icon-category Digilife

Rugi Rp15 T, Perusahaan Induk Free Fire PHK Massal Karyawan

  • 08 Sep 2022 WIB
  • Bagikan :
    Ilustrasi foto: Free Fire (Dok. Garena)

    Uzone.id - Sea, perusahaan induk Garena dan juga Shopee melakukan PHK massa terhadap karyawannya di unit Garena.

    Para gamer mobile pasti tidak heran dengan nama Garena, ya perusahaan yang menaungi game populer seperti Free Fire, League of Legends, Arena of Valor dan game balap seluler Speed ​​Drifters.

    Dilansir dari Gamerbraves, Rabu (07/09), Garena setidaknya memberhentikan 30 sampai 40 karyawan dari unit Boyaah!. Sumber juga mengatakan kalau PHK massal ini akan meluas ke bagian lab Sea yang menangani proyek eksperimental.

    Baca juga: Umpatan Menohok Hacker buat Kominfo

    Sebagai induk perusahaan Garena, Sea mengatakan bahwa pihaknya telah membuat beberapa perubahan untuk meningkatkan efisiensi dalam operasinya, yang mana ini berdampak pada sejumlah posisi karyawan.

    Sea sendiri mengalami kerugian bersih hampir USD932 juta selama satu kuartal, kerugiannya bahkan mencapai 2x lipat dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya.

    Walaupun belum disebutkan unit usaha mana yang menjadi biang dari kerugian ini, namun beberapa menyebut kalau kerugian ini bisa jadi karena adanya peningkatan regulasi terhadap Garena di India.

    Baca juga: Wahai Hacker, Kominfo Punya Pesan Nih buat Kalian

    Free Fire yang merupakan game populer Garena dilarang di India pada awal tahun ini karena alasan keamanan nasional.

    Tapi, walaupun dilarang, game ini masih menghasilkan sekitar USD2 miliar per bulan di India, menurun dari USD3 miliar sebelum larangan.

    Sementara itu, aplikasi streaming Booyah! turut tidak bernasib baik karena mengalami penurunan hampir setengahnya di bulan Mei dan Juni, belum lagi pendapatan bulannya juga ikut menurun.

     

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini