icon-category Auto

Sejarah Ekspor Toyota Indonesia, Mulai dari Kijang Super

  • 16 Feb 2022 WIB
  • Bagikan :
    Presiden Joko Widodo kunjungi fasilitas PT TMII di Karawang, Jawa Barat. (Foto: Instagram @tmiin_id)

    Uzone.id - Toyota menggoreskan sejarah baru dengan dimulainya ekspor perdana Toyota Fortuner ke Australia pada Selasa (16/2/2022). Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin langsung seremoni pengiriman Toyota Fortuner di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMI). 

    Jokowi juga sempat berkeliling di Pabrik Karawang Plant 1 TMMIN yang memproduksi Toyota Kijang Innova dan Toyota Fortuner, dengan didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Regional Operating Officer – TDEM & TMAP S. Matsuda, dan Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono.

    Mengenai sejarah ekspor mobil Toyota yang dibuat di Indonesia, dimulai tahun 1987 dengan pengapalan perdana Kijang generasi ketiga (atau Kijang Super) ke Brunei Darussalam.

    BACA JUGA: Diskon PPnBM Bikin Penjual Mobil Bekas Makin Kaya?

    Presiden Joko Widodo saat melepas ekspor perdana Toyota Fortuner ke Australia (Foto: Instagram @tmiin_id)

    Volume ekspor perdana Kijang Super ke Brunei masih dalam jumlah yang sangat sedikit saat itu, yakni 50 unit per bulan.

    Toyota Indonesia terus meningkatkan daya saingnya hingga momentum terbaik kegiatan ekspor Toyota dimulai sejak dipercayanya Toyota Indonesia dalam proyek IMV di tahun 2004.

    "Posisi strategis sebagai basis produksi Kijang Innova, memberikan peluang yang besar bagi Toyota Indonesia untuk memperluas penetrasi ke pasar global selain memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus menjadi tantangan untuk membuktikan kapabilitas Indonesia," tulis Toyota Indonesia dalam situs resminya.

    Sejak saat itu, volume ekspor Toyota Indonesia meningkat menjadi sekitar 7.000 unit per tahun.

    Upaya Toyota untuk meraih kepercayaan pasar ekspor bergerak bersama tumbuhnya industri otomotif Indonesia sehingga aktivitas ekspor Toyota semakin berkembang baik untuk volume dan negara tujuannya.

    Dimulai dari pengembangan pasar ke beberapa negara di Timur Tengah dan Amerika Latin, saat ini Kijang Innova, Fortuner, Vios, Sienta, Veloz, Avanza, Rush, Lite Ace/Town Ace, Agya, dan Raize serta kendaraan terurai (CKD), mesin bensin, komponen, dan alat bantu produksi telah diekspor ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Pasifik, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

    BACA JUGA: Sejarah Baru, Toyota Fortuner Resmi Ekspor ke Australia

    Presiden Joko Widodo saat melepas ekspor perdana Toyota Fortuner ke Australia (Foto: Instagram @tmiin_id)

    Sementara itu, volume ekspor tahunan meningkat tajam menjadi lebih dari 100.000 unit per tahun sejak tahun 2012 silam dan bahkan sempat menembus angka 200.000 unit per tahun di tahun 2018 dan 2019 sebelum pandemi COVID-19 menghantam ekonomi global.

    Setelah sempat terkoreksi hingga 30 persen di 2020 akibat pandemi, ekspor kendaraan utuh merek Toyota dari Indonesia di tahun 2021 mencatatkan angka sebesar 188 ribu unit.

    Pencapaian ini memperlihatkan kinerja ekspor T-Brand sudah pulih hingga ke level 90 persen dibandingkan dengan situasi sebelum pandemi.

    Di 2022, Toyota Indonesia juga berencana untuk melakukan produksi lokal model Hybrid Electric Vehicle (HEV) yang juga ditujukan untuk pasar ekspor selain pasar domestik

    Menurut Toyota Indonesia, industri otomotif punya peran penting dalam pertumbuhan ekonomi terutama dalam masa pandemi.

    Presiden Joko Widodo saat melepas ekspor perdana Toyota Fortuner ke Australia (Foto: Instagram @tmiin_id)

    Industri ini telah memiliki rantai pasok yang dalam dari hulu ke hilir hingga ke level Industri Kecil Menengah, menyerap 1,5 juta tenaga kerja, serta memiliki peran dalam hal substitusi impor.

    Tingginya tingkat kandungan dalam negeri produk-produk otomotif yang saat ini bahkan ada yang telah melampaui 80 persen menandakan terus berkembangnya industri komponen lokal Indonesia dalam mendukung manufaktur otomotif nasional.

    Industri otomotif yang memiliki daya saing tinggi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi global melalui perannya sebagai pencipta peluang ekspor.

    Hasil ekspor otomotif merupakan produk berteknologi tinggi yang bernilai tambah karena dalam setiap tahapan pembuatannya memberikan kontribusi terhadap penerimaan pajak.

    Ekspor Capai 2 Juta Unit

    Toyota Indonesia sempat merayakan pencapaian lebih dari 1 juta unit akumulatif ekspor di 2018. Kini, Toyota Indonesia meraih pencapaian ekspor kendaraan utuh Toyota dari Indonesia telah mencapai 2 juta unit secara akumulatif.

    Hal itu bisa dicapai melalui konsistensi serta proses yang panjang untuk terus menerus meningkatkan daya saing dan meraih kepercayaan dari pasar global.

    Kegiatan ekspor Toyota Indonesia juga dimungkinkan oleh perkembangan industri otomotif nasional yang bergerak dari impor hingga awal tahun 1970-an diikuti dengan produksi dengan komponen lokal kemudian menjadi basis produksi dan ekspor dan kini memasuki tahapan pengembangan ekspor.

    Sementara itu, ekspor perdana kendaraan Toyota Indonesia ke Australia merupakan tonggak sejarah baru bagi kinerja manufaktur otomotif nasional.

    Pengapalan Toyota Fortuner buatan Karawang ke Australia yang mulai bergulir pada Maret 2022 ini merupakan produk pertama dari Indonesia yang akan mengaspal di Australia.

    Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono, mengatakan bahwa pencapaian kumulatif 2 juta unit ekspor dan ekspor perdana kendaraan utuh Toyota ke Australia merupakan bagian dari upaya perusahaan berkontribusi pada perkembangan industri otomotif nasional Indonesia termasuk dalam menjaga neraca perdagangan yang positif.

    "Kami selalu berupaya keras untuk terus meningkatkan daya saing dan meraih kepercayaan dari pasar global dalam aktivitas ekspor. Pencapaian ini tidak dapat terjadi tanpa dukungan dari semua pihak kepada industri otomotif. Kami mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Indonesia yang telah memberikan dukungan, termasuk dalam kerjasama bilateral dan multilateral seperti kerjasama dengan Australia melalui IA-CEPA, sehingga capaian ini bisa terwujud dengan baik. Kami memaknai capaian ini sebagai pemicu semangat untuk bisa terus meningkatkan performa ekspor,” kata Warih.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini