Home
/
Digilife

Saingi Meta Muse, OpenAI Rilis Agen AI 'Dots' yang Bisa Kerja Sendiri

OpenAI memperkenalkan Dots, agen AI serba bisa bertenaga GPT-6 Astra yang bekerja mandiri dan tersedia bagi pengguna ChatGPT Pro/Business Premium.

Saingi Meta Muse, OpenAI Rilis Agen AI 'Dots' yang Bisa Kerja Sendiri

Sumber Foto: PCMag/Michael Kan

Bagikan :

Highlight Artikel

  • OpenAI memperkenalkan Dots, agen AI serba bisa yang selalu aktif, sebagai respons terhadap Meta Muse.
  • Dots dirancang untuk mengenali hal penting bagi pengguna, bekerja mewakili mereka, dan mengambil alih pekerjaan di latar belakang.
  • Agen AI ini memiliki tampilan animasi yang lucu, dapat dipersonalisasi, dan terhubung ke lebih dari 4.000 aplikasi.
  • Didukung oleh GPT-6 Astra, Dots bekerja 24/7 dengan komputer cloud sendiri, tersedia untuk pengguna ChatGPT Pro dan Business Premium.

Uzone.id — OpenAI gak diam diri ketika Meta merilis agen AI serba bisa, Muse. Tak lama setelah peluncuran Meta Muse, Sam Altman resmi memperkenalkan agen AI terbarunya yaitu Dots pada Rabu, (30/09).

Menurut klaim perusahaan, Dots memiliki kemampuan luar biasa yang selalu aktif dan dirancang oleh OpenAI untuk menangani semua hal.

“Dots menghadirkan cara yang benar-benar baru untuk bekerja dengan AI—yang mengenali hal penting bagi Anda, selalu bekerja mewakili Anda, dan mengambil alih pekerjaan penting sehingga Anda punya lebih banyak waktu dan perhatian untuk hal lain,” kata OpenAI dalam situs resminya, dikutip Rabu, (30/09).

Agen AI ini memiliki tampilan animasi dengan bentuk yang macam-macam, seperti bentuk segitiga yang mirip dengan kartun di game Pou, atau bentuk hati berwarna ungu, atau bentuk bunga bahkan berbentuk kepala katak. Biar lebih lucu, Dots juga dirancang dengan opsi warna yang cerah serta aksesoris seperti kacamata dan juga dasi.


Foto: Salah satu tampilan Dots


OpenAI memaparkan bagaimana cara untuk memanfaatkan Dots. Dalam salah satu skenario, seorang pengembang perangkat lunak menggunakan Dots untuk memantau feedback dari pelanggan, atau melakukan perbaikan bug dan fitur yang diminta sesuai kebutuhan. 

Dalam skenario lain, seorang ilmuwan bisa menggunakan Dots untuk menjalankan ulang analisis dan menyelidiki hasil analisa sesuai dengan data eksperimental yang tersedia.

Berbeda dengan ChatGPT yang hadir sebagai platform khusus, Dots dirancang untuk beroperasi secara independen di antarmuka perangkat, agen AI ini juga dibuat untuk terus bekerja di latar belakang untuk menyelesaikan tugas yang sudah diperintahkan.

Dots bekerja dengan dukungan GPT‑6 Astra–model AI OpenAI yang diklaim paling canggih, memiliki komputer cloud sendiri dan bekerja 24/7.

“Melalui ekosistem plug in kami, Dots dapat dengan mudah terhubung ke lebih dari 4.000 aplikasi, sehingga memiliki alat untuk membantu di mana pun Anda membutuhkannya,” tambah OpenAI dalam situsnya.

Setelah terhubung dengan berbagai aplikasi dan perangkat pengguna, Dots bisa diakses melalui berbagai cara yaitu melalui ChatGPT, pesan teks, Slack, maupun Teams.

Fitur Dots akan tersedia untuk pengguna Pro dan Business Premium ChatGPT yang memenuhi syarat. 

Karena hadir sebagai agen AI serba bisa dan selalu aktif, OpenAI juga mempersiapkan kehadiran “Dots spesialis” yang menangani tanggung jawab tertentu setiap pengguna.

Biar makin personal, setiap Dots dilengkapi dengan identitas, kredensial, dan alat tertentu melalui sistem yang sudah ada. OpenAI saat ini sudah bekerja sama dengan Microsoft untuk mengintegrasikannya ke dalam kontrol keamanan Agent 365 milik perusahaan tersebut.

Untuk pengguna yang ingin mencobanya, Dots nantinya akan muncul di masing-masing akun.

Kalian bisa langsung membuat Dot pertama dari ChatGPT versi desktop atau browser desktop dan memberi nama serta menghiasnya sesuai keinginan.

Setelah itu, kalian bisa memilih sendiri aplikasi apa yang boleh diakses oleh Dot. Setelah setup awal selesai, Dot kemudian bisa kamu hubungi lewat aplikasi mobile ChatGPT.




Setelah selesai disetup, kalian bisa langsung kasih pekerjaan atau tujuan. Misalnya jika kamu seorang analis keuangan, kamu bisa memberi konteks mengenai pekerjaan, audiens, dan tugas-tugas keuangan kamu untuk kemudian dikerjakan oleh Dots.

Setelah itu, Dot akan menjalankan proyek-proyek yang sudah kamu tugaskan secara mandiri dan kamu tetap bisa menambahkan tugas atau ide baru tanpa harus membuat percakapan terpisah.

Karena dia adalah agen AI, Dots bisa terus melakukan tugas-tugas di background. Meski mereka bisa melakukan tugas secara mandiri, kalian masih punya kontrol untuk mengendalikan agen AI tersebut.

Kalian bisa mengarahkan ulang, menentukan tindakan yang boleh dilakukan sendiri, tindakan yang harus meminta persetujuan, dan tindakan yang dilarang dilakukan.

Karena baru diumumkan, Dots belum otomatis tersedia untuk semua akun. Peluncurannya dilakukan bertahap untuk Pro dan Business Premium di wilayah yang memenuhi syarat. Sementara pengguna Enterprise termasuk Edu dan Healthcare mendapat akses beta melalui admin workspace.

 

FAQ Artikel

Apa itu Dots dari OpenAI?

Dots adalah agen AI terbaru dari OpenAI yang dirancang sebagai agen serba bisa dan selalu aktif. Ia mampu mengenali hal penting bagi pengguna, bekerja mewakili mereka, dan mengambil alih pekerjaan di latar belakang.

Apa perbedaan utama Dots dengan ChatGPT?

Berbeda dengan ChatGPT yang merupakan platform khusus, Dots dirancang untuk beroperasi secara independen di antarmuka perangkat dan terus bekerja di latar belakang untuk menyelesaikan tugas yang diperintahkan.

Bagaimana Dots bisa terhubung dengan aplikasi dan perangkat lain?

Melalui ekosistem plug-in, Dots dapat dengan mudah terhubung ke lebih dari 4.000 aplikasi. Setelah terhubung, Dots dapat diakses melalui ChatGPT, pesan teks, Slack, atau Teams.

Siapa yang dapat mengakses fitur Dots?

Fitur Dots akan tersedia untuk pengguna ChatGPT Pro dan Business Premium yang memenuhi syarat. Peluncurannya dilakukan bertahap, sementara pengguna Enterprise (termasuk Edu dan Healthcare) mendapat akses beta melalui admin workspace mereka.

Apakah pengguna memiliki kendali atas tindakan Dots?

Ya, meskipun Dots dapat melakukan tugas secara mandiri di latar belakang, pengguna tetap memiliki kendali penuh. Mereka dapat mengarahkan ulang, menentukan tindakan yang boleh dilakukan sendiri, tindakan yang harus meminta persetujuan, dan tindakan yang dilarang dilakukan.

Vina Insyani

Vina Insyani

Jurnalis

Jurnalis yang berfokus untuk memantau tren viral di sekitar kalian serta mengulik isu yang ramai dibahas di ruang digital.
Lihat semua artikel →
populerRelated Article