icon-category Auto

Semurah dan Seribet Apa Pakai Mobil Listrik untuk Harian? Ini Hasil Pengujian Kami

  • 08 Dec 2020 WIB
  • Bagikan :

    Foto: Bagja - Uzone.id

    Uzone.id - Kendaraan listrik, baik mobil dan motor mungkin punya potensi yang menjanjikan. Apalagi, kendaraan listrik menawarkan biaya operasional yang jauh lebih murah.

    Kami melakukan pengujian menggunakan satu motor listrik Gesits dan satu mobil listrik Hyundai Ioniq. Keduanya sudah berbasis listrik murni, artinya sama sekali gak ada mesin bakarnya lagi.

    Gesits punya kapasitas baterai 5 kWh. Sebuah baterai yang kecil. Namun, dengan kondisi full, bisa melaju sampai 50 km, artinya motor ini mengkonsumsi 1 kWh untuk jarak sekitar 10 km.

    Tarif listrik eceran per kWh di SPLU PLN saat ini tercatat sekitar Rp1.400 per kWh. Sehingga hanya butuh diang sekitar Rp7.000 untuk bisa mengisi full baterai Gesits dan melaju sejauh 50km.

    Sementara motor konvensional, minimal perlu Rp9.000 untuk mengisi Pertamax 1 liter dan bisa melaju sejauh rata-rata dengan jarak yang mirip-mirip, 30-50 km.

    Perbedaannya tipis memang, tapi tetap lebih murah dan praktis. Kenapa? Sebab untuk mengecas baterai Gesits hanya butuh daya listrik sekitar 450 Watt, sehingga bisa dilakukan di rumah dan gak perlu antre di SPBU.

    Kalau motor perbedaan biayanya tipis tapi jauh lebih praktis, mobil beda lagi. Berikut kami coba hitung perbedaan biaya operasional mobil listrik dan konvensional.

    Unit contohnya Hyundai Ioniq. Hyundai Ioniq menggendong baterai Ioniq Electric berkapasitas 38,3 kWh. Konsumsi listriknya 8-10 km per 1 kWh. Baiklah kita anggap saja 8 km per 1 kWh.

    Dengan kondisi baterai full, Ioniq bisa berjalan sampai dengan sekitar 300 km dan hanya membutuhkan biaya pengecasan di kisaran Rp50 ribuan dengan asumsi eceran per 1 kWh Rp1.400.

    Bandingkan dengan mobil konvensional dan kita ambil rata-rata konsumsi BBM 10 km untuk 1 liter Pertamax yang dijual Rp9.000an. Dengan biaya yang sama dengan mobil listrik, yakni Rp50.000, mobil konvensional hanya mencapai jarak 50 km.

    Sementara kalau mau sejauh Hyundai Ioniq yang mencapai 300 km, perlu tambahan Rp150 ribu lagi. Sangat jauh bukan bedanya?

    Tapi, ada kompensasi dibalik kehematan biaya operasional itu, khususnya untuk mobil listrik. Yakni, terkait pengecasan yang belum bisa diladeni semua instalasi listrik rumah tangga.

    Daya listrik ideal yang dibutuhkan untuk mengisi baterai Hyundai Ioniq tidak kecil. Berkisar minimal 3.000 Watt. Kenapa? Supaya waktu pengisiannya lebih cepat.

    Tapi kalau bicara minimal, ya setidaknya daya listrik 1.750 watt saja sudah bisa mengisi ulang baterainya, tapi lama waktunya bukan main, lebih dari 20 jam. Belum realistis.

    Sementara perangkat charger on-board standar 7.2 kW yang memakan waktu 6 jam saat pengisian ulang daya. Pada pengisian cepat 100 kW, bisa mencapai kapasitas 80 persen dalam waktu 54 menit. Sementara untuk tipe 50 kW, bisa terisi 80 persen dalam waktu 57 menit.

    Nah, jadi hasil pengujian kami yang tentu saja bakal berbeda-beda tergantung cara, kondisi dan lingkungan, penggunaan motor listrik untuk harian jelas lebih praktis dan murah.

    Tapi sayangnya untuk mobil, masih belum realistis untuk saat ini, terkait dengan lama waktu pengecasannya dan kapasitas daya listrik rumahan yang masih relatif kecil.

    VIDEO Test Drive Mobil Listrik Hyundai Ioniq:

    Cek informasi menarik lainnya di Google News

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini