
-
Banyak pihak percaya, setelah teknologi listrik, masa depan otomotif global adalah sistem otonom yang bikin kendaraan 100 persen tidak memerlukan pengemudi. Walau begitu, seiring kemajuan pengembangan otonom, semakin banyak masalah yang muncul, salah satunya soal kepercayaan masyarakat.
Asosiasi otomotif di Inggris, Automobile Association (AA), mengungkap, budaya masyarakat pada mobil konvensional masing sangat kuat. Hal itu menandakan masih terdapat penolakan pada seseorang untuk berkendara tanpa ada yang memegang setir.
Lihat juga:7 Fitur Bakal Jadi Perlengkapan Standar di Mobil |
Sembilan dari 10 pengemudi yang ditanyai mengatakan mereka tidak percaya mobil mampu mengambil keputusan tepat saat berkendara seperti misalnya memprediksi hal-hal tertentu. Namun, mereka menerima kemajuan teknologi otomotif asalkan tidak menghilangkan sepenuhnya kontrol manusia.
Survei yang sama juga mengungkap sebanyak 59 persen menginginkan kendaraan otonom memiliki fitur adaptive cruise control dan 58 persen mau automatic emergency braking.
"Mobil saat ini kurang lebih masih sama selama 100 tahun, tapi dekade depan kita akan melihat banyak perubahan dari 50 tahun yang lalu. Tidak ada keraguan kemajuan teknologi bisa dan akan menyelamatkan nyawa dan membuka mobilitas buat orang tua, difabel, dan muda. Masih banyak penilaian tentang kapan, atau bagaimana, konsumen akan menerima mobil otonom saat mereka bertambah usia sambil mencintai mobil mereka," ucap King.