
Seekor Harimau Sumatera nampak gelisah, bergerak ke sana kemari tak menentu. Setiap kali ia mau melangkah lebih jauh ke arah timur, badannya tertahan oleh ikatan di lehernya. Begitu pula saat ia mencoba berjalan lebih jauh ke arah lainnya.
Dari jarak sekitar 20 meter, puluhan pasang mata yang didominasi anak-anak mengamati tingkah laku sang harimau. Sementara beberapa orang dewasa berupaya memotret harimau tersebut dengan gawai mereka.
Tak lama, ada seorang anak yang terlihat tak senang saat memerhatikan Harimau itu.
"Kasihan, harimaunya enggak ada yang nemenin, Mih" ujar anak tersebut kepada ibunya. Namun tak ada jawaban dari ibunya lantaran terlalu sibuk memotret Harimau tersebut.
Begitulah suasana Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, saat reporter Tirto berkunjung ke sana. Mereka adalah adalah segelintir pengunjung dari 74 ribu orang yang tercatat datang hingga pukul 14:00 WIB pada Jumat (7/6/2019).
Staf Pelayanan Informasi Kebun Binatang Ragunan, Wahyudi Bambang mengatakan bahwa libur lebaran menjadi "hajatan besar" bagi pengelola.
"Di 2016, pernah mencapai puncak hingga 203 ribu orang pada libur lebaran," kata Bambang kepada Tirto saat ditemui di Kebun Raya Ragunan, Jakarta Selatan, pada Jumat (7/6/2019).
Bambang memprediksi puncak jumlah pengunjung Ragunan akan terjadi akhir pekan ini. Ia mengatakan pada hari kedua lebaran saja, Kamis (6/6/2019), jumlah pengunjung mencapai 107 ribu.
"Kalau long weekend [di luar libur lebaran] pun ya kisaran 50 ribu sampai 70 ribu," ujarnya.
Bambang menuturkan plat nomor kendaraan yang masuk Kebun Binatang Ragunan paling banyak berasal dari Jabodetabek. "Polanya juga begitu begitu saja datang turun dari kendaraan, piknik, makan, lalu pulang."
Banyaknya jumlah pengunjung membuat pengelola Kebun Binatang Ragunan harus melakukan persiapan ekstra. Salah satunya dengan menambah jumlah petugas hingga tiga kali lipat dari biasanya.
"Pengatur parkir dan kebersihan menjadi prioritas," ujar Bambang.
Selain itu, pengelola juga berkoordinasi dengan polisi, TNI, dan Satpol PP untuk meningkatkan pengamanan. "Petugas medis juga kami tambahkan," sebutnya.
Bambang mengatakan, masalah lain yang sering timbul saat libur lebaran adalah anak-anak yang terpisah dari orang tuanya. Pada hari Jumat (7/6/2019) saja terdapat 10 anak yang dilaporkan terpisah dari orang tuanya. Namun, mereka sudah dipertemukan kembali dengan orang tua masing-masing.
"Kami memberikan informasi di sini dan antisipasi supaya pengunjung selalu mewaspadai putra-putrinya agar tidak terpisah," ujarnya.
Baca juga artikel terkait LIBUR LEBARAN 2019 atau tulisan menarik lainnya Fadiyah Alaidrus