
Uzone.id - Project Moohan atau Samsung Galaxy XR akhirnya meluncur juga. Ini adalah headset extended reality (XR) pertama Samsung yang dibangun di atas platform Android XR dan ditenagai AI multimodal, sehingga menjanjikan pengalaman yang lebih imersif.
Samsung Galaxy XR merupakan perangkat hasil kolaborasi tiga perusahaan, Samsung, Google, dengan Qualcomm. Bukan saja berjalan dengan Android XR, headset ini juga ditenagai oleh prosesor Snapdragon XR2+ Gen 2.Prosesor ini sudah didukung oleh Qualcomm Hexagon NPU untuk menghadirkan visual yang jernih dan pemrosesan AI yang canggih di perangkat.
Untuk urusan visual, Samsung Galaxy XR menggunakan layar 4K Micro-OLED yang diberikan lapisan pelindung cahaya yang bisa dilepas-pasang untuk mencegah cahaya dari luar masuk dan mengganggu pandangan.
"Dengan Galaxy XR, Samsung memperkenalkan ekosistem perangkat seluler yang benar-benar baru," ujar Won-Joon Choi, Chief Operating Officer Mobile eXperience (MX) Business di Samsung Electronics.
Visual yang bagus, dipadukan dengan kenyamanan yang pas buat pengguna, terutama untuk pemakaian cukup panjang. Samsung Galaxy XR dirancang secara ergonomis, dimana Samsung berhasil mendistribusikan tekanan secara merata di dahi dan belakang kepala.
Seperti Apple Vision Pro, perangkat ini juga ditopang baterai yang dibuat terpisah dari unit headset. Alasan utamanya, biar headset lebih ringkas, ringan, dan nyaman saat dikenakan pengguna. Bicara soal baterai, Samsung Galaxy XR mampu bertahan selama 2,5 jam penggunaan.
"Dibangun di atas Android XR, Galaxy XR memperluas visi AI seluler ke ranah baru yang penuh dengan kemungkinan yang imersif dan bermakna, memungkinkan XR bertransformasi dari konsep menjadi kenyataan sehari-hari, baik bagi industri maupun pengguna,” jelasnya.
Samsung Galaxy XR turut dibekali dengan ragam sensor, kamera, dan ragam perangkat keras yang canggih. Kombinasi ini memungkinkan perangkat untuk melacak gerakan kepala, tangan, dan mata pengguna secara presisi.
Pelacakan ini yang disebut dapat memberikan pengalaman khas extended reality yang imersif untuk pengguna. Plus, mikrofon yang ditempatkan secara strategis dan didukung perangkat lunak untuk menyaring kebisingan eksternal, memastikan suara pengguna tertangkap dengan jernih.
Berkat sensor-sensor tersebut, serta dengan kombinasi Android XR dan chipset dari Qualcomm, Samsung Galaxy XR sudah terintegrasi dengan Gemini di level sistem.
Menariknya, pengguna juga bisa mengaktifkan Circle to Search yang memungkinkan mereka melingkari objek di dunia nyata untuk mencari informasi lewat mode pass through. Ada juga fitur Auto-Spatialize yang bisa mengubah foto dan video 2D menjadi 3D yang imersif.
Samsung Galaxy XR akan tersedia mulai 21 Oktober di Amerika Serikat dan 22 Oktober di Korea Selatan. Soal harga, Samsung Galaxy XR dibanderol dengan harga USD1.799 atau setara Rp29,8 jutaan. Harganya jauh lebih murah dari Apple Vision Pro saat pertama kali meluncur yang mencapai nyaris Rp60 juta.