Seberapa Sering Kita Harus Bersihkan Karang Gigi di Dokter?

Masalah gigi dan mulut sering disepelekan, padahal gigi dan mulut adalah gerbang utama masuknya kuman dan bakteri. Salah satu masalah yang sering diabaikan yakni karang gigi. Setelah merasa sakit pada gusi atau adanya bau mulut biasanya orang baru pergi ke dokter yang sebelumnya tidak pernah melakukan pemeriksaan rutin setidaknya 6 bulan sekali ke dokter gigi.
Apa itu karang gigi?
Karang gigi atau bahasa medisnya disebut dental calculus adalah penumpukan plak yang terbentuk dari sisa makanan yang mengandung bakteri menempel pada gigi dalam jangka waktu lama hingga lama kelamaan akan mengeras karena mengalami mineralisasi menjadi karang gigi.Mineralisasi plak biasanya membutuhkan waktu selama 12 hari untuk matang dan benar-benar menjadi karang gigi. Kecepatan pembentukan karang gigi dari setiap orang sebenarnya berbeda-beda. Salah satu penentunya adalah kadar pH air liur. Bagi orang yang memiliki pH air liur tinggi (di atas 7) atau bersifat basa, maka terjadinya pembentukan plak dalam gigi lebih cepat sehingga harus lebih berhati-hati dalam menjaga kebersihan gigi.
Bagaimana cara menangani karang gigi?
Karang gigi tidak bisa dihilangkan dengan gosok gigi saja, melainkan dengan alat yang bernama scaler. Kegiatan pembersihan ini dinamakan scaling gigi yang hanya dilakukan oleh dokter gigi.
Pada saat dilakukan scaling, biasanya akan timbul rasa ngilu. Scaler ultrasonik merupakan alat yang lebih sering digunakan karena lebih cepat dan meminimalisasi rasa nyeri.
Scaling biasanya dilakukan minimal 6 bulan sekali. Inilah pentingnya memeriksa gigi rutin dan teratur 6 bulan sekali ke dokter gigi untuk mengecek segala perubahan yang terjadi salah satunya kondisi penumpukan karang gigi. Pada kasus yang berat, scaling ini bisa dilakukan 3 bulan sekali sesuai dengan anjuran dokter yang menangani.
Apakah ada dampaknya jika karang gigi tidak dibersihkan?
Jika karang gigi tidak dibersihkan bisa menyebabkan peradangan pada gusi atau yang disebut gingivitis. Peradangan yang semakin parah membuat gusi sangat mudah berdarah, bahkan bisa jadi perdarahan secara spontan.
Gingivitis yang tidak ditangani maka akan berlanjut ke periodontitis, di mana terjadi peradangan hingga menyebar ke bagian tulang alveolar gigi. Pada kondisi peradangan di bagian ini, maka gigi akan goyang dan bisa tanggal sendiri.
Menurut penelitian, periodontitis jika terjadi secara berkelanjutan berhubungan dengan terjadinya anemia. Itu sebabnya penangnan karang gigi menjadi penting untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit di luar gigi. Bahkan, bakteri pada karang gigi yang masuk ke gusi dan mengikis jaringan penyangga tubuh bisa menyebar ke organ-organ lain seperti ke organ jantung.
Selain itu, permasalahan yang dapat timbul adalah bau mulut (halitosis). Bau mulut karena karang gigi terjadi karena plak bercampur dengan sisa makanan yang tidak tersikat bersih saat menggosok gigi sehingga pembusukan terjadi dalam rongga mulut.
Selain dari bau, perubahan warna juga dapat terjadi terutama jika sering mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa mengubah warna seperti teh, dan kopi. Begitu juga bila Anda punya kebiasaan merokok.
The post Seberapa Sering Kita Harus Bersihkan Karang Gigi di Dokter? appeared first on Hello Sehat.