
Uzone.id - Selama 12 tahun terakhir, Samsung Electronics Indonesia telah membantu ribuan siswa SMK untuk siap kerja lewat program Samsung Tech Institute (STI). Fokusnya sederhana, memberikan pelatihan teknis dan soft skill yang benar-benar terpakai di dunia industri saat ini, mulai dari cara memperbaiki produk hingga kemampuan bekerja dalam tim.
Salah satu pilar utama dari program STI adalah kesempatan magang atau praktik kerja lapangan (PKL) langsung di Samsung Electronics Indonesia. Di sinilah para siswa benar-benar diuji. Mereka tidak lagi hanya berhadapan dengan teori, tetapi terlibat langsung dalam dinamika industri yang sesungguhnya.Rafel Felino Edwin, siswa dari SMK 11 Bekasi yang sedang menjalani PKL, bercerita bagaimana pengalaman ini memperkaya wawasannya.
“Saat PKL di Samsung pun saya merasakan langsung dinamika dunia kerja, melihat proses produksi nyata, memahami sistem lintas divisi, dan terlibat dalam aktivitas industri. Pengalaman praktik ini memperkaya wawasan dan menjadi bekal berharga untuk karir saya ke depan,” ungkap Rafel.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Amalia Putri Dewi Cahyani, alumni STI dari SMK Muhammadiyah 3 Weleri. Baginya, kesempatan terjun langsung ke dunia kerja membuat proses belajarnya lebih matang dan membuka wawasan tentang tantangan industri yang sesungguhnya.
Pengalaman ini tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga membangun kecakapan kerja (employability skills) seperti penyelesaian masalah dan kolaborasi.
Dengan semangat inklusivitas, program STI tidak hanya berpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau daerah yang sebelumnya kurang memiliki akses pendidikan vokasi berkualitas, termasuk di Indonesia Timur. Salah satu yang merasakan manfaatnya adalah Gerald Samuel Mailopuw, siswa dari SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura.
“Saya belajar lebih dari sekadar keterampilan teknis; komunikasi, kerja sama tim, dan rasa ingin tahu menjadi bekal penting untuk dunia kerja,” ujar Gerald, membuktikan bahwa program ini memberikan bekal yang menyeluruh.
Wujud kemerdekaan belajar untuk generasi muda
Upaya yang dilakukan Samsung ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tren positif, dimana lebih dari 81 persen lulusan SMK berhasil memasuki dunia kerja antara 2022 hingga Agustus 2024. Angka ini membuktikan pentingnya sinergi antara kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri.
Direktur SMK dari Kemendikdasmen RI, Dr. Arie Wibowo Khurniawan, S.Si, M.Ak., juga menyambut baik program ini. Ia menyatakan, STI sudah sejalan dengan arah kebijakan Program Pengembangan SMK 2025 dari Kemendikdasmen RI, yang menargetkan lulusan SMK menjadi SDM yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di pasar global.
“Saya bangga dan sangat mendukung program seperti STI, yang menjadi wujud nyata partisipasi dalam mewujudkan pendidikan bermutu," ujarnya.
Melalui STI, Samsung menunjukkan komitmennya untuk memberdayakan generasi muda, memastikan mereka tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu bersaing dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Karena pada akhirnya, di tangan generasi muda yang merdeka dalam belajar dan berkarya, masa depan Indonesia ditentukan.
“Samsung percaya bahwa pendidikan vokasi yang berkualitas harus dapat diakses oleh semua, tanpa terkecuali. Hal ini menjadi langkah penting dalam membentuk generasi pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan industri digital,” jelas Bagus Erlangga, Corporate Marketing Director Samsung Electronics Indonesia.
Dengan semangat kemerdekaan, kami meyakini bahwa setiap anak bangsa berhak mendapatkan kesempatan yang setara untuk berkembang dan berkontribusi. Melalui program STI, kami berupaya menjembatani mimpi mereka menjadi kenyataan,” pungkasnya.