Siswa SD di Boyolali Terima Penghargaan dari NASA, Begini Kisahnya

Highlight Artikel
- Siswa kelas 6 SD di Boyolali, Ibrahim Al Abrar (12), menerima apresiasi resmi dari NASA.
- Ibrahim menemukan dan melaporkan celah keamanan jenis 'broken link hijacking' pada salah satu sistem publik NASA.
- Laporan tersebut diajukan melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) NASA dan diverifikasi setelah beberapa kali percobaan.
- Ibrahim belajar keamanan siber secara otodidak, memanfaatkan YouTube dan AI, serta bercita-cita menjadi ahli profesional.
Uzone.id — Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Indonesia. Seorang siswa kelas 6 SDN 3 Genengsari, Boyolali, Jawa Tengah, berhasil mendapat surat apresiasi resmi dari National Aeronautics and Space Administration (NASA).
Prestasi Membanggakan dari Siswa Boyolali
Apresiasi ini didapat setelah menemukan dan melaporkan celah keamanan pada salah satu sistem publik milik lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut.Siswa berprestasi tersebut bernama Ibrahim Al Abrar yang kini berusia 12 tahun. Ia menerima surat apresiasi tersebut pada 9 Juli 2026 lalu melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) NASA.
Program tersebut memang dihadirkan oleh organisasi tersebut sebagai sayembara bagi para peneliti keamanan (bounty hunter) untuk melaporkan kerentanan pada sistem secara bertanggung jawab.
Proses Pelaporan dan Verifikasi Celah Keamanan
“Kemarin bisa dapat sertifikat NASA itu karena nyari kerentanan di web NASA. Menemukan broken link hijacking. Terus dilaporkan lewat VDP. Lapornya sebenarnya sudah hampir 2 bulan, tapi baru dibalas tanggal 9 Juli, dapat sertifikat itu," kata ayah Ibrahim, Aminudin Salas, dikutip dari Metrotvnews, Sabtu, (18/07).
"Setelah laporan tersebut diverifikasi, pihak NASA mengirimkan surat sebagai tanda penghargaan atas upaya dalam mendeteksi kerentanan tersebut dan membantu meningkatkan keamanan sistem mereka. Alhamdulillah, senang," tambahnya, dikutip dari sumber lain.
Penghargaan ini tidak didapat secara instan, Amirudin sudah beberapa kali mengirimkan laporan bug system ini kepada NASA namun baru pada percobaan ketiga, dirinya akhirnya bisa mendapat pengakuan.
“Prosesnya tidak mudah. Sudah beberapa kali kirim laporan. Ada yang ditolak, ada yang dianggap duplikat," katanya.
Mengenal Celah Keamanan Broken Link Hijacking
Celah keamanan yang dikirimkan oleh Ibrahim ini merupakan celah keamanan dengan jenis broken link hijacking yang belum pernah dilaporkan oleh peneliti siber lainnya. Celah ini pun memiliki risiko yang cukup fatal dimana bisa digunakan untuk membuat tautan phising atas nama NASA oleh penjahat siber.
Temuan tersebut kemudian diterima oleh NASA dan mendapat surat pengakuan atau Letter of Recognition (LOR) dari NASA.
Perjalanan Ibrahim Mendalami Keamanan Siber
Ketertarikan Ibrahim sendiri terhadap dunia keamanan siber berawal dari kebiasaannya membaca kisah para peneliti keamanan yang berhasil menemukan celah pada sistem NASA. Ia kemudian belajar secara otodidak hingga akhirnya berhasil menemukan kerentanan bertipe broken link hijacking pada salah satu situs NASA.
Untuk memperdalam kemampuannya, Ibrahim mengaku banyak belajar melalui berbagai sumber yang mudah diakses, mulai dari video YouTube hingga bantuan teknologi AI.
"Kadang-kadang belajar melalui tutorial YouTube maupun melalui AI. Saya juga pernah mencoba membuat game," katanya.
Aminudin mengatakan bahwa putranya baru mulai serius mendalami bidang cybersecurity pada awal 2026 setelah sebelumnya belajar dasar-dasar coding.
"Awalnya belajar coding. Baru awal tahun 2026 lalu tertarik belajar cybersecurity," ujarnya.
Cita-cita dan Harapan Masa Depan
Pencapaian ini diharapkan menjadi penyemangat bagi Ibrahim untuk terus belajar hingga suatu saat bisa menjadi profesional di bidang keamanan siber. Anak yang duduk di kelas 6 SD ini sendiri bercita-cita untuk menjadi seorang ahli cyber security professional.
FAQ Artikel
Siapakah Ibrahim Al Abrar?
Ibrahim Al Abrar adalah seorang siswa kelas 6 SDN 3 Genengsari, Boyolali, Jawa Tengah, berusia 12 tahun, yang berhasil menemukan celah keamanan pada sistem NASA dan mendapatkan apresiasi resmi dari lembaga tersebut.
Celah keamanan apa yang ditemukan Ibrahim Al Abrar?
Ibrahim menemukan celah keamanan dengan jenis 'broken link hijacking' pada salah satu sistem publik milik NASA. Celah ini berisiko fatal karena bisa digunakan untuk membuat tautan phising atas nama NASA oleh penjahat siber.
Bagaimana Ibrahim melaporkan temuannya ke NASA?
Ia melaporkan temuannya melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) NASA. Laporannya melalui proses verifikasi dan membutuhkan beberapa kali percobaan hingga akhirnya diterima dan diakui.
Bagaimana Ibrahim belajar tentang keamanan siber?
Ibrahim belajar secara otodidak. Ia membaca kisah para peneliti keamanan, memanfaatkan tutorial dari video YouTube, dan juga menggunakan bantuan teknologi AI untuk memperdalam kemampuannya.
Apa cita-cita Ibrahim Al Abrar di masa depan?
Ibrahim bercita-cita untuk menjadi seorang ahli cyber security professional di bidang keamanan siber.

