icon-category Technology

Selamat Tinggal Uber, Layanan di Indonesia Resmi Ditutup

  • 09 Apr 2018 WIB
  • Bagikan :

    Indonesia kehilangan salah satu pilihan layanan transportasi online. Uber, yang berasal dari Amerika Serikat, harus angkat kaki dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, setelah menjual seluruh bisnisnya di kawasan ini kepada sang kompetitor Grab pada 26 Maret lalu.

    Para mitra pengemudi Uber, baik UberMotor, UberX, maupun UberXL telah berpindah ke platform Grab, ada juga yang pindah ke kompetitor lain di Indonesia, yaitu Go-Jek.

    Selain itu, para pengguna Uber juga telah diimbau sejak pengumuman akuisisi itu untuk berpindah menggunakan layanan Grab.

    Minggu (8/4) kemarin, menjadi hari terakhir aplikasi Uber aktif di Indonesia, dan negara Asia Tenggara lainnya, kecuali Singapura yang 'masa hidup' aplikasi Uber-nya diperpanjang hingga 15 April terkait permintaan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di negara tersebut.

    Mulai Senin (9/4), praktis aplikasi Uber di Indonesia tidak bisa lagi digunakan untuk melakukan pemesanan layanan apapun. Tapi, para pengguna masih bisa melihat histori perjalanan mereka di dalam aplikasi.

    Kini Uber tinggal kenangan. Mereka pertama kali beroperasi di Indonesia pada tahun 2014 silam. Meski CEO Uber Dara Khosrowshahi sempat menyatakan Uber bakal terus bertarung di kawasan Asia Tenggara, tapi ternyata kenyataannya lain.

    Ia akhirnya memutuskan untuk melepas Uber di Asia Tenggara. Dara sendiri mendapat posisi di jajaran dewan direksi Grab sebagai bagian dari kesepakatan kedua perusahaan.

    Kepergian Uber ternyata membuat pilu para pelanggan setianya. Seperti yang terpantau di Twitter, tak sedikit dari mereka yang merasa sedih dan kehilangan. Ini diungkapkan lewat kicauan-kicauan mereka di platform media sosial burung biru tersebut.

    Beberapa dari mereka yang sedikit lebih tegar, mengucapkan 'selamat tinggal' dengan nada yang tidak terlalu rapuh dengan cara mengucapkan terima kasih kepada Uber atas layanannya selama ini.

    Bahkan, Go-Jek pun sampai mengucapkan rasa terima kasihnya pada Uber yang dianggap sebagai inspirasi mereka dan juga sebuah ucapan perpisahan manis.

    Sehari menjelang berakhirnya operasional Uber di aspal Indonesia, ratusan pengemudi UberMotor berbondong-bondong melakukan konvoi keliling Jakarta mengenakan jaket kebanggaannya berwana hitam-oranye sebagai aksi kebersamaan terakhir.

    Sebelumnya, Uber telah melakukan langkah yang sama, yaitu menjual bisnisnya kepada perusahaan lokal di sejumlah kawasan, misalnya kepada Didi Chuxing di China serta Yandex di Rusia dan sekitarnya.

    Kini hanya tersisa Grab dan Go-Jek yang masih akan terus bertarung demi memberikan pelayanan transportasi online terbaik di Indonesia. 

    Selamat tinggal, Uber.

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini