
Uzone.id - Robot Wall-E jadi kenyataan di Consumer Electronic Show (CES) yang berlangsung di Las Vegas, Amerika Serikat (AS). Adalah Zeroth W1, robot mirip Wall-E yang diciptakan oleh startup robotika bernama Zeroth.
Wujudnya memang Wall-E banget. Zeroth W1 punya kepala dengan dua mata besar yang menyerupai teropong binokular yang terpasang di leher fleksibel. Robot ini juga punya sepasang tangan robotik di sisi kiri-kanan tubuhnya yang berbentuk kotak.Paling, perbedaan signifikannya adalah, tampilan Zeroth W1 lebih bersih dan futuristik dengan balutan warna abu-abu metalik. Beda jauh dengan rupa Wall-E yang identik dengan warna lusuh, karena bertahun-tahun mengolah sampah di Bumi yang digambarkan sudah ditinggal oleh umat manusia.
Di bagian dadanya, terdapat layar hitam persegi panjang yang diapit oleh sensor-sensor canggih. Bagian kakinya menggunakan mekanisme roda rantai bergerigi tebal berwarna hitam. Desain roda ala tank ini dirancang agar robot bisa melibas berbagai medan sulit seperti rumput, kerikil, hingga jalanan menanjak.
Kalau robot Wall-E mampu memulung sampah-sampah, Zeroth W1 lebih cocok untuk penggunaan rumahan atau komersial ringan. Robot setinggi lutut orang dewasa dengan bobot 20 kg ini memiliki navigasi LiDAR, kamera RGB, dan segudang sensor, sehingga mampu memetakan lingkungan sekitarnya tanpa menabrak.
Secara fungsi, Zeroth W1 bisa diperintah untuk membawakan barang dengan bobot maksimal 50 kg, mengikuti penggunanya berjalan, menjadi host permainan, hingga memotret momen menggunakan kamera 13 MP. Adapun untuk kecepatan jalannya, maksimal sekitar 1,7 km/jam.
Zeroth W1 rencananya bakal dijual di Amerika Serikat (AS) dengan harga USD5.599 atau setara Rp88 jutaan, yang mulai dikirimkan atau dijual perdana pada 15 April 2026 mendatang.
Sebenarnya, Zeroth punya versi yang mirip dengan Wall-E yang sudah berlisensi resmi dari Disney, namun robot tersebut baru dijual eksklusif di China saja.
Luncurkan juga Zeroth M1
Selain Zeroth W1, startup ini juga memperkenalkan robot humanoid Zeroth M1. Ukurannya mungil dengan tinggi sekitar 38 cm atau seukuran boneka.
Meski kecil, M1 lebih pintar dalam hal komunikasi karena ditenagai oleh AI Google Gemini. Sama halnya, robot ini diposisikan untuk penggunaan rumahan—sebatas teman ngobrol, pengingat jadwal, memantau kondisi rumah, hingga punya fitur deteksi jatuh untuk keamanan lansia.
Zeroth M1 juga bisa beroperasi di atas meja kerja maupun di lantar. Jika terjatuh, ia diklaim bisa bangun sendiri. Sayangnya, baterainya hanya tahan sekitar dua jam sebelum harus balik lagi ke docking pengisian daya secara otomatis.
Zeroth M1 dibanderol seharga USD2.899 atau sekitar Rp45 jutaan. Robot ini juga mulai bisa dipesan di AS pada kuartal pertama tahun ini.