
Uzone.id - Masih ingat Energizer Power Max P18K Pop? HP Android yang saat itu memiliki baterai 18.000 mAh di dalamnya, yang tebalnya 18mm. Dan kini, Realme memperkenalkan hal yang bisa dibilang di luar nalar: sebuah smartphone dengan baterai 15.000 mAh yang tetap dibuat tipis dan enak digenggam.
Realme 15.000 mAh, begitu nama ponsel konsep yang dipamerkan di acara Realme 828 Global Fan Festival. Ya, alih-alih ponsel bongsor, perangkat ini dibuat modern dengan form factor yang ringkas dan nyaman di tangan.
Desainnya mirip seperti smartphone konsep lainnya dengan baterai 10.000 mAh yang pernah Realme pamerkan. Bedanya, ponsel ini diberikan kelir putih glossy pada bodi belakangnya yang juga dibubuhi tulisan ’15000 mAh’.
Modul kameranya punya bentuk yang sama sekali berbeda dengan smartphone Realme lainnya. Dua lensa dibiarkan frame-less yang diposisikan horizontal, kemudian bersanding dengan LED flash dan tulisan ‘DART’ berwarna kuning.
Tapi bukan soal desain bodi belakang yang membuatnya terlihat menarik, tapi soal ketebalan bodinya. Ditopang baterai 15.000 mAh, ponsel Realme ini justru terlihat sangat ramping.
Realme menyebut, ketebalan ponsel ini cuma 8,89 mm, atau sekitar 0,59 mm lebih tebal dari iPhone 16 Pro Max, tapi dengan kapasitas baterai tiga kali lipatnya. Malah, Realme juga sampai (tega) mengatakan kalau kapasitas ponsel konsepnya setara dengan baterai iPhone 12 hingga iPhone 16 bila digabungkan.
Dibandingkan dengan powerbank berkapasitas 10.000 mAh? Ponsel ini juga jauh lebih tipis, lihat saja gambar di bawah ini.
Dengan kapasitas sebesar ini, Realme mengklaim kalau ponsel konsepnya dapat bertahan hingga 53 jam untuk memutar video tanpa henti atau merekam video terus-menerus sampai 18 jam. Pertanyaannya, kok bisa dibuat seramping itu?
Rahasianya terletak pada teknologi baterai Ultra-High-Density yang diadopsi oleh Realme. Teknologi ini sepenuhnya menggunakan silicon anode dengan kepadatan energi mencapai 1200 Wh/L.
Sederhananya, Realme berhasil ‘menjejalkan’ lebih banyak energi ke dalam ruang yang terbatas, sehingga smartphone tetap berukuran ringkas saat digenggam pengguna. Berkat teknologi tersebut, baterai dengan kapasitas sebesar ini cuma setebal 6,48 mm saja.
Realme tak menyebutkan spesifikasi lain dari ponsel dengan baterai 15.000 mAh ini, termasuk kecepatan pengecasannya. Perlu diingat, ini masih berstatus konsep yang sama sekali belum siap untuk diproduksi massal.
Mengutip Android Authority, ada satu rintangan besar yang harus dipersiapkan secara matang oleh Realme, yakni penggunaan 100% silicon anode itu sendiri.
Saat ini, baterai smartphone pada umumnya hanya menggunakan sekitar 10 persen silicon anode. Alasannya sederhana: semakin tinggi kandungan silikon, baterai akan semakin mudah mengembang dan terdegradasi seiring waktu.
Baterai yang menggelembung tentu sangat berisiko dari segi keamanan dan daya tahan. Dengan kata lain, teknologi 100 persen silikon ini, meskipun revolusioner, masih belum cukup aman dan stabil untuk penggunaan jangka panjang oleh konsumen.