
Horor memang tak mengenal usia, jenis kelamin maupun jabatan penikmatnya. Di era kejayaannya, serial horor fenomenal Si Manis Jembatan Ancol menjadi salah satu sinetron favorit orang nomor satu di Indonesia saat itu, Soeharto.
Saat pertama kali tayang di televisi pada 1993, Si Manis Jembatan Ancol langsung menarik perhatian Soeharto. Soeharto bahkan tak rela ketinggalan satu episode pun.
Pernah ketika itu, Soeharto ketinggalan menyaksikan episode kedua. Dia langsung meminta produser Si Manis Jembatan Ancol untuk mengirimkan episode tersebut kepadanya, sebelum episode ketiganya tayang di televisi. Itu disampaikan aktor Ozy Syahputra.
Si Manis Jembatan Ancol memang merupakan sinetron horor yang masih diinget masyarakat sampai saat ini. Sinetron itu pertama kali tayang pada 1993 dibintangi Diah Permatasari dan Ozy Syahputra dalam enam episode. Saking tenarnya, serial itu diangkat ke layar lebar.
Ada dua versi film, pada 1994 dan 1995.
Setahun kemudian, Si Manis Jembatan Ancol dibuat kembali dan bintang utamanya diganti dari Diah ke Kiki Fatmala. Ozy Syahputra tetap menjadi hantu Karina yang ikonis. Ia identik dengan suara tertawa yang keras, celotehan yang nyinyir dan anggota tubuh yang putus.
Kini, cerita Si Manis kembali dibuat. Judulnya menjadi Ada Si Manis di Jembatan. Kiki maupun Diah tak lagi jadi pemeran utama. Mereka digantikan Dewi Persik. Sementara Ozi, lagi-lagi menjadi hantu botak yang menemani Si Manis. Bedanya, kini ia punya dua anak.
|
Ozy Syahputra saat syuting Ada Si Manis di Jembatan. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
|