icon-category Film

Siapa Produsen Film Kontroversi 'Kucumbu Tubuh Indahku'?

  • 02 May 2019 WIB
  • Bagikan :

    Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' (Fourcolours Films)

    Uzone.id - Fourcolours Film, produsen film ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ karya Garin Nugroho telah menanggapi petisi penolakan disertai boikot yang dilakukan masyarakat hingga pimpinan daerah di beberapa kota di Indonesia.

    Melihat situs Change.org, seruan pemboikotan terjadi di Balikpapan dan Banyuwangi. Malahan, Wali Kota Depok Muhammad Idris sudah melayangkan surat kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar Kucumbu Tubuh Indahku tidak ditayangkan di bioskop di kawasan Depok.

    Fourcolours Films pun memberi alasan kenapa 'Kucumbu Tubuh Indahku' layak disajikan kepada pencinta film.

     

    Baca juga: KPI Tidak Bisa Menolak 'Kucumbu Tubuh Indahku' Tayang di Bioskop

     

    “Fourcolours Films adalah sebuah rumah produksi yang berdiri di Yogyakarta tahun 2001 yang sejak awal sangat fokus pada budaya dan isu-isu sosial yang terjadi di Indonesia,” tulis Fourcolours melalui siaran pers kepada Uzone.id, Kamis (2/5/2019).

    Untuk itu, Fourcolours selalu mendukung sutradara-sutradara yang mempunyai visi dalam berkarya dan bersuara lewat seni.

    Hal tersebut yang mendasari karya-karya film Fourcolours bukan sebuah produk yang berorientasi pada pasar.

    “Jalur distribusi yang kami pilih adalah tempat-tempat yang memberi ruang untuk apresiasi pada karya film kami seperti festival film, setelah itu kami selalu ingin mempertemukan karya film kami dengan penonton yang lebih luas, dalam hal ini adalah jalur bioskop konvensional,” tulisnya.

    Sebelumnya, Fourcolours sudah memproduksi film 'Siti' (2015) karya Eddie Cahyono yang mendapatkan Film Terbaik dan Skenario Asli Terbaik Piala Citra Festival Film Indonesia 2015 dan telah diputar di 47 festival film Internasional.

    Kemudian, 'Turah' (2016) karya Wicaksono Wisnu Legowo, film tersebut mewakili Indonesia untuk Oscar Academy Awards 2018 dan telah diputar di 24 festival film Internasional.

    Filim lainnya, 'Sekala Niskala' (2017) karya Kamila Andini yang mendapatkan Grand Prix di Berlinale Jerman 2018 dan telah diputar di 89 festival film internasional.

    Terakhir, 'Kucumbu Tubuh Indahku' (2018) karya Garin Nugroho telah mendapatkan penghargaan film yang mewakili keberagaman budaya dari UNESCO dan sejauh ini telah diputar di 31 festival film Internasional.

    Bantu kami agar dapat mengenal kalian lebih baik dengan mengisi survei di sini