home ×
Auto

Seberapa Corolla Crossover Toyota Ini?

09 September 2020 By
Seberapa Corolla Crossover Toyota Ini?
Share
Share
Share
Share

Uzone.id - Di segmen crossover, hybrid pula, Toyota sebenernya sudah punya C-HR. Tapi entah kenapa, crossover lain kembali dihadirkan, dengan harga yang lebih murah tentunya, melalui sosok Toyota Corolla Cross. Seberapa Corolla sih crossover ini?

Ketika versi sedannya punya segudang fitur keselamatan canggih, Corolla Cross tampil lebih membumi dan sederhana, kecuali tampilan dan sosok agresifnya. 

Dia gak punya Toyota Safety Sense yang menyediakan cruise control adaptive, dia juga gak bisa ngerem otomatis. Tapi di mobil ini ada NFC, jadi kita bisa cek saldo NFC e-Money Mandiri. Ya, hanya Mandiri. Jadi ini semacam bloatware, atau aplikasi bawaan yang dipaksa ada di mobil, kayak hape.

NFC e-Money Mandiri cuma bisa baca saldo, belum bisa top up. Cuma berguna banget kalau mau masuk tol. Dan bahkan, kalau layar 9 inci ini dinyalakan, muncul tanggal ganjil atau genap. Sungguh, anak kota banget deh mobilnya.

Padahal dengan sosok crossover, seharusnya dia disetting untuk bisa menjelajah ke pelosok-pelosok, gak cuma nongkrong-nongkrong cantik di mall atau perkantoran.

Apalagi ini hybrid, jadi bensinnya pasti irit, pas buat bertualang jarak jauh. Tapi sekali lagi, hybrid untuk Toyota mungkin adalah sekedar gimmick marketing. Tapi inilah dia Toyota Corolla Cross.

Tampang agresif serba berotot


Mobil ini punya dimensi panjang 4.460mm lebarnya 1 .825mm dan tingginya 1 .620 mm. Wheelbase : 2.640 mm dan ground clearence 160an mm. Tergolong kompak, tapi karena desainnya jadi keliatan besar dan gahar.

Tampangnya jelas sudah gak Corolla Altis banget. Banyak yang bilang wajahnya cemberut berkat grill besar trapesium tersebut. Tapi justru elemen lain seperti bumper ngebuat tampilannya terlihat gahar. Ditambah kap mesin yang keliatan panjang banget.

Bagian sampingnya juga menarik, karena penuh dengan lekukan dan tonjolan otot. Sejumlah detail bikin kami salut, mulai dari desain over fendernya yang unik, kemudian side skirt, sampai list krom minimalis yang ada di pilar paling belakang. Dari samping pun, keliatan kalau mobil ini punya bahu yang kekar.

Bannya pake pelek 18 inci dual tone, jadi keliatan berisi dan porposional. Di atap ada roof rail dan pastibya sunroof elektrik.

Sedangkan bagian belakang, keliatan lebih sederhana dan biasa aja. Mulai dari desain lampunya, bahu pintu bagasi sampai bumpernya yang secara keseluruhan gak keliatan istimewa.

Tapi secara keseluruhan desain, Toyota serius dan detail menggarapnya. Ini jadi nilai plus sendiri. Selain banyak embose siluet dan penamaan Corolla Cross, crossover ini sukses menghilangkan kesan sedannya sama sekali.

Kabin Altis banget dan minim fitur canggih.


Masuk ke dalam kabinnya, barulah nuansa Altis terasa banget, kecuali posisi duduknya yang agak tinggi. Tapi joknya enak dan ergonomis, meski pengaturannya masih manual. Setir juga udah tilt dan telescopic. Ada tombol-tombol pengaturan audio dan MID. Wiper dan lampu juga otomatis dan ada pengaturan lampu kabut di belakang.

Karena ini versi hybrid, pada MID tidak ditampilkan putaran mesin, gantinya sebuah indikator power, mana yang sedang digunakan, listrik, mesin, atau keduanya. Sedangkan informasinya sudah cukup lengkap, ditambah informasi seputaran kinerja sistem hybridnya.

Desain dasbornya juga atraktif, terutama dengan layar besar 9 incinya itu yang berkonsep floating. AC sudah digital dan di konsul tengah terdapat pengaturan mode berkendara, termasuk EV mode. Jadi bisa motor listriknya aja yang aktif, meski gak jauh jaraknya hanya sekitar 2-3 km dan dibawah 50 km perjam.

Rem parkirnya masih manual, ngakalinnya biar gak pake tuas, di taruh di kaki. Dan power window semuanya sudah auto. Termasuk bukaan sunroof pun sudah elektrik. Duduk di jok belakang pun senyaman sedan. Apalagi sandarannya bisa diatur satu step lebih rebah, jadi lebih nyaman kalau nyender.

Di tengahnya ada sandaran tangan plus cupholder. Dan yang bikin duduk dibelakang makin menyenangkan selain keluasan dan kenyamanannya, adalah pemandangan dari sunroof di bagian atap.

Bagasinya juga cukup luas dan leluasa membawa barang banyak atau besar. Sayang ketika jok belakang dilipat, lantainya masih seperti
panggung, alias gak rata. Dibalik lantai bagasi, ada toolkit dan ban serep space saver.

Fitur banyak dipangkas untuk menghemat harga


Urusan fitur, untuk mobil hampir setengah miliar, Corolla Cross terbilang biasa aja. Fitur keselamatan advance Toyota Safety Sense gak ada kayak Corolla Altis. Padahal di paketan itu ada fitur adaptive cruise control, juga rem otomatis, seperti di Mitsubishi Eclipse Cross yang berguna banget di Indonesia.

Tapi untuk urusan keamanan juga gak minim kok, Corolla Cross dilengkapi 7 airbag, rem ABS+EBD, 3 point seatbelt with pretensioner and force limiter, Hill Start Assist (HSA), Vehicle Stability Control (VSC), Emergency Brake Signal (EBS), sensor parkir di depan dan belakang, kamera parkir di belakang, serta ditambah immobilizer dan alarm.

Mesin bertenaga tapi irit BBM

Disini keunggulannya karena Corolla Cross jadi salah satu SUV hybrid termurah, setelah Nissan Kicks. Supaya harganya murah, sejumlah fitur dipangkas untuk memaksimalkan teknologi mesin melalui sistem hybrid.

Beda dengan hybrid Nissan Kicks, Corolla Cross tetep bisa ada mode EV tapi pendek dibawah 3 km. Diatas 50 km perjam mesin bensin bakal support motor listrik, atau kalau batre sudah menipis. Lebih rumit dari sistem hybrid Nissan Kicks yang sekedar menjadikan mesin bensin sebagai generator untuk ngecas baterai penyuplai motor listrik.

Jadi pada Corolla Cross, baik mesin dan motor listriknya sama-sama bisa menggerakkan roda dan saling mensupport saat dibutuhkan dan semua pengaturannya otomatis. Kita tinggal injak gas aja, dan gak perlu tau yang lagi bekerja mesin bensin atau motor listriknya atau bahkan keduanya.

Spesifikasi Toyota Corolla Cross 1 .8 Hybrid AT
Mesin : 1 .796 cc 4-5ilinder + motor listrik
Tenaga mesin : 98 hp
Tenaga motor listrik: 72 Hp
Torsi mesin : 142 Nm
Torsi motor listrik: 162 Nm
Transmisi : CVT

Tapi kedua sumber tenaga dan torsi tersebut gak bisa ditambahkan begitu aja. Ada perhitungan yang rumit yang intinya output realnya adalah hasil kombinasi dari mesin bensin dan motor listrik. Pastinya, jauh lebih bertenaga ketimbang versi mesin konvensional 1.800cc nya.

Kesimpulan, Pas untuk sebuah SUV hybrid bermerek Toyota
Plus dan minus di mobil ini secara keseluruhan seimbang. Dia punya tampilan oke, meski fitur-fiturnya biasa aja. Tapi diimbangi sama teknologi hybrid di sektor mesin.

Dengan Harga dibawah Rp500 juta, tepatnya Rp497,8 juta, kita dapat sebuah SUV, nama besar Toyota Corolla dan teknologi hybrid. Selebihnya, mobil ini biasa aja dan jauh dari kesan sebuah Corolla.

VIDEO Toyota Corolla Cross Review, Mobil yang Punya Bloatware NFC

 

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

0 Comments in this article

Tunggu Sebentar Ya...

Submit
Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id

Related Article