icon-category Auto

Say Hi To Mobil Listrik Tanpa Sopir Bikinan BRIN

  • 17 Feb 2022 WIB
  • Bagikan :
    MEVi - TDS (Foto: BRIN)

    Uzone.id - Ada yang menarik dari omongan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, belum lama ini. Dia punya prediksi bahwa keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terancam sepi dalam 5 tahun lagi.

    Ahok kala itu bilang, bahkan tak sampai 5 tahun, SPBU di Indonesia banyak yang bakal sepi karena sudah banyak perusahaan di dalam negeri yang memproduksi atau menjual kendaraan listrik.

    "Saya yakin tidak sampai 5 tahun kendaraan motor ganti listrik, belum lagi jika ada pemberian kredit bunga murah. Saya kira SPBU bisa langsung kosong karena operasional SPBU itu kebanyakan diisi oleh motor," kata pria yang saat ini menjabat Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) itu, berbicara di acara 'Roaring to Win 2022, DBSI Spring Festival', pada Kamis (10/2/2022).

    BACA JUGA: Fitur Canggih Toyota Fortuner yang Diekspor ke Australia

    Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga punya target memproduksi 600 ribu mobil listrik dan 2,45 juta unit motor listrik di tahun 2025.

    Menyambut rencana besar tersebut, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT) telah pengembangan kendaraan listrik otonom atau tanpa pengemudi.

    MEVi - TDS (Foto: BRIN)

    BRIN juga membuat kendaraan listrik Micro Electric Vehicle – Teleoperated Driving System (MEVi – TDS) semi otonom, yaitu menggunakan mekanisme pengemudian jarak jauh atau teleoperation.

    Pengembangan kendaraan listrik tersebut difokuskan pada penguasaan teknologi komponen kunci seperti motor listrik, battery, control system/power electronics, platform dan charging system.

    MeVI – TDS

    Secara desain, MEVi – TDS ini terlihat simply futuristic, dengan dilengkapi 4 buah lampu LED di bagian depan, lampu rem berbentuk oval di bagian belakang, serta 6 lampu LED membentuk segitiga sebagai lampu sein.

    Di bagian kap atas, ditambahkan lampu rotator berwarna amber yang akan menyala sebagai alarm jika terjadi kegagalan fungsi dari teleoperation.

    MEVi – TDS memiliki dimensi panjang 1.475 mm, lebar 990 mm serta tinggi 1.470 mm. Berat sekitar 80 kg. Memakai velg 8 inc, jarak sumbu roda 1.150 mm dengan ground clearance 70 mm.

    BACA JUGA: Tips Cerdas Beli Mobil Bekas, Awas Malah Buntung!

    MEVi - TDS (Foto: BRIN)

    MEVi – TDS dilengkapi baterai lithium ion 48 Volt 12 Ah. Karena kapasitas baterai 12 Ah, maksimal pemakaian sekitar 46 menit untuk pemakaian dengan kecepatan maksimal 10,88 km/jam.

    Kapasitas baterai akan ditingkatkan, tetapi kecepatan maksimal MEVi – TDS untuk saat ini tidak akan dinaikkan karena kendaraan ini tanpa pengemudi.

    MeVi – TSD menggunakan motor BLDC (motor brushless dc) 750 Watt, tenaga 1 HP, torsi 2,36 Nm yang mampu mengangkat beban hingga 600 Kg.

    MEVi – TDS juga dilengkapi dengan 6 sensor ultrasonik sebagai sensor jarak, sensor IMU untuk mengetahui orientasi kendaraan, GPS untuk mengetahui posisi secara tepat dan 4 buah kamera yang berfungsi sebagai vision.

    MEVi - TDS (Foto: BRIN)

    Pusat pengendali sebagai pemroses data di MEVi – TDS menggunakan Nvidia Jetson AGX Xavier yang akan berkomunikasi dengan workstation di command station menggunakan jaringan WiFi AC (IEEE 802.11ac). Topologi infrastruktur telekomunikasi yang digunakan adalah topologi jaringan wireless multihop.

    Pada command station, beberapa perangkat keras digunakan untuk memberi komando kepada kendaraan.

    Dengan menggunakan workstation dilengkapi GPU yang digunakan untuk memproses kiriman data dari kendaraan.

    Selain itu dilengkapi simulator lengkap dengan driving force wheel-nya serta memakai 3 monitor yang ditopang oleh free standing triple monitor stand.

    Plt. Kepala Pusat Tenaga Listrik dan Mekatronik sekaligus Koordinator PRN Kendaraan listrik, Haznan Abimanyu, mengatakan bahwa penelitian sistem teleoperation mulai dilakukan dengan sumber daya gabungan peneliti dari Pusat Riset Informatika, Pusat Riset Tenaga Listrik dan Mekatronik, Pusat Riset Elektronika dan Telekomunikasi, serta Balai Pengembangan Instrumentasi.

    “Tim peneliti merancang dan membangun dari awal platform kendaraan listrik yang digunakan. Platform tersebut diperuntukkan bagi kendaraan satu penumpang. Secara global, kendaraan listrik masa depan untuk perkotaan memang dirancang untuk satu atau dua penumpang. Kendaraan ini sering disebut sebagai micro electric vehicle,” kata Haznan, dilansir dari situs resmi BRIN.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini