
Uzone.id - Game Roblox kini resmi mengeluarkan aturan baru dengan melarang konten romantis atau seksual di dalam platformnya. Aturan baru ini dikeluarkan usai adanya gugatan yang menuding platform ini tidak cukup melindungi anak-anak.
"Kami mengklarifikasi kebijakan kami yang melarang konten romantis dan seksual untuk juga secara eksplisit melarang konten, pengaturan, atau perilaku yang menyiratkan aktivitas seksual," ujar Chief Safety Officer Roblox, Matt Kauffman dalam keterangan resminya.Kebijakan baru yang dibuat oleh game Roblox juga termasuk membatasi semua mode permainan yang tidak memiliki rating jelas.
Sehingga setiap developer yang membuat game di Roblox, harus memberikan informasi secara lengkap berdasarkan kebijakan Maturity & Compliance Questionnaire.
Artinya, developer harus memberikan informasi yang lebih detail di halaman utama game tersebut meliputi jenis konten yang ditawarkan.
Sehingga pemain di game Roblox dapat memutuskan atau mengidentifikasi apakah game yang hendak dimainkan memiliki kriteria yang tepat untuk usia mereka.
"Roblox menggunakan informasi ini untuk merekomendasikan pengalaman di halaman Home dan Charts sesuai dengan kelompok usia dan kebijakan konten regional masing-masing pengguna," sebutnya.
Berdasarkan penjelasan mereka, content maturity ini terbagi menjadi dua kelompok yakni maturity label dan content descriptors.
Pada content maturity label menunjukkan tingkat kematangan game yang ditawarkan, berdasarkan hasil penelitian seputar anak dan standar industri.
Sementara content descriptors menunjukkan konten apa saja yang ada dalam suatu mode permainan, seperti penggambaran darah yang realistis atau perdagangan item di dalamnya.
Jika developer tidak memberikan informasi yang jelas terkait konten yang disuguhkan, maka Roblox akan membatasi pemain yang bisa menikmatinya.
Dengan demikian jika terdapat akun pemain di bawah 13 tahun, maka tidak bisa memainkannya.
Sayangnya, kebijakan ini hanya mengacu pada gameplay di Roblox saja. Pihak Roblox menjelaskan, kalau aturan tidak berlaku untuk konten buatan pemain yang dibawa ke dalam permainan.
"Informasi content maturity hanya berlaku untuk konten yang anda buat untuk pengalaman anda, bukan konten buatan pengguna yang dibawa oleh pemain, seperti pakaian atau aksesori avatar," sebutnya.
Jika pemain membuat mode permainan di Roblox, akan mengisi kuesioner content maturity. Hasil dari kuesioner tersebut akan menjadi label content descriptors sesuai kebijakan di game dengan kategori Minimal, Mild, Moderate, dan Restricted.
Pada kategori Minimal, memungkinkan game mengandung kekerasan ringan dan/atau sedikit dara yang tidak realistis.
Kemudian Mild memungkinkan mengandung kekerasan ringan yang berulang, darah yang berlebihan dan tidak realistris, konten berbasis rasa takut ringan, dan/atau humor kasar ringan.
Sementara Moderate, memungkinkan mengandung kekerasan sedang, sedikit darah realistis, konten berbasis ketakutan sedang, humor kasar sedang, dan/atau konten perjudian yang tidak dapat dimainkan.
Di sisi lain, kateogri Restricted memungkinkan mengandung kekerasan yang kuat, darah realistis yang berat, humor kasar sedang, tema romantis, konten perjudian yang tidak dapat dimainkan, adanya alkohol, dan/atau bahasa kasar.
Kategori label di atas akan muncul saat pemain memilih salah satu mode permainan di Home Roblox. Label akan muncul di kolom Maturity untuk memberikan arahan yang lebih jelas.
Selain dua kebijakan baru tersebut, Roblox juga sudah meluncurkan teknologi baru untuk mendeteksi adegan yang dilarang.
Mereka menyebutkan, teknologi ini akan mendeteksi server jika memiliki jumlah pelanggaran yang tinggi. Maka secara otomatis sistem akan langsung menonaktifkan server tersebut.
"TIm kami kemudian akan bekerja sama dengan pengembang untuk melihat apakah penyesuaian dapat dilakukan untuk mencegah perilaku tersebut di masa mendatang," ungkapnya.
Terakhir, Roblox juga memberikan beberapa pembaruan untuk mode permainan 17 tahun ke atas dengan harus memverifikasi usia dengan kartu tanda penduduk.