
-
Sejarawan Rushdy Hoesein mengatakan singkatan "Jas Merah" untuk judul pidato "Djangan Sekali-kali Meninggalkan Sedjarah!" bukan berasal dari Presiden Indonesia Pertama Sukarno atau Bung Karno.
"Menurut AH Nasution, 'Jas Merah' adalah judul yang diberikan Kesatuan Aksi 66 terhadap pidato Presiden, bukan judul yang diberikan Bung Karno," kata Rushdy dalam bedah pidato Bung Karno di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu.
Pidato tersebut disampaikan pada peringatan 21 tahun kemerdekaan Indonesia. Suyatno menyebut revolusi Indonesia selama 21 tahun itu penuh dengan dinamika, romantika dan dialektika.
Sementara penulis Roso Daras mengemukakan perlu upaya untuk menjembatani pemikiran-pemikiran Bung Karno dengan generasi muda.
"Harus ada penafsiran terhadap pidato-pidato dan karya-karya Bung Karno dalam konteks kekinian sehingga generasi muda bisa memahami Bung Karno," kata dia.
Menurut Roso, generasi muda Indonesia harus diajak memahami pemikiran para pendiri bangsa, tidak hanya Bung Karno.
"Pemikiran-pemikiran Bung Hatta, Tan Malaka, Sutan Sjahrir juga sangat luar biasa. Perlu ada upaya menjembatani generasi muda dengan pemikiran-pemikiran mereka," tuturnya.