Lifestyle

Ruam pada Kulit Bayi

  • 10 February 2016
  • Bagikan :
    Ruam pada Kulit Bayi

    Ruam atau bintik kemerahan pada kulit bayi adalah masalah yang umum dan tentunya sering menyebabkan kekhawatiran pada orang tua. Hal ini disebabkan karena kulit pada bayi baru lahir mengalami perubahan pada beberapa jam pertama kehidupan. Kebanyakan ruam bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, kapan kita harus membawa bayi untuk diperiksakan ke dokter? Akan dijelaskan beberapa kondisi kulit yang sering dialami oleh bayi baru lahir.




    1. Jerawat pada bayi (neonatal acne). Dua puluh persen bayi baru lahir mengalami kondisi ini. Mungkin orang tua bertanya-tanya bagaimana mungkin bayi baru lahir sudah berjerawat? Sebenarnya jerawat pada bayi disebabkan oleh paparan hormon androgen selama dalam kandungan. Tenang saja, tidak perlu perawatan khusus karena akan sembuh dengan sendirinya tanpa menimbulkan bekas.

    2. Milia. Milia adalah bintik-bintik putih kekuningan yang sering muncul pada area wajah seperti hidung, dahi, pipi, dagu dan kelopak mata. Dapat juga dibagian lain. Penyebabnya adanya penyumbatan pada kelenjar minyak oleh protein benama keratin. Biasanya milia akan hilang sendiri dalam 1-3 bulan.

    3. Miliaria. Miliaria atau biang keringat disebabkan oleh struktur kulit bayi yang belum sempurna sehingga keringat jadi tertahan dan menyumbat saluran kelenjar. Ada dua macam miliaria yang sering muncul yaitu miliaria kristalina (sewarna kulit) dan miliaria rubra (berwarna merah). Biasanya biang keringat akan mengering dan mengelupas setelah beberapa hari. Untuk menghindari, kondisi kulit bayi tidak boleh dibiarkan lembab, selalu ganti baju bila basah oleh keringat, dan bila memungkinkan, bayi dirawat dalam ruangan dengan air conditioner (AC). Perlu diperhatikan pula bahwa pakaian bayi dicuci dan dikeringkan dengan baik.

    4. Erythema Toxicum Neonatorum. Kondisi ini sering terjadi pada bayi yang lahir kecil (<2500 gram) pada saat atau 2-3 hari sejak kelahiran. Kelainan kulit yang muncul berwujud pustul (bintik-bintik dengan tengah bernanah) dikelilingi zona kemerahan, seperti di gigit serangga. Lokasi yang sering di wajah, badan, serta lengan. Penyebab kondisi ini tidak diketahui, tidak perlu perawatan khusus karena biasanya akan hilang dalam 5-7 hari.

    5. Ruam popok (diaper rash). Ruam popok disebabkan akibat kulit yang terlalu lama terkena air seni atau tinja. Biasakan untuk rutin mengganti popok agar bayi tetap nyaman dan kulit tidak teriritasi. Menggunakan salep/krim khusus bayi dianjurkan sebelum mengganti popok dengan yang baru. Jika bayi tampak sangat terganggu, kulit menjadi bengkak dan melepuh, perlu dipikirkan adanya infeksi jamur. Segera periksakan si kecil ke dokter.


    Pada umumnya, kemerahan pada bayi baru lahir tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya (self-limiting). Bila bayi tetap tenang, orang tua tidak usah khawatir. Sebaiknya perhatikan riwayat sebelum keluhan terjadi, bisa saja munculnya ruam berhubungan dengan alergi; misalnya susu, atau produk-produk yang di aplikasikan pada kulit bayi secara langsung. Bila bayi tampak terganggu dan gelisah, segera periksakan ke dokter agar dapat segera ditangani dengan baik.



     Disusun oleh : Dr. Putri Maharani Tristanita Marsubrin, Sp.A, dr. Siti Rahmayanti


    Sumber: udoctor

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini