
Uzone.id
— Ada yang unik saat laga Piala Dunia 2026 antara Brasil melawan Norwegia
berlangsung. Sebuah robot humanoid bernama Atlas mencuri perhatian penonton
setelah aksinya memainkan bola dalam berbagai gerakan.
Dibuat oleh Boston Dynamics, penampilan perdananya di hadapan 80.000 penonton di stadion dan pendukung boleh di seluruh dunia ini berhasil memukau para penggemar di kala jeda babak kedua.
Dengan gagah, robot yang
ternyata milik Hyundai ini berjalan di tepi lapangan sambil membawa bola. Dalam
aksi perdananya ini, Atlas berhasil melakukan beberapa gerakan termasuk
menirukan selebrasi gol ala Harry Kane, Erling Haaland, Matheus Cunha, dan Son
Heung-min yang disambut dengan sorakan dari seluruh penghujung stadion.
Setelah atraksinya selesai, Atlas kemudian berbalik menghadap wasit dan menyerahkan bola pertandingan sebagai tanda bahwa pertandingan akan segera berlangsung.
Robot ini berhasil menjalankan misinya untuk menyerahkan bola dengan gerakan dan langkah yang presisi–tanpa hambatan berarti.
Gerakannya ini membuktikan
kesempurnaan dalam robot humanoid ini dengan menampilkan kemampuan untuk
melakukan gerakan-gerakan kompleks yang stabil, bahkan di lingkungan stadion
terbuka yang penuh dengan variabel.
Kehadiran Atlas sebagai
bintang tamu dalam pertandingan ini menjadi salah satu misi Hyundai Moto Group
untuk menegaskan kalau mereka sudah semakin ebrkembang dalam industri robotika.
Gak tanggung-tanggung,
kemampuan Atlas ini dalam memberikan gerakan presisi merupakan hasil dari
pengembangan Boston Dynamics (yang kini sudah resmi di bawah naungan Hyundai)
yang memakan waktu hingga lima tahun.
Mereka menggunakan teknologi software tingkat tinggi yang diterapkan secara intensif dalam mewujudkan pertunjukan ini.
Salah satunya adalah
teknologi retargeting yang yang merekonstruksi gerakan manusia agar
sesuai dengan struktur robot, serta penguatan melalui ribuan simulasi agar
gerakan-gerakan tampak alami melalui sistem kendali di mana seluruh sendi robot
bisa bereaksi secara organik.
Hyundai menyebut bahwa
gerakan yang natural ini sangat signifikan karena bisa dikembangkan dan bisa
diterapkan di bidang industri nyata, bukan sekadar gerakan untuk acara
sederhana saja.
“Penampilan ini merupakan
upaya dalam menunjukkan bahwa masa depan telah dimulai dalam realitas ini,
bukan sekedar imajinasi saja,” kata Wakil Presiden Jee Sung-won dari Divisi
Pemasaran Merek di Hyundai Motor Company.
Ia menambahkan bahwa Atlas
ini dikenalkan sebagai mitra yang nantinya bisa mendukung kemajuan manusia
dengan mengintegrasikan teknologi yang berpusat pada manusia ke dalam kehidupan
sehari-hari.