
-
Tak seindah namanya, tumpukan sampah sepanjang satu kilometer mencemari aliran Kali Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Terpantau pada Minggu (28/7), kotoran di Kali Bahagia Desa Bahagia, Kecamatan Babelan, itu didominasi sampah domestik, seperti plastik dan styrofoam.
Salah seorang warga yang tinggal dekat lokasi tumpukan sampah Kali Bahagia, Ghozali (55) mengatakan sampah-sampah itu awalnya datang dari hulu sungai dan menumpuk.
Tumpukan sampah seakan menjadi pertanyaan terhadap pernyataan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang menyebut terjadi penurunan sebanyak 1 persen sampah plastik atau sekitar 630 ribu ton pada 2018 lalu di Indonesia.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Rosa Vivien Ratnawati menyebut penurunan sampah plastik hingga 1 persen itu diambil tahun 2016, yang mana saat itu tumpukan sampah plastik mencapai 16 persen.
Ia mengatakan turunnya jumlah sampah plastik hasil dari kampanye lingkungan yang masif.
"Di Indonesia ketika tahun 2016 sampah plastiknya itu sekitar 16 persen, turun menjadi 15 persen tahun 2018. Turun satu persen itu artinya pengurangan sampah plastik sebesar 630 ribu ton, jadi lumayan walaupun cuma satu persen," kata Vivien kepada awak media di kawasan Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Minggu (28/7).
Lebih lanjut kata Vivien, guna mengurangi sampah plastik di Indonesia, KLHK sendiri telah lama menggalangkan program "Bank Sampah". Program ini dibentuk untuk menerima sampah plastik yang dapat didaur ulang lalu diperjualbelikan sehingga masyarakat juga mendapat keuntungan.