
Peneliti dari Universitas Wisconsin-Madison, Amerika Serikat (AS) berhasil membuat Matahari 'mini' untuk meneliti pengaruh medan magnet Matahari terhadap tata surya.
Dilansir dari Cnet, alat yang dinamakan Bola Merah Besar ini memiliki diameter sebesar tiga meter. Sangat kecil dibandingkan Matahari yang memiliki diameter 1,4 juta kilometer.
Sebelumnya, China juga mengumumkan tengah membuat proyek Matahari buatan. Proyek Matahari buatan mereka dinamakan Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST). Proyek ini dirancang untuk meniru proses fusi nuklir yang digunakan Matahari dalam menghasilkan energi. Tujuannya, untuk membuat sumber energi ramah lingkungan.
Lihat juga:Melihat Cara Kerja Matahari 'Made in China' |
"(Saat ini) kami mencoba mempelajari secara khusus bagaimana angin Matahari lambat dihasilkan dan bagaimana ia berkembang saat bergerak menuju Bumi," kata
penulis utama studi dan mahasiswa pasca sarjana Universitas Wisconsin-Madison, Ethan Peterson.
Dilansir dari Space, peneliti juga mengamati gumpalan plasma yang keluar dari angin Matahari dalam penelitian ini . Fenomena yang disebut 'sendawa plasma'. Sumber 'sendawa plasma' itu masih belum diketahui.
Big Red Ball menciptakan plasma pertama pada 2012. Sejak saat itu, Peterson mengatakan para peneliti meningkatkan alat sejak saat itu melalui siklus berbagai percobaan.