
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengimbau masyarakat agar tak berbelanja barang-barang impor harga 'selangit' seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Menurut JK, ini sebagai upaya untuk menekan impor barang dan menguatkan nilai tukar rupiah.
"Jangan dalam situasi sulit ini, masyarakat luxuries (bermewah-mewah). Tak usah Ferrari, Lamborghini masuk dalam negeri. Tak usah mobil besar yang mewah-mewah. Tak usah parfum mahal atau tas Hermes contohnya itu," ujarnya di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (4/9).
Berdasarkan data Reuters pada Selasa (14/9) sore, mata uang Garuda bergerak ke level Rp14.935 per dolar AS atau melemah 120 poin atau 0,81 persen dari nilai tukar kemarin Senin (13/9) yang berada di level Rp14.815 per dolar AS.
"Karena banyak dari kita barangnya diekspor, tapi dananya disimpan di Singapura, di Hong Kong, makanya sumber daya alam perlu terkontrol dengan baik. Jangan barangnya pergi rapi, tapi duitnya tidak masuk dalam negeri," tegas dia.
Selama ini, JK mengklaim pemerintah terus berupaya meningkatkan ekspor dan mengurangi impor untuk memperkuat rupiah.
"Intinya, bagaimana meningkatkan ekspor dan mengurangi impor sehingga defisitnya berkurang. Contohnya bagaimana meningkatkan ekspor sumber daya alam, bagaimana pemakaian juga mengurangi impor, seperti yang dibicarakan dulu bagaimana biodesel, bagaimana local contain produk kita makin besar, apakah PLN atau industri lain," tandas JK.