home ×
Technology

Sepanjang Tahun Lalu, Penemu Bug Google Diganjar Rp 47,6 Miliar

13 February 2019 By
Sepanjang Tahun Lalu, Penemu Bug Google Diganjar Rp 47,6 Miliar
Share
Share
Share
Share

Di tahun 2018 lalu, Google menggelontorkan dana sebanyak USD 1,7 juta atau Rp 23,8 miliar sebagai hadiah untuk peneliti keamanan yang menemukan bug keamanan di Android dan Chrome. Jumlah yang sama besarnya juga dibayarkan kepada penemu bug Google untuk produk lainnya.

Pada tahun 2010, Google meluncurkan Vulnerability Reward Program (VRP), agar mereka mendapatkan bantuan dari komunitas peneliti keamanan untuk mengidentifikasi dan melaporkan temuan bug di aplikasi dan software-nya.

Program ini bertujuan mendorong peneliti untuk melaporkan permasalahan pada aplikasi Google, sehingga dapat diperbaiki sebelum dieksploitasi hacker.

{Baca juga: Bug di Adobe Bikin Speaker MacBook Pro Mati Total}

Hadiah finansial untuk pelapor berkisar USD 100 atau Rp 1,4 juta hingga USD 200.000 atau setara dengan Rp 2,8 miliar. Hadiah ini tergantung oleh level risiko untuk celah yang teridentifikasi.

Menurut NDTV, seperti dikutip Telset.id pada Rabu (13/02/2019), Google menyebut telah memberikan hadiah finansial sebesar USD 3,4 juta atau Rp 47,6 miliar selama 2018, dengan USD 1,7 juta atau setara Rp 23,8 miliar di antaranya diberikan untuk penemuan celah keamanan di Android dan Chrome.

Google menyebut, program ini telah memberikan hadiah lebih dari USD 15 juta atau Rp 210 miliar sejak diselenggarakan pada tahun 2010. Ezequiel Pereira, peneliti berusia 19 tahun dari Uruguay menjadi salah satu peneliti penerima hadiah dari program Google.

{Baca juga: Smartwatch Lenovo Ini jadi “Gadget yang Mengerikan”, Kok Bisa?}

Pereira menemukan bug Remote Code Execution, yang memungkinkannya memperoleh akses jarak jauh ke konsol Google Cloud Platform. Sementara itu, Tomasz Bojarski dari Polandia menemukan bug terkait dengan Cross-Site Scripting.

Bug ini memungkinkan hacker mengubah perilaku atau tampilan situs, mencuri data pribadi dan melakukan tindakan atas nama orang lain. Google menyebut Tomasz merupakan penemu bug terbanyak pada tahun lalu, dan menggunakan hadiah uang untuk membuka restoran. (BA/FHP)

Artikel Sepanjang Tahun Lalu, Penemu Bug Google Diganjar Rp 47,6 Miliar dan info teknologi terkini lainnya bisa Anda dapatkan di Telset.

Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini

Contact Us:
Redaksi: redaksi@uzone.id
Sales: sales@uzone.id
Marketing: marketing@uzone.id
Partnership: partnership@uzone.id