
Nilai tukar rupiah berhasil menguat ke posisi Rp14.357 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan pagi ini, Jumat (29/6), setelah kemarin sempat menyentuh Rp14.387 per dolar AS.
Reza Priyambada, Analis Binaartha Sekuritas menilai rupiah masih akan melemah pada hari ini karena sentimen perang dagang AS-China masih terus merasuki psikologis pelaku pasar.
Namun, pergerakan rupiah bisa saja membaik ketika Bank Indonesia (BI) resmi mengumumkan keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) terkait suku bunga acuan pada siang ini.
Untuk mata uang negara maju, mayoritas melemah dari dolar AS, seperti dolar Australia minus 0,19 persen, rubel Rusia 0,14 persen, dolar Kanada minus 0,11 persen, poundsterling Inggris minus 0,04 persen, euro Eropa minus 0,01 persen, dan franc Swiss minus 0,01 persen.