
Diabetes gestasional adalah diabetes yang terjadi selama kehamilan, dan termasuk komplikasi kehamilan yang terbilang cukup banyak terjadi.
Diabetes gestasional menyebabkan gula darah tinggi yang dapat memengaruhi kehamilan, seperti meningkatkan risiko ibu terhadap preeklampsia dalam tahap terakhir kehamilan. Selain itu, penyakit ini juga dapat berpengaruh pada bayi Anda, misalnya cacat setelah lahir dan gangguan pernapasan.Diabetes jenis ini akan hilang setelah ibu melahirkan. Namun, ibu yang mengidap penyakit ini memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap serangan diabetes lainnya. Wanita yang sebelum hamil tidak memiliki riwayat diabetes, juga memiliki risiko terkena diabetes gestasional.
Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko diabetes saat hamil pada wanita. Apa saja? Simak jawabannya di bawah ini.
Diabetes gestasional bisa terjadi pada setiap wanita, tetapi beberapa wanita memiliki risiko lebih tinggi, terutama wanita yang memiliki kondisi berikut:
Wanita yang berencana untuk hamil atau sedang hamil dapat mencegah diabetes gestasional dengan mengonsumsi makanan sehat, olahraga teratur, dan mengontrol gula darah.
Mengontrol gula darah dapat mencegah kelahiran yang sulit dan membuat Anda dan bayi Anda sehat.
Pada diabetes gestasional, gula darah akan kembali normal segera setelah melahirkan. Namun, jika Anda pernah memiliki diabetes saat hamil, Anda memiliki risiko tujuh kali lebih besar memiliki diabetes tipe 2 di masa depan.
Anda harus memantau dan mengelola gula darah Anda dengan rutin ke dokter. Karena bagi kebanyakan wanita, diabetes saat hamil tidak menyebabkan tanda atau gejala yang terlihat jelas.
Ketika Anda memiliki diabetes saat hamil, Anda perlu rutin memeriksa kadar gula darah. Frekuensi tes gula darah nantinya akan bergantung pada hasil tes setelah Anda melahirkan bayi Anda.
The post Siapa Saja Wanita yang Memiliki Risiko Terkena Diabetes Gestasional Saat Hamil? appeared first on Hello Sehat.