bergerak. Dengan posisi tablet di stand atau keyboard cover, tampilannya terlihat profesional tanpa harus mengatur ulang sudut pandang.
Untuk audio, Galaxy Tab S11 Ultra masih dibekali empat speaker stereo buatan AKG dengan dukungan Dolby Atmos. Hasilnya, suara terdengar lebar dan jernih, dengan volume tinggi yang tetap stabil tanpa distorsi berarti. Saat digunakan untuk meeting, suara lawan bicara terasa jelas dan natural, bahkan tanpa bantuan earphone.
Pengalaman kami performa speaker juga unggul untuk streaming film atau mendengarkan musik. Bass-nya memang tidak sekuat laptop besar, tapi sudah sangat baik untuk ukuran tablet tipis. Posisinya yang tersebar di keempat sisi membuat suara tetap merata, baik digunakan secara horizontal maupun vertikal.
Secara keseluruhan, kombinasi kamera depan tunggal yang cerdas dan sistem audio quad speaker membuat Galaxy Tab S11 Ultra tetap ideal untuk aktivitas virtual meeting, belajar daring, maupun hiburan. Samsung mungkin mengurangi jumlah kamera, tapi tidak menurunkan pengalaman komunikasi visual dan suara yang menjadi kebutuhan utama pengguna produktif.
Keyboard dan S-Pen yang Tak Lagi Sama
Keyboard dan S-Pen merupakan bagian yang tak bisa dilepaskan dari Galaxy Tab S11 Ultra, dan kini kedua aksesori itu hadir dengan desain yang fungsi yang benar-benar berbeda. Ada yang suka, ada juga yang kecewa.
S-Pen kini tampil dengan desain baru berbentuk heksagonal, menggantikan model silinder di Tab S10 Ultra. Bentuk ini terasa lebih stabil saat digenggam dan tidak mudah terguling di meja, meniru sensasi pensil konvensional. Selain itu, ujung penanya kini lebih meruncing dan responsif, memberikan kontrol yang lebih akurat saat menulis atau menggambar di layar besar 14,6 inci.
Namun di balik peningkatan ergonomi itu, fitur Bluetooth dan Air Actions kini dihilangkan. Artinya, S Pen pada Galaxy Tab S11 Ultra tidak lagi bisa digunakan untuk mengontrol presentasi, memotret dari jarak jauh, atau melakukan gestur di udara seperti generasi sebelumnya.
Samsung beralasan fokusnya kini pada pengalaman menulis yang alami dan latensi yang lebih rendah. Tapi bagi pengguna yang sering memanfaatkan kontrol nirkabel, perubahan ini bisa terasa sebagai langkah mundur.
Untuk aksesori keyboard, Samsung hanya menawarkan Book Cover Keyboard Slim, bukan versi penuh dengan trackpad seperti di Tab S10 Ultra. Desain baru ini memang lebih tipis dan ringan, cocok untuk mobilitas tinggi, tetapi pengalaman mengetik terasa lebih minimalis.
Pengguna yang terbiasa dengan keyboard lengkap dan touchpad kini perlu mengandalkan mouse Bluetooth atau mode DeX agar produktivitas tetap optimal.
Samsung Galaxy Tab S11 Ultra dijual hanya dalam satu varian saja, 16/256GB dengan konektivitas 5G. Tablet ini dijual Rp 22,9 juta, termasuk S-Pen di dalamnya. Sementara Book Cover Keyboard Slim dijual secara terpisah.
Dengan semua hal yang ditawarkan, rasanya tak berlebihan jika menyebut Samsung Galaxy Tab S11 Ultra adalah tablet Android terbaik, dalam konteks fitur kekinian dan spesifikasi yang paling kencang. Pun begitu, tidak lantas membuat perangkat ini bisa menggantikan laptop sepenuhnya.
Layarnya memang besar. Tapi tanpa dukungan aplikasi desktop, layar tersebut tak ubahnya seperti membuat tampilan aplikasi ponsel menjadi lebih besar saja.