
Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan di jurnal Nature telah mengungkapkan salah satu fakta yang mengejutkan.
Penelitian yang dilakukan tim peneliti dari International AIDS Vaccine Initiative (IAVI), Scripps Research Institute dan Texas A & M University menunjukkan, bagaimana mereka dapat menginduksi antibodi dan mencegah infeksi HIV.
Salah satu aspek paling menantang yang dihadapi peneliti dalam hal vaksinasi HIV adalah, orang yang terinfeksi tidak bisa membuat antibodi secara efisien terhadap virus.
Selama penelitian, para peneliti menemukan, bahwa sistem kekebalan tubuh sapi dapat menghasilkan antibodi-antibodi yang kuat dan antibeku dalam hitungan minggu.
Ini dapat memberikan harapan untuk pengembangan vaksin AIDS yang efektif secara luas dalam waktu dekat. Proses serupa dalam tubuh manusia biasanya memakan waktu bertahun-tahun.
Namun, sampai saat ini para ilmuwan tidak dapat berhasil menginduksi penciptaan bNAbs pada manusia melalui vaksin HIV.