Sponsored
Sponsored

Samsung Electronics Co LTd pada Senin menyatakan kerusakan baterai menjadi penyebab meledaknya ponsel premium Galaxy Note 7, bukan perangkat lunak atau keras dari gawai tersebut. Pengumuman tersebut disampaikan lebih dari tiga bulan setelah pembuat smartphone top dunia itu berseteru dengan kompetitornya, iPhone dari Apple Inc.
Kegagalan itu merugikan Samsung sekitar 5,3 miliar dolar AS Rp 65,5 triliun. Baterai lithium-ion yang digunakan untuk ponsel Samsung Galaxy Note 7 menjadi penyebab utama handset tersebut terbakar, sehingga perusahaan asal Korea Selatan itu harus menarik perangkat tersebut skala global. "Kami benar-benar minta maaf untuk ketidaknyamanan ini," kata Kepala Bisnis Mobile Samsung, Koh Dong-jin, saat konferensi pers di Seoul, Senin (23/1) waktu setempat.Baca juga: Samsung Galaxy S7, Ponsel Cacat di 2016