
Maui, Hawaii, Uzone.id - Snapdragon 8 Elite bukan lagi jadi chipset paling ngebut saat ini, malah rasanya jadi ‘ketinggalan zaman’. Ya, semua itu karena Qualcomm baru saja meluncurkan penerusnya yang punya performa jauh lebih kencang, Snapdragon 8 Elite Gen 5, di Snapdragon Summit 2025 yang berlangsung di Maui, Hawaii, Amerika Serikat.
“Yang membuat Snapdragon begitu powerful adalah gabungan antara CPU Oryon generasi ketiga, GPU, NPU. Ini didesain untuk performa top-tier dengan AI yang jauh lebih baik,” ucap Alex Katouzian, Group GM of Mobile, Compute and XR Qualcomm.Saking kencangnya performa smartphone ini, Qualcomm sampai ngeklaim kalau Snapdragon 8 Elite Gen 5 jadi system on chip (SoC) mobile tercepat di dunia saat ini. Wajar saja, Snapdragon 8 Elite Gen 5 menggunakan inti Qualcomm Oryon generasi ketiga yang memiliki dua kluster CPU.
Terdiri dari 2x prime-core dengan kecepatan hingga 4,6 GHz dan 6x performance-core dengan kecepatan sampai 3,62 GHz. Dibandingkan Snapdragon 8 Elite, Qualcomm mengklaim ada peningkatan performa CPU sebesar 20 persen.
Kecepatan ini tidak hanya menjanjikan peluncuran aplikasi dan multitasking yang gegas, tetapi juga efisiensi daya yang lebih baik dengan penghematan daya SoC secara keseluruhan sebesar 16 persen.
“Benchmark yang kami lakukan bukan dari freezer, semuanya dilakukan pada suhu ruangan, sesuai pemakaian umumnya,” ujarnya.
Di tingkat grafis, peningkatan juga terjadi berkat GPU Adreno yang baru, memberikan peningkatan performa grafis sebesar 23 persen dari Snapdragon 8 Elite. Sama halnya, bukan saja lebih kencang, tapi juga dibikin lebih hemat daya berkat Adreno High Performance Memory atau HPM.
Fitur ini dirancang untuk mengurangi latensi dan menghemat daya hingga 10 persen saat bermain game. Dukungan untuk Unreal Engine 5 juga memastikan visual berkualitas konsol bisa hadir di smartphone flagship yang akan datang.
“Adreno HPM adalah memori terintegrasi untuk grafis yang memotong latensi, memberikan gameplay yang smooth,” klaimnya.
Prosesor kelas atas gak melulu soal performa yang kencang. Salah satu sorotan pada Snapdragon 8 Elite Gen 5 adalah kemampuan AI-nya yang lebih baik. Kini Qualcomm berfokus pada Agentic AI, berkat dukungan Hexagon NPU yang 37 persen lebih pintar, AI ini dapat belajar secara terus-menerus secara on-device.
Berbagai masukan seperti kebiasaan, preferensi, dan bahkan percakapan pengguna, agar AI dapat memberikan rekomendasi dan mengambil tindakan yang lebih personal buat pengguna. Tetap aman, karena Qualcomm mengadopsi sistem Sensing Hub, dimana proses pembelajaran terjadi di dalam perangkat, aman, dan tidak dikirim ke cloud.
“AI bisa mengingat kebiasaan kalian, memberikan hasil yang personal,” ucap Alex.
Di sektor image signal processor (ISP), Snapdragon 8 Elite Gen 5 menjadi platform mobile pertama yang mampu merekam video dengan format Advanced Professional Video (APV). Codec ini memungkinkan kualitas video yang nyaris tanpa kehilangan detail, memberikan kontrol penuh saat proses post-production seperti penyesuaian warna, highlight, dan bayangan.
Kemampuan ini didukung oleh prosesor gambar (ISP) Qualcomm Spectra yang telah ditingkatkan menjadi Triple 20-bit AI-ISP, yang mampu menangkap rentang dinamis 4 kali lebih luas. Selain itu, teknologi Snapdragon Audio Sense juga hadir untuk memberikan rekaman audio berkualitas profesional dengan peredam suara angin dan fitur audio zoom.
Kabar baiknya, tak butuh waktu lama menanti kehadiran smartphone bertenaga Snapdragon 8 Elite Gen 5. Ada beberapa merek yang ngantri akan meluncurkan smartphone kencangnya, dari Xiaomi, Samsung, iQOO, Honor, Realme, Vivo, hingga Oppo.