
Uzone.id - Francesco ‘Pecco’ Bagnaia sejatinya sudah meletakkan satu kaki untuk bisa merengkuh gelar Juara Dunia keduanya secara beruntun, yang artinya, sekaligus menghapus kutukan nomor 1 di MotoGP.
Untuk diketahui, ‘kutukan’ nomor 1 di MotoGP sejauh ini belum bisa dihapus semua pembalap yang pernah Juara Dunia dan di musim berikutnya ‘nekat’ menggunakan nomor 1 di motornya, seperti Pecco.Hampir semua pembalap MotoGP yang Juara Dunia dan pada musim selanjutnya menggunakan nomor 1 di motornya, maka dirinya seolah dikutuk tidak bisa menjadi Juara Dunia lagi secara beruntun.
Dan Pecco bisa menghapus itu semua dengan berbagai skenario yang memungkinkan dirinya jadi Juara Dunia kedua beruntun—bahkan hanya di sesi Sprint Race.
Sampai 19 seri yang telah dilalui, pebalap Ducati itu masih memuncaki klasemen. Bagnaia mengoleksi 437 poin, unggul 21 poin dari si pebalap Pramac.
Dengan satu balapan terakhir, maka hanya ada 37 poin untuk diperebutkan dalam dua balapan di Sirkuit Ricardo Tormo.
Sebanyak 12 poin diberikan kepada pemenang sprint race, itu berarti Bagnaia perlu memperbesar keunggulan menjadi setidaknya 25 poin setelah balapan hari Sabtu.
Dilansir dari Crash, berikut ini adalah skenario Francesco Bagnaia untuk mengamankan titel juara dunia MotoGP 2023 setelah sprint race MotoGP Valencia:
Di sisi lain pesaing terdekatnya, Jorge Martin, tetap punya kans untuk menjadi Juara Dunia dan meneruskan kutukan nomor 1 tersebut, meskipun peluangnya terbilang tidak sebesar Bagnaia.
Apabila Jorge Martin memenangi sprint race MotoGP Valencia dan Bagnaia finis kedua maka dia akan kehilangan keunggulan tiga poin sebelum balapan utama.
Jika Martin juga memenangi balapan utama hari Minggu, dan Francesco Bagnaia finis diluar sembilan besar maka Jorge Martin bisa merebut titel Juara Dunia MotoGP 2023.
Sekadar informasi, apabila kedua pebalap memiliki poin akhir yang sama maka juara dunia ditentukan melalui jumlah kemenangan terbanyak di balapan utama, yang mana Bagnaia mengungguli Martin dengan enam kemenangan berbanding empat.