
Uzone.id
— TikTok Indonesia akhirnya memberikan tanggapan mengenai kabar pemangkasan
karyawan yang disebut menimpa karyawan mereka di Indonesia.
“Kami tengah menyelaraskan
organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong
pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas
kreator, dan penjual di platform kami,” kata Juru Bicara TikTok kepada
Uzone.id.
Perusahaan menyebut bahwa keputusan ini bukanlah hal yang mudah untuk diambil dan setelah ini perusahaan akan fokus untuk memberikan dukungan bagi karyawan yang terdampak.
“Ini bukanlah keputusan yang
mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan yang
terdampak selama masa transisi ini,” tambah perusahaan.
Kedepannya, TikTok menegaskan
bahwa perusahaan akan terus melakukan investasi di Tokopedia sebagai bagian
dari strategi mereka untuk mendorong Tokopedia menjadi platform yang lebih baik
bagi pengguna dan juga penjual.
“Serta terus memberdayakan
pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di
Indonesia,” tambah mereka.
Tidak disebutkan berapa banyak karyawan yang terkena putaran PHK massal ini, tapi menurut laporan beberapa sumber yang dilansir dari akun @ecommurz, induk TikTok, ByteDance, dikabarkan telah melakukan pemangkasan massal pada hampir 90 persen karyawan Tokopedia di Indonesia.
Pemangkasan ini berdampak ke
karyawan di divisi Tech, Research & Development (RnD), Trust and Safety dan
juga Finance.
Setelah pemangkasan ini
dilakukan, ByteDance disebut hanya mempertahankan sekitar 10 persen dari
karyawan Tokopedia di Indonesia.
Tak hanya di Indonesia,
TikTok juga dikabarkan melakukan pemangkasan di negara lain salah satunya
memangkas sekitar 300 posisi pekerjaan di Dublin, Irlandia, sebagai bagian dari
restrukturisasi perusahaan secara global.