
Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) mengkritik penyegaran aplikasi Gojek karena berpotensi mengambil data warga terlalu banyak.
Damar Januarto, Koordinator Regional Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), menyoroti perubahan yang cukup besar di aplikasi Gojek. Pasalnya, jenis data yang diminta oleh perusahaan tersebut jadi jauh lebih beragam ketimbang versi lawasnya.
"Kalau memang ini ada kaitan dengan transportasinya, mungkin enggak apa-apa. Tapi kalau mintanya terlalu banyak, jadi berisiko data warga yang diambil," ungkap Damar dalam diskusi undang-undang perlindungan data pribadi di Perpusatakaan Nasional, Selasa (13/3).
Lihat juga:Grab Sebut Tak Naikkan Nilai Penukaran GrabPoint |
Saat itu sebagian data pelanggan Gojek bisa terekspos dengan mudah, mulai dari nama, nomor telepon, sisa kredit, riwayat pemesanan, hingga alamat dan riwayat pendidikan pengemudi.
Respons Gojek
Ketika dikonfirmasi soal keamanan data, manajeman Gojek hanya merespons dengan memberikan tautan pembaharuan aplikasi. Tautan tersebut memuat penjelasan pembaharuan yang dilakukan Gojek karena menyesuaikan kebiasaan pengguna.