icon-category Gadget

Review Xiaomi 12 Pro: Flagship Wajib buat Mi Fans

  • 26 Apr 2022 WIB
  • Bagikan :

    Uzone.id - Xiaomi 12 Pro datang menggetarkan lawan. Bagaimana tidak? Ponsel ini dibekali banyak sekali fitur kekinian, spesifikasi kelas atas, tapi dengan harga yang cukup terjangkau. Nggak bisa dibilang murah memang, tapi gak bikin kantong kalian jebol juga. 

    Bayangkan, dengan harga tak sampai Rp 13 juta kalian bisa dapat ponsel dengan kamera 50 MP bersensor Sony, layar 6,7 inch yang bukan hanya punya resolusi tinggi tapi juga mendukung refresh rate 120Hz dan Dolby Vision. Mirip dengan iPhone 13 Pro. 

    Belum lagi soal chipset Snapdragon 8 Gen 1, kemampuan fast charging hingga 120 watt, dan speaker stereo yang semuanya didesain oleh Harman Kardon. Memang bukan spesifikasi yang kaleng-kaleng. Namun sebelum mengulas ponsel ini lebih dalam, kita coba tengok dulu apa isi kemasan penjualan Xiaomi 12 Pro. 

    Paket Biasa yang Jadi Istimewa

    Dua tahun terakhir ini banyak produsen mulai menjual ponsel mereka tanpa kepala charger. Dipelopori oleh Apple, kemudian dilanjutkan oleh beberapa produsen lainnya. 

    Hal itu tidak berlaku buat Xiaomi. Isi paket penjualan Xiaomi 12 Pro amat lengkap. Pertama ukuran box-nya masih tebal, ini artinya di dalam situ kalian diberikan kabel dan juga charger. Bukan charger biasa, tapi charger yang sudah mendukung fast charging 120 watt. 

    Kemudian kalian akan diberikan softcase transparan. Hal yang biasa sekitar dua tahun lalu, namun jadi istimewa di masa sekarang ini. Good job Xiaomi.

    Desain Naik Level

    Saya sebenarnya bukan penggemar ponsel Xiaomi, terutama karena desainnya yang biasa-biasa aja. Monoton dari tipe ke tipe. Tapi Xiaomi 12 Pro ini beda. Terkesan lebih premium. 

    Menggunakan Xiaomi 12 Pro itu menyenangkan. Ergonominya enak, walau layar besar tapi masih enak dipakai satu tangan saja. Ya mungkin karena bobotnya yang hanya 205 gram jadinya tak begitu melelahkan. Bodinya juga terbilang keset, warna matte tak licin di tangan.

    Xiaomi 12 Pro dijual dalam tiga pilihan warna, Blue, Gray dan Purple. Semuanya menggunakan finishing matte, dengan layar yang dilapisi Gorilla Glass Victus yang sudah terbukti punya proteksi bagus. Bahkan diklaim bisa melindungi ponsel meski jatuh dari ketinggian 2 meter. 

    Untuk tata letak port masih sama dengan kebanyakan ponsel lainnya. Port USB-C di bagian bawah yang diapit oleh speaker dan port kartu SIM. Kemudian tombol Volume Up & Down diletakan di samping kanan, bersebelahan dengan tombol power. 

    Kemudian di bagian atas ada port infra red dan lubang speaker. Ini yang agak unik, karena biasanya lubang speaker diletakan persis di atas layar, bersebelahan dengan kamera depan. 

    Namun dari semua itu yang paling unik ada desain kamera Xiaomi 12 Pro yang ada di bagian belakangnya. Benar-benar ikonik. 

    Lensa kamera utama dibuat begitu besar, kemudian dibawahnya ada dua lensa Ultra Wide dan Telephoto 2X optical yang ukurannya sama. Secara spesifikasi ketiganya memiliki resolusi yang sama di 50MP, namun ukuran fisik yang berbeda membuat Xiaomi 12 Pro begitu mudah dikenal. Sangat khas. 

    Namun sangat disayangkan ternyata Xiaomi 12 Pro ternyata belum mengantongi sertifikasi IP68, yang artinya ponsel ini belum dipersiapkan untuk terendam air atau terpapar debu berlebih. Mungkin ini salah satu hal yang membuat harganya lebih terjangkau.

    Layar Jempolan

    Dibanding flagship sebelumnya, Mi 11 yang punya layar 6,81 inch, layar Xiaomi 12 Pro memang sedikit mengecil menjadi 6,26 inch. Tapi lebih kecil bukan berarti lebih buruk. Ini alasannya. 

    Xiaomi 12 Pro menggunakan panel Samsung LTPO AMOLED dengan refresh rate 120Hz yang bisa naik turun secara dinamis. Xiaomi mengklaim bisa bergerak dari 1-120 Hz secara realtime sesuai konten untuk menghemat baterai. Persis seperti yang ada di Galaxy S22 series.

    Layar Xiaomi 12 Pro mengusung resolusi WQHD+ dengan kerapatan piksel mencapai 521 PPI. Ini bahkan lebih rapat dari layar iPhone 13 Pro dan Samsung Galaxy S22 Plus. Tingkat kecerahannya sendiri mencapai 1500 nits dan dukungan HDR10+ yang bakal terlihat bagus untuk menonton video. 

    Kamera: Bagus tapi Bukan yang Paling Bagus

    Sebagai ponsel flagship, spesifikasi kamera Xiaomi 12 Pro memang bukan yang paling bagus. Gak ada laser autofocus seperti di Galaxy S22 Ultra, atau kemampuan macro seperti di Oppo Find X3 Pro. Tapi bukan berarti ponsel ini bisa disepelekan. 

    Xiaomi 12 Pro punya lensa utama sebesar 50MP yang disokong sensor Sony IMX707 dengan ukuran sensor 1/1.28 inch. Sedikit lebih kecil dari Mi 11 Ultra, tapi masih tergolong besar dibanding ponsel Android lainnya. 

    Lensa utama punya bukaan F1.9, lalu kamera Tele juga punya resolusi 50 MP dengan F1.9 yang bisa melakukan zoom optical sampai 2X, dan kamera ketiga ada ultra wide 50MP dengan F2.2.

    Cuma tiga lensa dan tidak terlalu mewah memang. Tapi Xiaomi mampu mengoptimalkan dengan bantuan beberapa software pendukung. Misal, pada menu kamera kalian akan menemukan banyak sekali pengaturan buat memotret di berbagai kondisi. 

    Bisa bikin Time-lapse, Long exposure, Supermoon, Portrait, hingga Pro Mode yang memungkinkan kalian memotret dalam format RAW. Semua bisa dilakukan dengan lebih mudah.  

    Mode-mode tersebut buat kalian yang ingin hasil lebih, namun kalau cuma mau mengandalkan konfigurasi default hasilnya juga terbilang baik. Berikut adalah beberapa hasil foto menggunakan Xiaomi 12 Pro. 

    Oh ya, Xiaomi 12 Pro juga punya mode AI yang akan mengoptimalkan hasil foto sesuai dengan objeknya. Contoh, saat memotret tanaman, ponsel bisa mengenali objek tersebut lalu mengubah pengaturan warna dan kontras rasio sesuai dengan objek tersebut. Namun warna yang dihasilkan cenderung lebih tajam ketimbang tanpa mode AI. 

    Buat kalian yang senang selfie, pastinya bakal happy pakai Xiaomi 12 Pro ini. Kamera depannya 32 MP dengan aperture F2.4 dengan embel-embel Super Pixel. Hasilnya seperti di bawah ini. Gimana, bagus gak?

    Foto selfie pakai Xiaomi 12 Pro

     

    Performa dan Daya Tahan Baterai

    Berbekal chip Snapdragon 8 Gen 1 dan RAM 12GB, performa Xiaomi 12 Pro sudah dipastikan selayaknya flagship lain. Ya bisa dibilang kalian bisa main game apapun dengan setting-an ‘rata kanan’.

    Untuk melakukan multitasking apalagi. Kalian bisa dengan mudah berpindah aplikasi ke aplikasi lainnya tanpa ada gejala lag sama sekali. Apalagi ponsel ini juga mendukung refresh rate 120Hz, jadi semua transisi aplikasi terasa sangat smooth

    Selama menggunakan Xiaomi 12 Pro kami sama sekali tidak ada komplain soal performanya, buat ponsel harian dengan beragam aplikasi media sosial, email dan pesan instan dipastikan sangat lebih dari cukup. Buat main game berat juga hayuk. Satu-satunya konsentrasi mungkin didistribusi panasnya. 

    Xiaomi mengklaim Xiaomi 12 Pro punya sistem pendingin yang lebih baik, namun rasanya itu belum cukup. Saat dipakai lama bermain game ponsel mulai terasa hangat. Begitu juga saat membuat video. Suhu ponsel mulai terasa naik saat dipakai lebih dari 20 menit. 

    Ya mungkin ini konsekuensi dari performanya yang sangat kencang. Namun semoga saja bisa diselesaikan cukup melalui update software di kemudian hari. Semoga. Berikut adalah hasil benchmark Xiaomi 12 Pro.

    Lalu untuk baterai, Snapdragon 8 Gen 1 ini memang terbukti cukup hemat. Pengalaman kami pakai Galaxy S22 Ultra juga begitu. 

    Di Xiaomi 12 Pro tak terkecuali, ponsel bisa tahan dipakai seharian. Lebih boros 1-2 jam memang dibanding Galaxy S22 Ultra, namun hal itu dikompensasi dengan fast charging 120 watt yang bisa mengisi ulang sampai penuh hanya kurang dari 30 menit. 

     

    Hal Menarik Lainnya dari Xiaomi 12 Pro

    Di luar desain, kamera dan performanya yang memikat, ada beberapa hal lain yang menurut kami menjadi salah satu keunikan Xiaomi 12 Pro.

    1. Infra Red. Ini merupakan fitur yang sudah jarang sekali ditemukan di ponsel kekinian, namun Xiaomi masih mempertahankannya. Fungsi ini memungkinkan ponsel digunakan juga sebagai remote. Bukan cuma televisi, tapi juga bisa AC, radio, kipas angin, setup box, dan elektronik lainnya yang berbasis infra merah. 
    2. Audio. Xiaomi 12 Pro punya speaker stereo yang didesain langsung oleh Harman Kardon dan juga mendukung output Dolby Atmos. Suara speaker eksternalnya memang di atas rata-rata ponsel Android, namun masih kalah enak kalau dibandingkan iPhone 13 Pro. Suara yang keluar cukup keras, namun kalau terlalu keras malah jadi kurang jelas didengar.
    3. Software. Xiaomi menjanjikan dukungan update software hingga tiga tahun, dan empat tahun untuk update keamanan di Xiaomi 12 Pro.

     

    Kesimpulannya: Wajib Beli!

    Kalian para Mi Fans garis keras yang selama ini merindukan ponsel dari Xiaomi sepertinya tidak boleh melewati Xiaomi 12 Pro. Ponsel ini menawarkan segala kemampuan flagship di harga yang masuk akal, Rp 12,9 juta.   

    Isi paket penjualannya juga masih tergolong mewah. Flagship manalagi yang dikemas bersama charger 120 watt?

    Lalu yang paling kami suka adalah ergonominya. Iya, ponsel ini punya desain yang bagus, no debat. Tapi ternyata juga enak ketika dipakai. Ponsel tidak licin di tangan. Lalu bodinya yang ramping dan ringan juga bikin gampang dipakai cuma dengan satu tangan saja. 

    Sistem interfacenya memang tergolong kompleks karena banyak sekali aplikasi dan fitur yang ditonjolkan. Buat sebagian orang mungkin butuh waktu agak lama untuk membiasakan Tapi buat kalian para Mi Fans, justru mungkin bakal lebih senang dengan MIUI 13 yang ada di ponsel ini. 

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini