
Olahraga memang memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Namun, bukan berarti Anda harus berolahraga berlebihan. Faktanya, olahraga terlalu keras justru bisa menjadi ancaman bagi kesehatan, lho! Simak penjelasannya berikut ini.
Idealnya, ketika seseorang melakukan olaharaga ringan, ini memang akan meningkatkan respon kekebalan tubuh. Namun ketika intensitas volume olahraga lebih besar, ini menyebabkan efek depresan sehingga membuat sistem imun jadi menurun.
Dalam kondisi normal, radikal bebas yang dihasilkan dalam tingkat yang rendah akan menetralisir tubuh dan sistem antioksidan. Namun jika seseorang melakukan over-training, justru akan memicu peningkatan produksi radikal bebas yang melebihi kapasitas sistem pertahanan seluler Anda. Hal ini membuat radikal bebas menyerang sistem membran sel, yang menyebabkan sel dalam tubuh kehilangan viabilitasnya– kemampuan suatu sel mempertahankan dan memulilhkan kondisinya, sehingga meningkatkan kerusakan tulang dan otot.
Sebuah artikel terbaru di British Journal of Cancer melaporkan bahwa aktivitas fisik secara teratur dalam intensitas sedang memang mampu meningkatkan respon imun dan berperan dalam pencegahan beberapa jenis kanker tertentu, seperti kanker payudara dan kanker usus besar.
Namun sebaliknya, olahraga berlebihan seperti ultramaraton akan menekan kekebalan selama beberapa jam, seminggu, bahkan lebih, sehingga rentan terhadap risiko infeksi saluran pernapasan atas dan bahkan kemungkinan terkena kanker, terutama kanker kulit. Pasalnya sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti Austria menemukan jika pelari maraton lebih rentan untuk memiliki tahi lalat kulit yang tidak normal dan lesi di pundak dibandingkan yang bukan pelari.
Berdasarkan temuan ini, para peneliti menyarankan pelari melakukan olahraga ketika paparan sinar matahari tidak terlalu terik, mengenakan pakaian yang memadai, dan secara teratur menggunakan tabir surya tahan air.
Tentu saja tidak. Olahraga dengan intensitas keras atau tinggi tidak berbahaya selama tidak berlebihan (over-training). Namun para peneliti mengatakan jika Anda ingin melakukan olahraga dengan intensitas yang keras, Anda harus memastikan jika asupan nutrisi dalam tubuh tercukupi. Hal ini guna menggantikan nutrisi yang hilang selama olahraga sehingga mencegah sistem kekebalan tubuh menurun.
Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang banyak mengandung protein, asam amino, karbohidrat, vitamin, mineral, antioksidan, dan probiotik sehingga mempercepat proses pemulihan akibat kelelahan setelah melakukan olahraga.
Menurut Dr Neil F. Gordon, seorang peneliti dari Cooper Institute for Aerobics Research, Dallas, Texas, beberapa tanda yang menunjukan jika Anda mengalami over-training akibat olahraga terlalu keras adalah:
Kesimpulannya, penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga dengan intensitas sedang adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh. Sedangkan melakukan olahraga dengan intensitas yang berat tanpa diimbangi dengan asupan nutrisi yang baik, ini cenderung memicu komplikasi kesehatan Anda.
The post Ini Bahayanya Jika Anda Olahraga Berlebihan appeared first on Hello Sehat.