Samsung Raja HP Global, Xiaomi dkk Anjlok Dua Digit

Highlight Artikel
- Samsung mendominasi pasar smartphone global Q2-2026 dengan 24% pangsa, menunjukkan pertumbuhan terkuat di antara lima merek teratas meskipun pasar secara keseluruhan menurun 11% YoY.
- Pendorong pertumbuhan Samsung adalah ketersediaan produk, harga stabil, promosi agresif, serta tingginya permintaan Galaxy S26 Series (terutama Ultra) berkat fitur AI dan Privacy Display.
- Apple di posisi kedua dengan 20% pangsa pasar, mencatat pertumbuhan pengiriman 3% YoY dan menjadi satu-satunya yang tidak menaikkan harga. iPhone 17 Series adalah model terlaris global.
- Merek-merek China (Xiaomi, Oppo, Vivo) menempati posisi 3-5, namun ketiganya mengalami penurunan pengiriman dua digit YoY, terutama di segmen entry-level dan menengah karena biaya komponen dan penundaan pembelian konsumen.
- Di tengah penurunan pasar global, Google dan Huawei berhasil mencatat pertumbuhan pengiriman smartphone yang signifikan (masing-masing 16% dan 6%) berkat model-model terbaru mereka.
Daftar Isi
Samsung Rajai Pasar Global Q2-2026
Samsung juga mencatat pertumbuhan paling kuat di antara lima merek smartphone terbesar dunia, meski pengiriman smartphone global secara keseluruhan turun 11 persen secara year-on-year (YoY).
Dikutip pada Senin (20/7), performa Samsung relatif aman di pasar India dan Timur Tengah, lantaran ketersediaan produknya yang cenderung lebih baik, kenaikan harga yang minim, serta promosi musim panas yang agresif.
Samsung Galaxy S26 Series menjadi salah satu model yang mendorong pertumbuhan Samsung sepanjang Q2-2026, di mana varian Ultra menjadi model yang paling menonjol. Dilaporkan, permintaan tinggi terhadap smartphone ini didorong oleh hadirnya fitur Privacy Display dan fitur-fitur berbasis AI yang kian lengkap.
Sementara itu, integrasi vertikal, perluasan portofolio AI, dan penyegaran jajaran produk, membantu Samsung mempertahankan pertumbuhan. Walau, permintaan untuk smartphone entry-level dan kelas menengah tetap melemah.
Performa Apple di Posisi Kedua
Apple berada di posisi kedua dengan pangsa pasar sebesar 20 persen, naik dari 17 persen pada Q2-2025. Angka tersebut menjadi pangsa pasar kuartal kedua tertinggi yang pernah dicatat Apple.
Pengiriman iPhone juga tumbuh 3 persen secara YoY. Dan lagi, Apple menjadi satu-satunya produsen smartphone besar yang tidak menaikkan harga perangkat selama kuartal tersebut.
iPhone 17 Series menopang pertumbuhan Apple di kuartal ini. Seri ini juga menjadi model smartphone dengan jumlah pengiriman tertinggi secara global.
Meski begitu, performa Apple di China masih tertekan. Pengiriman iPhone di negara tersebut turun secara YoY, meski Apple menggelar promosi lebih awal menjelang festival belanja 618.
Counterpoint menyebut potongan harga yang diberikan tahun ini tidak seagresif promosi pada periode yang sama di 2025. Permintaan terhadap iPhone generasi lama juga melemah karena alokasi komponen lebih diprioritaskan untuk model terbaru di tengah terbatasnya pasokan memori.
Trio merek China di urutan 3-5
Xiaomi menempati urutan ketiga dengan pangsa pasar 12 persen, turun dari 14 persen pada Q2-2025. Pengiriman Xiaomi mengalami penurunan dua digit secara YoY akibat kenaikan biaya memori yang menekan permintaan di segmen entry-level dan kelas menengah.
Untuk menjaga volume pengiriman, Xiaomi merampingkan portofolio produknya dan melonggarkan skema pembiayaan bagi peritel. Xiaomi juga mencatat permintaan di segmen premium melalui Redmi Note 15 Series, Redmi K90, dan Xiaomi 17 Series.
Sementara itu, Oppo berada di posisi keempat dengan pangsa pasar 11 persen, turun tipis dari 12 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Permintaan produk Oppo melemah di sebagian besar pasar utamanya. Kendati demikian, penjualan A Series dan Reno Series membantu menahan penurunan volume agar tidak lebih dalam.
Oppo masih menghadapi tekanan dari kenaikan biaya komponen di segmen entry-level, kondisi yang juga dirasakan oleh merek lain dengan ketergantungan besar pada kategori tersebut.
Sementara itu, Vivo menempati posisi kelima dengan pangsa pasar 8 persen, turun dari 9 persen pada Q2-2025.
Selain menghadapi kendala pasokan, kenaikan harga membuat sejumlah model utama Vivo keluar dari rentang harga pentingnya. Kondisi tersebut memberikan tekanan tambahan terhadap pengiriman smartphone Vivo.
Secara keseluruhan, Counterpoint melaporkan bahwa Xiaomi, Oppo, dan Vivo sama-sama mencatat penurunan pengiriman dua digit secara YoY. Ketiganya terdampak lebih besar karena memiliki eksposur tinggi di segmen entry-level dan kelas menengah.
Konsumen di kategori tersebut cenderung menunda pembelian, memilih smartphone generasi lama, atau memperpanjang masa penggunaan perangkat mereka.
Merek Lain yang Bertumbuh
Adapun gabungan merek di luar lima besar menguasai pangsa pasar 26 persen, turun dari 28 persen pada Q2-2025.
Di antara merek tersebut, Google dan Huawei justru mencatat pertumbuhan. Pengiriman smartphone Google naik 16 persen secara YoY, didorong Pixel 10 dan Pixel 10a di sejumlah pasar maju.
Huawei juga mencatat pertumbuhan pengiriman sebesar 6 persen. Kenaikan tersebut ditopang Mate 80 Series, Nova 15, serta Enjoy 90 Series yang baru diluncurkan.
| Peringkat | Vendor | Market Share | Perubahan YoY |
|---|---|---|---|
| 1 | Samsung | 24% | Terkuat di Top 5 |
| 2 | Apple | 20% | ↑ |
| 3 | Xiaomi | 12% | ↓ Dua Digit |
| 4 | OPPO | 11% | ↓ |
| 5 | vivo | 8% | ↓ |
Sumber: Counterpoint Research, Juli 2026
FAQ Artikel
Siapa raja HP global pada Q2-2026 menurut Counterpoint Research?
Samsung menjadi 'raja HP global' pada kuartal II 2026 (Q2-2026) dengan menguasai 24% pangsa pengiriman smartphone dunia, berdasarkan laporan Counterpoint Research.
Faktor apa yang mendorong pertumbuhan Samsung pada Q2-2026?
Pertumbuhan Samsung didorong oleh ketersediaan produk yang lebih baik, kenaikan harga yang minim, promosi musim panas yang agresif di India dan Timur Tengah, serta permintaan tinggi untuk Galaxy S26 Series (terutama varian Ultra) berkat fitur Privacy Display dan AI.
Berapa pangsa pasar Apple pada Q2-2026, dan apa keunggulannya?
Apple menempati posisi kedua dengan 20% pangsa pasar, mencatat pertumbuhan pengiriman 3% YoY. Apple juga menjadi satu-satunya produsen besar yang tidak menaikkan harga perangkat selama kuartal tersebut, dengan iPhone 17 Series sebagai model terlaris global.
Mengapa merek-merek China (Xiaomi, Oppo, Vivo) mengalami penurunan pengiriman?
Xiaomi, Oppo, dan Vivo mencatat penurunan pengiriman dua digit secara YoY. Hal ini disebabkan oleh kenaikan biaya memori yang menekan permintaan di segmen entry-level dan kelas menengah, serta kecenderungan konsumen untuk menunda pembelian atau memperpanjang masa pakai perangkat.
Merek smartphone mana saja yang berhasil mencatat pertumbuhan pengiriman meskipun pasar global menurun?
Meskipun pasar smartphone global secara keseluruhan turun 11% YoY, Google dan Huawei justru mencatat pertumbuhan pengiriman masing-masing sebesar 16% (didukung Pixel 10 dan Pixel 10a) dan 6% (ditopang Mate 80 Series, Nova 15, serta Enjoy 90 Series).

