
-
Para kontestan Miss Universe 2018 saat ini boleh bernapas lega setelah menyelesaikan laga mereka di gelaran preliminary di Impact Arena, Muang Thong Thani, Thailand, Kamis (13/12).
Namun, gelaran ini masih menyisakan drama yang terpantik oleh aksi Miss USA, Sarah Rose Summers, mengomentari kemampuan bahasa Inggris kontestan asal Vietnam dan Kamboja.
Dikutip dari AOL, Summers mengomentari rendahnya kemampuan bahasa Inggris Miss Vietnam H'Hen Nie dan Miss Cambodia Rern Sinat. Dua klip yang tersebar di media sosial pun mendadak jadi bahan pembicaraan para netizen.
Dalam video Instagram Live, Summers tak sendiri. Ia bersama Miss Australia Francesca Hung dan Miss Colombia Valeria Morales.
[Gambas:Instagram]
"Apa yang Anda pikirkan tentang Miss Vietnam Nie?" tanya Summers dalam salah satu video Instagram.
"Dia sangat manis dan dia berpura-pura tahu bahasa Inggris. Kemudian Anda menanyakan satu pertanyaan dan dia pergi."
Pada video kedua, Summers mengatakan bahwa Miss Cambodia sama sekali tidak bisa bahasa Inggris. Dia juga mengatakan bahwa tak ada satupun kontestan yang bisa bercakap-cakap dalam bahasa yang dia gunakan.
"Francesca bilang ini bakal sangat mengisolasi, dan saya bilang, iya. Maksud saya, akan selalu membingungkan," kata Summers dikutip dari News.com.au.
Mereka bertiga seolah menyayangkan keberadaan dua kontestan tersebut di ajang Miss Universe karena ketidakmampuan keduanya dalam berbahasa Inggris.
Tak pelak, ini pun menuai komentar miring netizen sekaligus pecinta kontes kecantikan.
"Ini yang terjadi jika kamu tidak punya harga diri, jelek luar dalam," tulis pemilik akun @vpboston.
Selama di Thailand, Sinat selalu mengandalkan Google Translate. Mengutip Asia Online, Sinat sesungguhnya memiliki tim penerjemah yang diboyong langsung dari Phnom Penh. Namun, kebetulan tim penerjemah tak ikut bersamanya saat di Bangkok.
Tim meminta penyelenggara untuk menyediakan penerjemah untuk Sinnat. Permintaan itu dikabulkan pada Rabu (12/12) waktu setempat.
"Ini sulit karena Khmer bukan bahasa yang digunakan secara luas, sementara sebagian perempuan berbahasa Latin memiliki dua penerjemah," kata seorang sumber.