
Uzone.id — Kementerian Komunikasi dan
Digital saat ini memfokuskan perhatian mereka pada maraknya spam komentar di
media sosial yang berisi promosi judi online. Komentar tersebut seringkali
menyasar akun-akun dengan engagement tinggi, termasuk akun
pemerintah.
“Polanya seragam, foto profil wanita, tautan ke situs judul, dan dikirim secara massal ke unggahan yang sedang ramai. Hal ini bukan hanya merupakan sekadar gangguan, melainkan pola serangan yang memanfaatkan celah moderasi platform,” kata Pratama.
Ia
juga menilai bahwa maraknya spam komentar ini menjadi salah satu pertanda kalau
upaya pemerintah dalam memberantas judi online mulai memberikan tekanan
terhadap para pelaku.
"Ketika
akses menuju situs utama semakin banyak diputus dan ruang promosi resmi semakin
terbatas, mereka mencari jalur alternatif melalui media sosial. Artinya,
strategi penindakan mulai mempersulit operasional mereka sehingga metode
promosi pun terus berubah untuk menghindari pengawasan," tambahnya.
Bagaimana modus spam komentar
ini bekerja?
Pratama menjelaskan modus
yang digunakan para penjahat siber ini memiliki nama comment spam farming. Dalam
praktiknya, pelaku memanfaatkan bot atau jaringan akun palsu yang dikendalikan
secara terpusat untuk menyebarkan ribuan komentar secara otomatis ke berbagai
unggahan yang memiliki interaksi tinggi.
Komentar yang dipublikasikan
sering kali berisi tautan menuju domain sementara, kode promosi, akun aplikasi
messaging, atau petunjuk tertentu yang kemudian mengarahkan calon korban
menuju platform perjudian.
Cerdasnya, mereka terus mengganti domain tersebut untuk menghindari pemblokiran dari platform. Bahkan, sebagian pelaku memanfaatkan akun dengan identitas yang tampak meyakinkan agar komentar tidak langsung dikenali sebagai promosi ilegal.
Hal ini menunjukkan kalau
jaringan judi online telah menerapkan teknik yang lazim digunakan dalam
kejahatan siber modern, yaitu otomatisasi, penyamaran identitas, serta
pergantian infrastruktur digital secara cepat.
Kini, targetnya pun bukan
hanya orang yang memang mencari situs judi online, melainkan seluruh pengguna
media sosial yang kebetulan melihat unggahan tersebut.
"Semakin
luas jangkauan komentar spam itu, semakin besar peluang ada pengguna yang
mengeklik tautannya. Ini strategi yang mengandalkan volume," ujarnya.
Melihat
modus yang semakin cerdas dan lihai ini, Pratama menilai pemerintah saat ini
mengambil langkah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dengan
menerbitkan berbagai aturan serta mendorong platform memperketat moderasi
konten.
Namun
menurutnya, efektivitas penanganan tetap bergantung pada keseriusan platform
media sosial.
"Regulasi sudah ada,
Komdigi sudah mendorong. Tapi kalau platformnya tidak menjalankan dengan
serius, mau bagaimana lagi. Mereka yang memegang kendali penuh atas sistem moderasi
mereka," kata Dr. Pratama Persadha.
Ia menilai platform sebenarnya memiliki teknologi yang mampu mendeteksi ribuan komentar identik yang dikirim dalam waktu singkat, mengenali akun yang dibuat secara massal, hingga mengidentifikasi jaringan akun yang saling berkoordinasi.
Oleh karena itu, langkah yang
bisa dilakukan platform antara lain memperkuat deteksi otomatis terhadap pola
tautan berulang, mempercepat proses takedown akun Judi online, dan menyediakan
kanal pelaporan yang lebih responsif.
Pratama juga meminta platform
untuk memberikan notifikasi yang jelas pada pengguna ketika akun yang mereka
laporkan sudah ditindak. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan terhadap
sistem moderasi.
Demi menghindari spam
farming ini, para pemilik akun besar seperti selebgram, influencer, brand,
maupun akun-akun dengan follower besar diminta untuk mengaktifkan fitur blokir
dan filter kata akun akun masing-masing.
“Pemilik akun bisa memblokir
akun spam satu per satu, atau mengatur kata kunci seperti "judol",
"slot", "maxwin", "gacor", "scatter"
agar komentar yang mengandung kata tersebut otomatis disembunyikan. Ini cara
paling cepat dan tidak perlu menunggu platform bergerak,” sarannya.
Ia juga menghimbau masyarakat
agar tidak mengklik tautan yang dibagikan di kolom komentar, tidak membalas
akun spam, serta segera melaporkannya menggunakan fitur yang tersedia di
platform.
Pasalnya, membalas komentar
spam justru bisa meningkatkan interaksi sehingga algoritma media sosial
berpotensi menampilkan komentar tersebut kepada lebih banyak pengguna.
Dengan kata lain, semakin
sedikit interaksi yang diterima akun spam dan semakin cepat laporan dikirimkan,
semakin besar peluang promosi judi online dihentikan sebelum menjangkau lebih
banyak korban.