Review Tecno Pova 8: Dimensity 7100 Gesit atau Biasa Saja?
Tecno Pova 8 5G kini fokus sebagai smartphone all-rounder, menonjolkan baterai 8.000 mAh, bodi kuat, dan kamera 50 MP. Tapi, seberapa kencang performanya?

Highlight Artikel
- Tecno Pova 8 5G beralih fokus dari perangkat gaming menjadi smartphone dengan kemampuan all-rounder.
- Ditenagai Dimensity 7100, yang di atas kertas tidak lebih kencang dari Dimensity 7300 Ultimate di Pova 7.
- Menjagoan kapasitas baterai 8.000 mAh (naik 2.000 mAh dari Pova 7), bodi kuat, dan kamera utama 50 MP (sensor Sony Lytia 600).
- Performa CPU diandalkan untuk kebutuhan harian dengan skor AnTuTu 804.856, namun performa GPU kurang menonjol untuk gaming berat.
Daftar Isi
Seperti yang dikatakan PR Manager Tecno Indonesia, Anthoni Roderick beberapa waktu lalu, Pova 8 sekarang lebih fokus ke sektor baterai, bodi yang kuat, dan kamera yang bisa diandalkan.
“Memang positioning Pova 8 ke arah durabilitas dan performa baterai yang tahan lama. Jadi, kita tidak melulu fokus ke area gaming,” jelasnya.
“Kita mengarahkan ponsel ini ke performa baterai yang kuat, tahan lama, dan kamera juga. Sekarang sudah tidak terlalu gaming, kita bahas baterai dan all-rounder dari seri Pova,” pungkasnya.
Meski begitu, kalian tentu penasaran, seberapa kencang sih performa Tecno Pova 8 ini? Kami sudah melakukan serangkaian tes untuk menguji kemampuan smartphone ini. Tapi sebelum itu, kami sedikit akan bahas spesifikasi dari Tecno Pova 8, termasuk sedikit membedah Dimensity 7100.
Spesifikasi Tecno Pova 8
Tecno Pova 8 memang menjagokan kapasitas baterai besar sebagai salah satu kelebihan utamanya. Smartphone ini ditopang baterai 8.000 mAh, atau naik 2.000 mAh dari Tecno Pova 7.
Untuk mengisi baterainya, terdapat dukungan fast charging 45W dan reverse charging 10W. Kekurangannya, Tecno justru menghilangkan fitur wireless charging 30W yang sebelumnya dibawa Pova 7.
Smartphone ini mengusung layar IPS LCD berukuran 6,76 inci dengan resolusi Full HD+. Layarnya sudah 144Hz, dan tepat di atasnya, terdapat lubang kamera sebagai tempat bagi kamera selfie 13 MP. Bicara kamera, di belakang ada kamera utama 50 MP dengan sensor Sony Lytia 600 yang mendukung 2x in-sensor zoom.
Nah, Tecno Pova 8 ditenagai prosesor Dimensity 7100 dari MediaTek. Prosesor ini memang lebih baru dibanding Dimensity 7300 Ultimate pada Pova 7.
Cuma, Dimensity 7100 bukanlah peningkatan langsung dari Dimensity 7300 Ultimate. Malah, secara spesifikasi mentah, chipset pada generasi sebelumnya terlihat lebih unggul.
Dimensity 7100 dibuat dengan fabrikasi 6nm, sementara Dimensity 7300 Ultimate menggunakan fabrikasi 4nm. Prosesor ini terdiri dari 4x performance-core Cortex A78 dengan kecepatan 2,4 GHz dan 4x efficiency-core Cortex A55 hingga 2 GHz, dipadukan dengan GPU Mali-G610 MC2.
Di sisi lain, Dimensity 7300 Ultimate membawa 4x performance-core Cortex-A78 hingga 2,5 GHz dan 4x efficiency-core Cortex A55 di kecepatan 2 GHz, serta GPU Mali-G615 MC2.
Jadi, chipset ini memiliki proses produksi yang lebih modern, kecepatan CPU sedikit lebih tinggi, dan arsitektur GPU yang lebih baik daripada Mali-G610 pada Dimensity 7100.
Spesifikasi lain, prosesor ini disandingkan dengan tiga konfigurasi RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 2.2, yakni 6/128 GB, 8/128 GB, dan 8/256 GB.
Untuk menjaga suhu tetap terkendali selama bermain game, Tecno menyematkan sistem pendingin berupa lembaran graphite seluas 15.000 mm². Area pendinginan yang luas tersebut bertugas menyebarkan panas dari prosesor agar tidak menumpuk pada satu titik.
Hasil benchmark
Untuk menguji seberapa besar performanya, kami melakukan tes dengan AnTuTu Benchmark v11, Geekbench 6, 3DMark, serta PCMark. Berikut ini hasil benchmark-nya:
- AnTuTu v11: 804.856 poin
- Geekbench 6 CPU: 999 poin (single-core), 2.899 poin (multi-core)
- PCMark: 10.473 poin
- Geekbench 6 GPU: 2.383 poin
- 3DMark Wild Life: 2.514 poin, rerata frame rate: 15,06 FPS
- 3DMark Wild Life Stress Test: 2.515 poin (best loop), 2.498 poin (lowest loop), stability: 99,3 persen, frame rate: 11-18 FPS
Tecno Pova 8 cetak skor 804.856 poin di AnTuTu v11. Skor segini, kira-kira kemampuannya mirip dengan smartphone yang ditenagai Snapdragon 6 Gen 3, seperti Redmi Note 15 5G. Meski begitu, skornya terbilang cukup tinggi bagi smartphone yang dijual mulai Rp4,2 jutaan untuk sekarang.
Toh, buat sehari-hari, smartphone ini kasih tenaga yang oke kok, mulai dari membuka banyak aplikasi, berpindah antar aplikasi atau menu, sampai menjalankan sejumlah game populer.
Terbukti juga di Geekbench 6, skor single-core-nya hampir menyentuh 1.000 poin, yang menunjukkan respons CPU yang cukup cepat untuk kebutuhan harian. Sementara skor multi-core, memperlihatkan kemampuan 8-core Dimensity 7100 saat menangani beban lebih berat, seperti menjalankan beberapa aplikasi secara bersamaan, pengolahan foto ringan, dan sebagainya.
Di PCMark pun, Tecno Pova 8 menghasilkan skor yang tinggi juga. Benchmark ini menyimulasikan sejumlah aktivitas yang lebih dekat dengan penggunaan sehari-hari, seperti browsing, mengedit dokumen, mengolah foto, memanipulasi data, hingga editing video.
Skor di atas 10 ribu poin menunjukkan bahwa Tecno Pova 8 cukup gesit sebagai smartphone all-rounder. Kinerjanya mungkin tidak ditujukan khusus untuk mengejar performa gaming tertinggi, tetapi tenaganya masih lebih dari cukup untuk mendukung pekerjaan harian maupun kebutuhan hiburan.
Sementara di sisi GPU, pengujian di Geekbench 6 dan 3DMark memperlihatkan kalau kemampuan grafis bukan menjadi bagian paling menonjol dari Dimensity 7100.
3DMark Wild Life saja, rerata frame rate yang dihasilkan sebesar 15,06 FPS, di mana frame rate bergerak di kisaran 9-19 FPS selama pengujian berlangsung.
Saat dites menggunakan skema Stress Test, Tecno Pova 8 juga hanya membukukan skor terbaik 2.515 poin dan skor terendah 2.498 poin. Stabilitasnya memang 99,3 persen—sangat baik, tapi rentang frame rate-nya tidak terlalu impresif di rentang 11-18 FPS saja.
Itu artinya, Tecno Pova 8 sebenarnya sanggup menjalankan game kompetitif maupun judul game populer di Android. Namun untuk game yang memiliki grafis lebih berat, pengguna kemungkinan harus menyesuaikan kualitas visual dan tingkat frame rate agar permainan tetap lancar.
Kesimpulan
Menyematkan Dimensity 7100, kemudian dikonfirmasi juga oleh perwakilan Tecno Indonesia, akhirnya memang dapat ‘benang merahnya’. Tecno Pova 8 memang ditujukan buat kebutuhan harian, bukan lagi gaming hardcore yang menuntut pengaturan ’rata kanan’ di berbagai game
Performa CPU-nya bisa banget diandalkan untuk menunjang kebutuhan digital harian, lantaran kinerja yang diberikan juga tergolong gesit. Tapi dari sisi GPU atau untuk mengejar performa gaming setinggi mungkin, seri sebelumnya justru terlihat lebih menjanjikan.
FAQ Artikel
Apa fokus utama Tecno Pova 8 5G?
Tecno Pova 8 5G tidak lagi fokus ke ranah gaming, melainkan di-plot sebagai smartphone dengan kemampuan all-rounder, menekankan pada durabilitas, performa baterai tahan lama, dan kamera yang bisa diandalkan.
Bagaimana perbandingan chipset Dimensity 7100 di Pova 8 dengan Dimensity 7300 Ultimate di Pova 7?
Dimensity 7100 (6nm) pada Pova 8 memang lebih baru, namun secara spesifikasi mentah, Dimensity 7300 Ultimate (4nm) pada Pova 7 terlihat lebih unggul dengan proses produksi modern, kecepatan CPU sedikit lebih tinggi, dan arsitektur GPU yang lebih baik.
Berapa kapasitas baterai Tecno Pova 8 5G dan fitur pengisian dayanya?
Tecno Pova 8 5G ditopang baterai besar 8.000 mAh, naik 2.000 mAh dari Pova 7. Mendukung fast charging 45W dan reverse charging 10W, namun menghilangkan fitur wireless charging 30W yang ada di Pova 7.
Bagaimana hasil benchmark Tecno Pova 8 5G secara keseluruhan?
Tecno Pova 8 mencetak skor AnTuTu v11 sebesar 804.856 poin. Performa CPU cukup cepat untuk kebutuhan harian dan multitasking, namun kemampuan grafis (GPU) kurang menonjol untuk game berat, membutuhkan penyesuaian kualitas visual.


