
Sebanyak 86 harimau dikabarkan mati pada Senin (16/9) di Thailand. Harimau ini sebelumnya telah diselamatkan dari sebuah kuil pada 2016 silam.
Departemen Taman Nasional, Satwa Liar dan Konservasi Tumbuhan Thailand (DNP) dalam keterangan resmi mengatakan kematian harimau ini akibat infeksi virus dan faktor genetik perkawinan sedarah.
Wakil direktur jendral DNP Prakit Wongsriwattanakul mengatakan bahwa sebagian besar harimau yang diselamatkan tersebut memiliki sistem kekebalan tubuh yang melemah akibat perkawinan sedarah, mengutip dari Independent.
Dilansir dari CNN, 86 dari 147 harimau yang diselamatkan tersebut mengalami sejumlah penyakit, di antaranya adalah penyakit pernapasan dan virus Canine Distember yang umum menyerang hewan seperti anjing dan juga jenis-jenis kucing besar lainnya.
Lihat juga:Angkatan Laut AS Buka Suara Soal Video UFO |
Perkawinan sedarah atau inbreeding dan cross breeding kerap kali dilakukan secara ilegal untuk mendapatkan jenis hibrid yang unik. Kemudian harimau hibrid tersebut dijual dengan harga yang tinggi.
Wild Sactuary menjelaskan, hewan hibrid ini akan mengalami kecacatan dan masalah kesehatan yang serius. Tak sedikit juga yang mengalami kelainan jantung, cacat wajah, hingga mati dalam keadaan prematur.
Saat penyelamatan yang dilakukan pada Juni 2016, otoritas setempat juga menemukan sejumlah pelanggaran lainnya. Kuil ditemukan memiliki 40 anak harimau di dalam pendingin. Selain itu, sejumlah organ yang telah dibekukan dan siap dijual juga ditemukan di kuil tersebut.
Lima pria termasuk tiga orang biksu didakwa memiliki bagian-bagian hewan yang terancam punah tanpa izin.